Pengertian Ibadah Menurut Ulama Tauhid, Tafsir dan Hadis

Pengertian dan definisi ibadah menurut ahli agama memang tergantung pada kepakarannya, apakah ia ahli agama di bidang bahasa (lughowiyah), ahli tauhid, ahli fikih, ahli tafsir, ahli hadis, atau ahli akhlak. Perbedaan disiplin ilmu yang dimiliki juga membuat definisi yang dibuat mengenai ibadah menjadi berbeda.

Menurut ulama tauhid, ibadah berarti adalah tauhid. Sementara kita tahu bahwa tauhid berarti perbuatan yang mengesakan Allah sebagai pencipta seluruh alam semesta. Dalam hal ini, ulama tauhid memberikan definisi tauhid adalah perbuatan mengesakan Allah, perbuatan yang sepenuhnya ta'zhim kepada Allah, merendahkan diri kepada Allah, menundukkan segenap jiwa dan raga kepada Allah, serta menyembah Allah sebagai Tuhan pencipta alam semesta.

Dalam ejaan bahasa Arab, pengertian ibadah menurut ulama tauhid dilafazhkan: "al ibadatu al tsauqidu" yang berarti ibadah adalah tauhid. Kata "ikrimah" yang diambil dari Al Quran menurut ulama tauhid diartikan sebagai tauhid.

Ulama tauhid mentakrifkan tauhid dengan definisi: "Mengesakan Allah sebagai Tuhan yang disembah, mengitikadkan juga keesaan Allah kepada dzat Allah, pada sifat Allah dan pada pekerjaan Allah. Allah sendiri melalui Al Quran Adz Dzariyat ayat 56 mengatakan: "Dan Aku (Allah) tidak jadikan jin serta manusia, kecuali agar mereka (jin dan manusia) menyembahKu (mentauhidkan Allah)."

Dalam QS An Nisa ayat 35, Allah juga berkata: "Dan beribadahlah kamu untuk Allah dan jangan kamu mensyarikatkan sesuatu dengan-Nya." Nabi Muhammad Saw juga bersabda: "Doa adalah dalangnya ibadah (baca: tauhid)".

Pengertian ibadah menurut ulama tafsir dan hadis disamakan dengan ulama tauhid. Bisa dikatakan, ulama tafsir dan hadits memiliki pandangan serupa dengan ulama tauhid dalam kaitannya dengan definisi ibadah. Hal ini merupakan kesimpulan Litbang Islamcendekia.com melalui buku "Kuliah Ibadah" yang ditulis Muhammad Hasbi Ash Shiddieqy (Pustaka Rizki Putra, 2000).

0 Response to "Pengertian Ibadah Menurut Ulama Tauhid, Tafsir dan Hadis"

Post a Comment