Selamatkan Parpol Islam!


ISLAMCENDEKIA.COM - Setelah Pilpres 2014, nasib Parpol Islam makin tak jelas. Perlu upaya serius untuk menyelamatkannya. Bagaimana masa depan Partai Politik (Parpol) Islam ke depan? Itulah pertanyaan mendasar atas nasib parpol Islam saat ini. Betapa tidak, berdasarkan hasil survei Lembaga Survei Nasional (LSN) yang menunjukkan elektabilitas partai Islam terjun bebas. 

Hasil itu bisa menjadi pemicu seluruh kader partai Islam untuk mengembalikan kejayaannya.
Namun, ada beberapa kalangan justru senang melihat fakta ini, seperti Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Luthfi Hasan Ishaaq. Menurutnya, hal itu sangat bagus, karena merupakan early warning (peringatan dini) untuk semua partai Islam agar mereka kerja keras. Peringatan dini bahwa selera publik tidak match (cocok) dengan partai Islam.

Menurut dia, anjloknya elektabilitas partai Islam disebabkan aspirasi masa pendukungnya tidak bisa diimplementasikan saat ini. Maka, parpol Islam harus segara melakukan pendekatan dan dialog kepada masyarakat agar lebih menyentuh persoalan aktual. Misalnya, persoalan pendidikan dan lapangan kerja. Parpol Islam harus serius menangani pendidikan dan sekolah Islam agar bisa mensinergikan link and match dengan lapangan kerja. Persoalan masyarakat lebih banyak ekonomi, maka partai Islam harus concern (perhatian) akan hal itu. Maka, sisa waktu dua tahun menjelang Pemilu 2014, seluruh kader-kader partai Islam harus bisa bergerak dan bekerja maksimal.

Terjun Bebas

Sebelumnya, LSN mencatat bahwa dalam beberapa parpol selain Islam mengalami kemerosotan dukungan suara. Bahkan, parpol berbasis dukungan massa Islam pun juga mengalami kemerosotan yang signifikan. Menurut Direktur Eksekutif LSN, Umar S. Bakry mengatakan, masa kejayaan partai politik berbasis dukungan massa Islam dialami pada Pemilu 1999. Hal ini terbukti dengan melejitnya PKS yang kala itu bernama Partai Keadilan dengan perolehan suara sebesar 36,2%. Pada Pemilu 2004 tingkat dukungan terhadap partai-partai tersebut mengalami kenaikan menjadi 38,39%.

Pada pemilu berikut 2009, dukungan menurun dengan total presentasi sebesar 29,14%. Dengan fakta itu, LSN memprediksikan pada pemilu 2014, dukungan terhadap partai berbasis massa Islam kembali menurun hingga 15,7%. Saat ini, berdasarkan hasil survei LSN, beberapa partai politik berbasis massa Islam tidak menunjukkan angka yang signifikan. Seperti, PKS sebesar, 5,1%, PAN (3,8%), PPP (3,5%), dan PKB (3,3%). Dengan angka itu, bukan tidak mungkin nanti pada Pemilu 2014 hanya akan ada tiga partai berbasis Islam yang akan bertahan.

Penyebab Kemunduran

Seluruh parpol seharusnya memiliki figur, karakter, kerja nyata, serta harga jual yang jelas. Saat ini, partai papan atas diuntungkan oleh kuatnya karakter dan tingginya jam terbang pemimpinnya. Jadi, alih-alih menjadi persoalan, lambatnya regenerasi kepemimpinan dalam partai ternyata justru menjadi faktor yang menguntungkan dalam hal elektabilitas.

Selain itu, posisi minoritasnya di parlemen juga menyebabkan anjloknya kepercayaan rakyat. Apalagi, saat ini banyak kader parpol yang terlibat dalam kasus korupsi, hal inilah yang membuat rakyat jenuh terhadap parpol. Bahkan, saat ini korupsi tak mengenal batas, sampai di tubuh Kementerian Agama juga terkena kasus korupsi. Maka, tak ayal jika rakyat sudah “apatis” terhadap papol di negeri ini.

Penurunan elektabilitas partai Islam juga disebabkan absennya figur partai yang berpengaruh di masyarakat. Ini bukan soal Islam atau bukan Islam. Kenapa demikian? karena diakui atau tidak, figur dalam sebuah partai menjadi “iklan berjalan” bagi suatu parpol. Jika figur dari rahim suatu parpol baik, maka rakyat akan percaya dan simpati kepada parpol itu, begitu pula sebaliknya. Maka, jika sejak dini parpol tidak memperhatikan hal itu, jangan harap pada Pemilu 2014 parpol Islam bisa unjuk gigi dan memenangkan pemilu.

Kerja Keras

Jika tak segera melakukan kerja keras dan konsolidasi serius, maka partai-partai berbasis agama yang tersisa saat ini seperti PKS, PPP, PAN dan PKB akan gagal masuk parlemen. Mereka akan “gulung tikar” seperti PBB, PBR, PKNU, PKNU, PMB, dan sebagainya. Demikian salah satu kesimpulan dari hasil riset LSN yang dilaksanakan 10 hingga 20 Juni 2012 di 33 Provinsi di Indonesia. Diakui atau tidak, simpatisan partai Islam di Indonesia hanyalah kalangan tertentu saja. Di beberapa partai Islam kini tinggal orang-orang tua, anak mudanya sudah lari ke Golkar, PDIP, atau Demokrat, begitu pula di PKB.

Terlepas dari itu, parpol Islam harus segera melakukan tindakan cerdas. Pasalnya, hasil survei LSN merupakan peringatan bahwa selera publik tidak cocok dengan partai Islam. Kenapa demikian? karena masyarakat sudah jenuh dengan politik dan fenomena korupsi di negeri ini. Maka, sejak dini parpol Islam bekerja keras dalam mengemban misi dan amanat rakyat. Parpol Islam harus segara melakukan rekonsiliasi dan gerakan memperbaiki parpol Islam. Selain itu, sejak dini parpol Islam harus menguatkan konsolidasi mulai dari tingkat elit hingga akar rumput. Bahkan, yang paling penting adalah melakukan gerakan perubahan untuk umat, karena hal itu paling utama yang harus dikerjakan parpol Islam.

Nah, dalam konteks ini, warga NU dari berbagai lini juga harus berbenah diri. Kenapa demikian? karena mau tidak mau warga NU juga harus ikut membangun negeri ini, salah satunya adalah lewat partai politik. Entah masuk partai mana pun, kader NU harus tetap mengemban misi NU sebagai wujud kepedulian untuk umat. Maka dari itu, sejak dini di lingkup IPNU, IPPNU, GP Anshor, Muslimat, Fatayat, NU, harus bersinergi untuk mengidupkan partai Islam. Semoga dengan dorongan dan semangat masyarakat NU, keadaan bangsa ini mampu keluar dari kegelapan.

Laporan Khusus Politik Islamcendekia.com. Editor: Hamidulloh Ibda. Foto: Islampos.

0 Response to "Selamatkan Parpol Islam!"

Post a Comment