Tips Memilih Kampus Berkualitas dan Murah


Oleh Hamidulloh Ibda
Mahasiswa Program Pascasarjana Universitas Negeri Semarang,
Direktur Eksekutif Forum Muda Cendekia Jawa Tengah

Memilih kampus merupakan pekerjaan mudah-mudah gampang, apalagi harus disuguhkan dengan perguruan tinggi negeri (PTN) dan perguruan tinggi swasta (PTS). Lalu, baik antara kampus tersebut? Tentu baik semua. Pemaknaan baik dan buruk sebenarnya berawal dari hal sepele, salah satunya adalah berawal dari “lulusan” dan “paradigma” masyarakat. Pasalnya, selama ini masyarakat hanya menilai kampus yang bagus ketika lulusannya menjadi orang sukses. Selain itu, kampus yang mewah juga dianggap sebagai perguruan tinggi yang baik. Padahal, belum tentu anggapan tersebut terbukti kebenarannya.

Selama ini banyak kampus yang dianggap baik dan berkualitas, namun kenyataanya tidak demikian. Maka dari itu, sejak dini calon mahasiswa harus cerdas dan tepat memilih kampus, baik PTN maupun PTS. Yang terpenting kampus tersebut “merakyat” dan pas di kantong dan tidak membebani orang tua. Pasalnya, selama ini banyak mahasiswa yang masih menggantungkan diri kepada orang tua.

Kampus “Murah”


Kampus “murah” bukan berarti kampus yang “murahan”. Kampus murah maksudnya adalah kampus yang biayanya pas di kantong dan tidak memberatkan orang tua. Artinya, kuliah yang biayanya mahal belum tentu berkulitas, dan kampus yang biayanya murah juga belum tentu tidak berkualitas. Semua itu tergantung kualitas dan kredibelitas diri mahasiswa. Pasalnya, selama ini banyak “orang sukses” yang lahir dari kampus biasa. Nah, semakin jelas bahwa PTN dan PTS tidak akan menentukan kesuksesan seseorang. Maka dari itu, yang terpenting adalah hemat di biaya dan meningkatkan kualitas diri ketika menjadi mahasiswa.

Istilah kampus murah juga bisa dikatakan sebagai kampus yang merakyat. Istilah tersebut menjadi penanda akan suatu harapan masyarakat. Yakni, kampus yang dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang kelas ekonomi. Dalam hal ini, prinsip keadilan dalam memperoleh pendidikan pada setiap warga negara mesti dijalankan perguruan tinggi. Amanat mulia itu sesungguhnya telah termaktub pula dalam konstitusi negara kita. Pada pasal 31 ayat 1 UUD 1945, disebutkan setiap warga negara berhak mengeyam pendidikan layak. Itu artinya, pendidikan tidak melihat perbedaan. Maksudnya, siapa saja dan dari mana pun asalnya, berhak mendapatkan pendidikan layak di negeri ini, karena semua orang punya hak untuk kuliah.

Kampus Berkualitas


Selain kampus yang merakya, calon mahasiswa harus jeli dalam menentukan kampus sebagai ajang intelektual. Maksudnya, calon mahasiswa harus bisa memilih kampus yang “berkualitas”. Maksud kampus berkualitas belum tentu kampus yang “elit” atau “PTN”. Kampus berkualitas merupakan benar-benar berkualitas dalam segala hal, dari kurikulum, pengajar, sistem pendidikan, dan lain sebagainya. 

Memilih kampus dengan kredibilitas baik menjadi hal yang paling diperhatikan oleh siswa dan orang tua. Menurut penulis, adalah hal lumrah dan merupakan naluri alamiah jika siswa memilih perguruan tinggi yang berkualitas. Setelah mendapatkan informasi dari media cetak maupun on-line, biasanya calon mahasiswa melakukan perbandingan antara kampus yang satu dengan kampus yang lain. Hal ini wajar dan sah-sah saja, meskipun sudah cocok dengan program studi yang diinginkan, siswa pasti akan melihat apakah kampusnya berkualitas atau tidak. 

Dalam konteks ini, yang perlu diperhatikan adalah “pengetahuan” tentang bibit, bobot, dan bebet kampus. Pasalnya, memilih kampus ibarat memilih calon istri/suami. Jika sebelumnya salah memilih, maka ke depannya mahasiswa akan menjali kuliah dengan jiwa “setengah hati”. Maka dari itu, kampus yang “murah” dan “berkualitas” menjadi jawaban atas kegalauan calon mahasiswa saat ini.

Nah, dengan memilih kampus yang murah dan berkualitas, setidaknya calon mahasiswa bisa memetakaan mulai sekarang, apakah kampus tersebut berasal dari rahim PTN atau PTS? Tentu calon mahasiswa harus paham akan hal ini. Namun, yang terpenting bukanlah status PTN/PTSnya, yang terpenting adalah “murah” dan “berkualitas”. Buat apa kuliah di PTN yang mahal biayanya namun tidak berkualitas, begitu pula sebaliknya. Pada intinya, calon mahasiwa harus bisa memilah dan memilih mana kampus yang murah dan berkualitas, dan mana kampus yang mahal tapi tak berkualitas. Selain itu, mereka harus membuang jauh “paradigma” PTN dan PTS, karena kesuksesan seseorang tidak bisa diukur lewat status PTN dan PTS.

0 Response to "Tips Memilih Kampus Berkualitas dan Murah"

Post a Comment