Mengenal Para Wali Songo

Mengenal para wali songo menjadi satu refleksi kebangsaan-keagamaan yang perlu menjadi teladan bersama. Para wali songo di Nusantara dikenal sebagai sembilan tokoh penyebar agama Islam yang paling populer.

Mengenal para wali songo juga menjadi catatan sejarah penting bagaimana perjuangan para wali, terutama wali songo betapa para leluhur kita berjuang dengan semangat dan pengorbanan saat menegakkan syiar agama Islam di bumi Nusantara. Hasilnya, agama Islam menjadi agama mayoritas di Indonesia. Bahkan, penduduk negara dengan penduduk beragama Islam terbesar di dunia adalah Indonesia mengalahkan Saudi Arabia yang diklaim sebagai negara Islam.

Mengenal Para Wali Songo

Mengenal para wali songo kita tidak akan lepas dari sembilan tokoh wali yang menyebarkan agama Islam di Nusantara pada sekitar abad 14, sebelum hadirnya para penjajah yang menduduki Nusantara pada sekitar abad 17-18 an. Sembilan wali yang dikenal walisongo, antara lain Sunan Gresik dengan nama asli Maulana Malik Ibrahim, Sunan Ampel dengan nama asli Raden Rahmat, Sunan Bonang dengan nama asli Makhdum Ibrahim, Sunan Drajad dengan nama asli Raden Qasyim, Sunan Kudus dengan nama asli Ja'far Shadiq, Sunan Giri dengan nama asli Ainul Yaqin atau Raden Paku, Sunan Kalijaga dengan nama asli Raden Said, Sunan Muria yang merupakan putra Sunan Kalijaga bernama Raden Umar Said dan terakhir adalah Sunan Gunung Jati yang bernama asli Syarif Hidayatullah.

Sunan Gresik
Sunan Gresik merupakan keturunan ke-22 Nabi Muhammad yang juga dikenal dengan Sunan Tandhes. Makam Sunan Gresik berada di Desa Gapura Wetan, Gresik, Jawa Timur.

Secara umum, Sunan Gresik dianggap sebagai wali paling tua yang menyebarkan agama Islam di tanah Jawa. Sunan Gresik membangun pondok pesantren di daerah Leran, Gresik dan wafat pada sekitar tahun 1419.

Sunan Ampel
Sunan Ampel yang memiliki nama asli Raden Rahmat adalah sesepuh dari para wali sembilan lainnya. Sunan Ampel adalah anak dari Ibrahim Zainuddin al Akbar dan seorang putri Champa bernama Dewi Condro Wulan.

Sunan Ampel menjadi salah satu dalang yang mengakhiri kekuasaan Majapahit dan melahirkan Kesultanan Islam Demak Bintoro dengan Raden Patah sebagai raja pertamanya. Sunan Ampel punya pesantren di Ampel Denta, Surabaya. Saat ini, makam sunan Ampel berada di dekat Masjid Ampel, Surabaya.

Sunan Bonang
Sunan Bonang adalah keturunan ke 23 dari Nabi Muhammad Saw. Sunan Bonang adalah anak dari Sunan Ampel dengan perkawinannya bersama Nyai Ageng Manila yang merupakan putri Adipati Tuban yang bernama Arya Teja.

Sunan Bonang menyebarkan ajaran Islam melalui kesenian, salah satu ciptaan Sunan Bonang adalah suluk Wijil dan tombo ati. Universitas Leiden (kampus ternama di Belanda) memiliki sebuah buku yang berisi ajaran-ajaran Sunan Bonang bernama Het Boek van Bonang.

Sunan Bonang wafat sekitar tahun 1525 dan makamnya terletak di daerah Tuban, Jawa Timur. Ada pula yang mengatakan di daerah pesisir Lasem atau Rembang.

Sunan Drajat
Sunan Drajat yang bernama asli Masih munat atau Raden Qasyim adalah anak dari Sunan Ampel yang merupakan keturunan ke 23 Nabi Muhammad. Sunan Drajat memilih dakwah dengan pendekatan sosial.

