Kota Kudus Menjadi Surga Pedagang Kaki Lima

KUDUS, Islamcendekia.com - Sebagai bentuk peringatan Hari Jadi Kota Kudus yang ke-464 sekaligus merayakan Hari Kemerdekaan ke-69 Indonesia, Pemerintah kabupaten (Pemkab) Kudus menggelar festival bertajuk "Gebyar Pedagang Kaki Lima Kabupaten Kudus" yang diselenggarakan di kawasan Simpang Tujuh, Kudus, Kamis (21/8) malam.

Acara yang digelar semalam ini diikuti kurang lebih 700 pedagang kaki lima (PKL) yang menjajakan berbagai produk kebanggan Kudus, seperti kuliner dan pakaian. Selain itu, berbagai lomba anak, tarian daerah, dan hiburan musik meramaikan suasana gebyar PKL.

Kota Kudus Menjadi Surga Pedagang Kaki Lima

Ada yang unik dari acara ini. Di saat daerah lain berbondong-bondong memusuhi pedagang kaki lima, tetapi Pemkab Kudus justru menggandeng dan membina pedagang kaki lima. "Banyak orang mengatakan kalau pedagang kaki lima itu tidak bisa diajak bicara, tetapi malam ini Kudus bisa membuktikan bahwa pedagang kaki lima bisa berdialektika dengan baik kepada pemerintahan," ujar Bupati Kudus H Musthofa saat ditemui di Kantor Bupati Kudus.

Musthofa mengatakan bahwa pedagang kaki lima justru menjadi aset daerah yang membanggakan karena apabila dibina dengan baik, mereka bisa menjadi kekuatan luar biasa untuk membangun perekonomian secara mandiri. "Kami ingin membangun pasar rakyat di Kudus yang bisa berdampingan dengan baik dengan pasar modern. Dengan begitu, perekonomian di Kudus perlahan akan semakin meningkat pesat," imbuh Musthofa.

Kebijakan Bupati Kudus Musthofa

Kesadaran akan pentingnya membina pedagang kaki lima merupakan kebijakan yang ditempuh Bupati Kudus Musthofa sebagai salah satu upaya untuk menciptakan perekonomian Kudus yang maju dan mandiri.

Di tengah maraknya perlawanan terhadap pedagang kaki lima, kebijakan Musthofa justru merangkul pedagang kaki lima dan ingin menjadikan Kudus sebagai kota yang ramah terhadap pedagang kaki lima. "Kami ingin menjadikan Kudus sebagai kota yang ramah dengan PKL sehingga Kudus menjadi surganya PKL. Tentu, PKL yang tertib, tahu aturan, bisa diajak komunikasi dan bisa bersinergi dengan baik kepada pemerintahan," tuturnya.

Kebijakan Musthofa dan jajaran Pemkab Kudus disambut hangat oleh segenap masyarakat Kudus. "Ke depan, kami ingin menciptakan pasar rakyat di Kudus yang bukan dikelola oleh pemerintah, tetapi kami serahkan sepenuhnya kepada PKL," ujarnya.

Dalam hal ini, Pemkab Kudus memberikan bantuan kepada pedagang kaki lima berupa 1.300 unit gerobak dan lapak untuk berdagang, serta membentuk koperasi paguyuban bagi pedagang kaki lima. []

Dilaporkan oleh Lismanto

0 Response to "Kota Kudus Menjadi Surga Pedagang Kaki Lima"

Post a Comment