Pengertian Ibadah Menurut Ahli Ushul Fiqh

Menurut ahli ushul fiqh, definisi ibadah dikategorikan ke dalam dua hal. Pertama, ibadah atau syariat yang tidak jelas illat dan hikmahnya. Illat dalam kajian ushul fiqh diartikan sebagai sebab musabab. Jadi, ibadah kategori pertama ini dikatakan sebagai ibadah di mana seseorang tidak mengetahui sebab Allah memerintah untuk beribadah. Manusia juga tidak mengerti hikmah di balik perintah ibadah tersebut.

Hal tersebut dikatakan sebagai ibadah ta'abbudiyah yang berarti ibadah yang dilakukan semata karena Allah dengan niat menghamba kepada Allah meskipun tidak mengetahui sebab musabab atau alasan dan hikmah diperintahkannya ibadah tersebut. Hal ini menurut ahli ushul fiqh disebut dengan "ghairu ma'qulatil ma'na" yang memiliki arti "tidak terang hikmahnya".

Sebagaimana dijelaskan di atas, ibadah yang dilakukan semata karena ketundukan, ketaqwaan dan penghambaan kepada Allah meskipun tidak mengetahui sebab, alasan dan hikmahnya disebut dengan "umur ta'abbudiyah". Kebalikan dari ibadah ta'abbudi adalah ibadah ta'akkuli di mana ibadah jenis sudah diketahui sebab, alasan, serta hikmahnya. Ibadah ta'akuli yang akan dijelaskan ke dalam ibadah jenis kedua di bawah ini.

Kedua, ibadah yang sudah jelas illat dan hikmahnya. Ibadah ini dinamakan "ma'qulatul ma'na" yang berarti "artinya sudah bisa dipahami" atau "umur adiyah" yang berarti "urusan keduniaan". Oleh karena itu, ulama ushul fiqh memberikan pengertian bahwa ibadah ma'qulatul ma'na adalah ibadah yang melengkapi segala ibadah yang tidak diketahui sebab dan hikmahnya.

Ibadah ma'qulatul ma'na ini bisa dikategorikan sebagai ibadah muamalah di mana syariat muamalah biasanya dalil, landasan hukum, illat dan hikmahnya bisa diketahui secara jelas dan gamblang. Demikian pengertian ibadah menurut ahli ushul fiqh, semoga bermanfaat bagi pembaca.

0 Response to "Pengertian Ibadah Menurut Ahli Ushul Fiqh"

Post a Comment