Melihat silsilahnya, Sunan Drajat berarti adalah saudara kandung dari Sunan Bonang. Sunan Drajat menghasilkan karya macapat pangkur dan meninggalkan gamelan Singomengkok yang disimpan di Museum Daerah Sunan Drajat, Lamongan, Jawa Timur. Sunan Drajat wafat pada tahun sekitar 1522.

Sunan Kudus
Sunan Kudus adalah keturunan ke 24 Nabi Muhammad yang lahir dari perkawinan Sunan Ngundung dengan Syarifah Ruhil atau yang dikenal dengan Nyai Anom. Sunan Kudus memiliki peran penting dalam berdirinya kerajaan Demak Bintoro.

Sunan Kudus juga merupakan panglima perang atau senopatinya Kesultanan Demak yang juga merupakan penasehat Sultan Demak dan juga hakim peradilan negara. Sunan Kudus lebih memilih berdakwah di kalangan penguasa atau priyayi.

Salah satu murid Sunan Kudus yang paling populer adalah pangeran Arya Penangsang, Sunan Prawoto sebagai keturunan Raden Patah, termasuk Sultan Hadiwijaya atau Joko Tingkir. Peninggalan paling berharga dari Sunan Kudus adalah menara Kudus yang memiliki gaya arsitektur Islam dan Hindu. Sunan Kudus wafat sekitar tahun 1550 dan dimakamkan di sekitar menara Kudus.

Sunan Giri
Sunan Giri adalah anak dari Maulana Ishaq. Sunan Giri merupakan keturunan ke 23 Nabi Muhammad. Sunan Giri adalah murid dari Sunan Ampel dan masih seperguruan dengan Sunan Bonang.

Sunan Giri mendirikan pemerintahan secara mandiri di wilayah Giri Kedaton, Gresik, Jawa Timur. Sunan Giri berperan penting dalam penyebaran agama Islam di wilayah Jawa dan Indonesia timur.

Sunan Kalijaga
Sunan Kalijaga adalah murid dari Sunan Bonang yang dikenal dengan dakwah akulturasi antara Islam dan Jawa yang sangat kental. Kanjeng Sunan Kalijaga biasa memakai kesenian dan budaya sebagai media dakwah, misalnya wayang kulit dan tembang suluk.

Salah satu tembang ciptaan Sunan Kalijaga yang paling populer adalah Lir-Ilir dan Gundul-gundul Pacul. Makam Sunan Kalijaga berada di kompleks pemakaman Kadilangu, Demak, Jawa Tengah.

Sunan Muria
Sunan Muria adalah anak dari Sunan Kalijaga dengan Dewi Sarah. Sunan Muria sendiri menikah dengan Dewi Sujinah yang merupakan adik Sunan Kudus. Makam Sunan Muria berada di pegunungan Muria, Kudus, Jawa Tengah.

Sunan Gunung Jati
Sunan Gunung Jati dengan nama lengkap Syarif Hidayatullah adalah cucu dari Prabu Siliwangi dan anak dari Nyai Rara Santang. Dalam menyebarkan agama Islam, Sunan Gunung Jati terpaksa harus melawan rezim penguasa kakeknya sendiri, yaitu Prabu Siliwangi yang masih menganut agama Hindu dan tidak mau diislamkan.

Sunan Gunung Jati babat alas dan kemudian mendirikan sebuah negara merdeka di Cirebon yang akhirnya lahir Kesultanan Cirebon. Sementara itu, Maulana Hasanuddin, anak Sunan Gunung Jati berhasil berekspansi dan menyebarkan Islam di wilayah Banten dan mendirikan Kesultanan Banten.

Demikian tentang sembilan wali yang dikenal dengan wali songo di mana kesembilan wali tersebut memegang peranan penting dalam penyebaran agama Islam di Jawa dan Nusantara. Oleh karena itu, mengenal para wali songo sebagai tokoh sentral dalam penyebaran agama Islam di Nusantara menjadi catatan sejarah panjang lahirnya Islam di tanah Jawa dan Nusantara.

Penulis: Lismanto/Islam Cendekia

0 Response to "Mengenal Para Wali Songo"

Post a Comment