Cara Menulis Puisi Islami yang Baik dan Benar


SEMARANG, Islamcendekia.com – Apakah masih bingung ketika mau menulis puisi Islami? Padahal menulis puisi merupakan aktivitas mudah. Akan tetapi, hal itu bisa menjadi sulit jika tidak tahu teknik, cara dan metodenya.

Cara Menulis Puisi Islami sebenarnya hampir sama seperti puisi-puisi pada umumnya. Namun pada kontennya lebih pada subtansi Islam. Puisi Islam tetap berbeda dengan puisi-puisi pada umumnya, karena ia lebih menunjukkan dakwah Islam.

Cara Menulis Puisi Islami yang Baik dan Benar

Prof Dr Rustono, MHum, guru besar linguistik dan Direktur Program Pascasarjana (PPs) Universitas Negeri Semarang pada Selasa (21/10/2014) mengatakan bahwa menulis puisi sebenarnya sangat mudah. “Caranya sangat mudah, tinggal membalikkan sesuatu yang eksplisit menjadi implisit, formal menjadi non formal,” ujarnya saat memberi materi Teori dan Pembelajaran Menulis di kampus PPs Unnes.

Jadi, lanjutnya, guru bisa mengajarkan menulis kepada siswanya dimulai dari hal paling kecil. Hal itu bisa dilakukan dengan memandang sesuatu dari sudut pandang beda. “Misalnya, rambutnya hitam. Hal itu bahasa umum. Tapi kalau dalam puisi bisa di balik, mislanya hitamnya rambutmu,” jelas Profesor yang akrab disapa Prof Rus tersebut.

Prof Rus juga mengatakan semua kejadian, pengalaman dan kehidupan sehari-hari sastrawan itu bisa menjadi karya. “Kalau penyair, kisah sedih, pahit dan manis dalam hidupnya bisa menjadi puisi. Kalau pencipta lagu bisa menjadi lagu. Kalau penulis novel bisa menjadi novel,” tandasnya. Jadi bisa ditarik simpulan, sebenarnya semua pengalaman hidup baik yang menyenangkan maupun kesedihan bisa menjadi karya sastra.

Senada dengan itu, Hamidulloh Ibda, pemerhati bahasa PPs Unnes, menulis puisi bisa mudah bisa sulit. Sastra, menurut Ibda bisa dipahami sebagai ilmu sastra dan karya sastra. “Karya sastra islami berarti semua karya sastra, baik cerpen atau puisi yang semua isinya bernuansa Islam,” ujarnya pada Islamcendekia.com.

Jika Anda ingin mengetahui cara menulis puisi islami yang baik dan benar, hal utama yang harus dilakukan adalah membaca puisi islami. “Membaca itu guru menulis. Jika ingin menulis puisi islami tapi tak pernah membaca puisi Islami, hal itu akan menghambat bahkan penulis pasti kesulitan,” papar Direktur Utama Forum Muda Cendekia Jawa Tengah itu.

Tak kalah penting, lanjut Ibda, pemilihan tema, kata, judul dan diksi harus pas. “Saat ini sudah banyak puisi islami di internet. Namun rata-rata masih belum punya karakter dan hanya terinspirasi dari penyair-penyair lain. Bagi pemula, cara menulis puisi islami dan metode menulis puisi yang hebat adalah mencari karakter puisi. “Puisi W. S Rendra dengan Taufik Ismail tentu berbeda. Mereka memiliki ciri dan karakter sendiri. Maka, jika kita menulis puisi Islami, kita harus memiliki karakter unik dalam puisi kita,” tutur Ibda.

Menulis puisi Islami, menurut Ibda tidak sekadar memperhatikan masalah benar-salah, baik-buruk, namun juga masalah keindahan. “Puisi yang baik itu kan harus memperhatikan lisensia puitika, ia tak hanya memandang kebaikan, kebenaran, tapi juga masalah indah dan tidak indah,” tandas penulis buku tersebut.

Bagi pemula, khususnya penyair Islam tidak perlu takut menulis puisi. “Puisi yang indah, lanjut Ibda, tidak hanya tentang tema kemanusiaan, moral, etika, cinta, kasih sayang, namun juga soal religi seperti Islam,” ujar Ibda.

Kalau sudah mahir membuat puisi islami yang baik dan benar, coba saja ikutsertakan lomba membaca puisi berhadiah total Rp 50 juta. Info lomba membaca puisi terbaru tingkat nasional berhadiah total Rp 50 juta bisa dibaca di bawah ini. (IC/NM)

Lomba Baca Puisi Tingkat Nasional Berhadiah Rp 50 Juta

0 Response to "Cara Menulis Puisi Islami yang Baik dan Benar"

Post a Comment