Ibadah Sebagai Tujuan Hidup

Peradaban manusia dari awal munculnya generasi manusia hingga datangnya para filsuf selalu mempertanyakan: apakah tujuan hidup manusia? Kenapa manusia lahir dan dihidupkan? Kenapa alam semesta ini ada? Pertanyaan tersebut sampai sekarang masih menjadi perdebatan hingga melibatkan para ilmuwan kondang, termasuk Albert Einstein dan Stephen Hawking. Sementara itu, kaum agamawan yang dibawa para Nabi dengan tegas menyatakan bahwa tujuan hidup adalah ibadah. Dengan demikian, agamawan memandang bahwa hadirnya konsep-konsep teologi agama yang dikenal dengan ibadah menjadi tujuan hidup manusia.

Kalau hadirnya agamawan yang dibawa para Nabi dan Rasul menegaskan bahwa tujuan hidup adalah ibadah, maka seiring berkembangnya kehidupan manusia, mereka justru mempertanyakan: apakah tujuan dari ibadah? Oleh karena itu, para ulama kemudian mempertegas dengan menyatakan bahwa ibadah sebagai tujuan hidup.

Ibadah sebagai tujuan hidup

Ibadah merupakan tujuan (ghayah) dan alasan kenapa manusia, jin, serta makhluk di alam semesta diciptakan oleh Tuhan. Hal ini tercantum dalam Al Qur'an surat Adz Dzariyat yang berbunyi: "Wamaa qolakhtul jinna wal insa illa liya'budun." Ayat tersebut mengandung makna bahwa Allah tidak akan menciptakan jin dan manusia, kecuali agar jin dan manusia beribadah kepada Allah.

Dari ayat ini, sudah bisa menjadi hipotesa bahwa tujuan manusia hidup di bumi adalah untuk beribadah kepada Allah. Terkait dengan apa itu pengertian ibadah, masing-masing ulama dan ahli agama Islam memiliki pandangan sendiri-sendiri yang secara garis besar disimpulkan ada dua, yakni ibadah kepada sesama manusia untuk berbuat kebaikan, menerbar perdamaian, saling mengasihi dan saling memberi serta ibadah kepada Tuhan yang sudah diatur dalam syariat Islam.

Dalam QS Al Qiyamah ayat 36, Allah juga berfirman: "Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan begitu saja." Menurut Imam Syafi'y, ayat tersebut bermakna bahwa manusia mengira bahwa mereka hidup tidak diperintah atau dilarang, sedangkan tujuan hidup manusia yang sejati adalah menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya, yaitu ibadah.

Apabila manusia menjalankan perintah Allah yang ada dalam syariat Islam, maka mereka mendapatkan pahala dan kebahagiaan. Sementara itu, jika mereka melanggar apa yang menjadi larangan-Nya, maka mereka mendapatkan dosa dan siksa. Oleh karena itu, para ulama sepakat bahwa inti dan hakikat ibadah adalah mengerjakan segala perintah Allah dan menjauhi larangan Allah yang akhirnya membawa ibadah sebagai tujuan hidup, baik jin dan manusia, termasuk segenap makhluk di alam semesta.

0 Response to "Ibadah Sebagai Tujuan Hidup"

Post a Comment