5 Ajaran Hidup Kanjeng Sunan Kalijaga, Tokoh Islam Jawa

DEMAK, Islamcendekia.com - Sunan Kalijaga atau orang banyak memanggilnya dengan sebutan Kanjeng Sunan Kalijaga adalah tokoh penyebar agama Islam di tanah Jawa yang berhasil mengolaborasikan antara teologi Islam dengan tradisi budaya Jawa. Kanjeng Sunan Kalijaga juga seringkali diidentikkan dengan tokoh penyebar agama Islam yang mistis.

Ajaran Kanjeng Sunan Kalijaga juga menjadi panutan yang banyak diikuti para pengikutnya dan populer di kalangan umat Muslim di Jawa. Untuk itu, Media Islam Populer Islamcendekia.com menggelar ekspedisi Wisata Sejarah-Religi di makam Kanjeng Sunan Kalijaga di kompleks pemakaman Kadilagu, Demak, Sabtu (30/8) malam.

Di kompleks pemakaman Kadilangu Demak, terdapat banyak makam tokoh-tokoh besar yang telah mengukir sejarah panjang perjalanan Nusantara, salah satunya Pangeran Arya Penangsang. Arya Penangsang adalah pangeran yang semestinya menggantikan Sultan Trenggono sebagai raja Demak, tetapi jabatan sultan sendiri justru diserahkan kepada Hadiwijaya atau yang lebih dikenal dengan Jaka Tingkir. Dari sini, perselisihan, pertempuran hingga perang berdarah antara Arya Penangsang dan Jaka Tingkir berujung pada akhir zaman kesultanan Demak yang kemudian Jaka Tingkir bertahta sebagai Raja di Kerajaan Pajang.

Di makam Kanjeng Sunan Kalijaga sendiri, setiap hari dipadati oleh pengunjung yang berziarah dan mendoakan Kanjeng Sunan Kalijaga. Tim wisata religi Islamcendekia.com kemudian melakukan liputan di area juru kunci makam Kanjeng Sunan Kalijaga terkait dengan ajaran hidup (laku hidup) Kanjeng Sunan Kalijaga untuk umat manusia-Muslim di Jawa.

Adapun ajaran-ajaran Kanjeng Sunan Kalijaga adalah sebagai berikut:

Pertama, marsudi ajining sarira. Artinya, Kanjeng Sunan Kalijaga mengajak kita untuk menghargai diri sendiri, kemudian setelah kita baru menghargai orang lain.

Kedua, manembah. Manembah artinya menyembah. Dalam hal ini, Kanjeng Sunan Kalijaga mengajak kepada kita untuk menyembah Allah Swt sebagai Tuhan pencipta alam semesta. Menyembah juga berarti mematuhi segala perintah dan menjauhi segala larangan Allah Swt yang tercantum dalam Al Quran maupun hadis.

Ketiga, Mangabdi. Mangabdi berarti mengabdi atau bakti di mana dalam hal ini Kanjeng Sunan Kalijaga mengajak kita untuk berbakti kepada orang tua yang telah melahirkan dan membesarkan kita. Islamcendekia.com sendiri kemudian menafsirkan lagi, bahwa mangabdi yang dimaksud Kanjeng Sunan Kalijaga juga berarti berbakti kepada orang tua, agama, bangsa dan negara.

Keempat, Maguru. Maguru secara literal-bahasa berarti berguru. Dengan ajaran ini, Kanjeng Sunan Kalijaga mengajak kepada kita untuk belajar dan mencari ilmu.

Kelima, martapa. Secara bahasa, martapa berarti bertapa. Kanjeng Sunan Kalijaga mengajarkan kita untuk memiliki laku prihatin, hidup sederhana dan tidak berlebihan.

Demikian 5 ajaran hidup Kanjeng Sunan Kalijaga yang mesti dicontoh, ditiru dan diteladani oleh generasi bangsa Indonesia sekarang. Generasi bangsa yang siap untuk menghargai diri sendiri dan orang lain, beribadah kepada Allah, berbakti kepada orang tua, agama, bangsa dan negara, terus mencari ilmu dan generasi yang hidup prihatin atau tidak berlebihan.

0 Response to "5 Ajaran Hidup Kanjeng Sunan Kalijaga, Tokoh Islam Jawa"

Post a Comment