Cara Mudah Lolos Tes CPNS


Cara Mudah Lolos Tes CPNS. Iberita.com
Menjelang tes seleksi CPNS 2014, banyak orang mencari cara mudah lolos tes CPNS. Apalagi, genderang pendaftaran seleksi calon pegewai negeri sipil (CPNS) di Jawa Tengah saat ini mulai memanas. Tahun 2014 ini, Jateng mendapat 1.538 formasi CPNS jalur umum.

Khusus untuk Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng mendapat 166 formasi. Selebihnya disebar pada 30 pemerintah kabupaten/kota kecuali  Karanganyar, Kudus, Pemalang, Rembang dan Wonosobo.

Sesuai kebijakan Gubernur Jateng, pelaksanaan rekrutmen CPNS di provinsi/kabupaten/kota di Jateng akan dilaksanakan secara serentak pada minggu pertama atau minggu kedua September 2014. Untuk Pemrov Jateng rincian formasi sudah mendapatkan persetujuan. Dari sejumlah 166 formasi dirinci menjadi 3 kelompok formasi yaitu tenaga guru 4 formasi, tenaga kesehatan 89 formasi dan tenaga teknis 73 formasi. Sedangkan untuk jabatan yang bisa dilamar nantinya akan dimuat di laman website resmi pendaftaran CPNS dan bkd.jatengprov.go.id.

Untuk Kota Semarang sendiri mendapat jatah 75 formasi jalur umum. Formasi itu terdiri dari 35 formasi guru sekolah dasar (SD), 15 formasi tenaga medis dan 25 pegawai fungsional. Tak hanya di Semarang, di kabupaten/kota lainnya juga mulai memanas dan pelamar mulai sibuk mendaftarkan diri.

Godaan Gaji PNS
Magnet CPNS memang kuat dan menggoda semua kalangan. Tak heran, jika antusiasme masyarakat mengikuti seleksi CPNS 2014 sangat besar, terlihat dari membludaknya pengunjung laman panselnas.menpan.go.id. Setiap satu jam, portal resmi pendaftaran CPNS tersebut dikunjungi 208.000 orang per jam, atau mendekati 5 juta pengunjung tiap hari (Kompas, 27/8/2014).

Menjadi pegawai negeri sipil (PNS) saat ini menjadi “primadona” semua sarjana. Besarnya gaji pokok dan banyaknya tunjangan menjadi magnet para lulusan perguruan tinggi memburu CPNS tiap tahun. Dibandingkan dengan profesi lain, PNS tetap menjadi “incaran utama” semua orang. Padahal, untuk menjadi PNS perlu pengorbanan luar biasa, tak hanya materi, fisik, mental dan kecerdasan, namun perasaan kadang juga harus dikorbankan.

Gaji besar dan jaminan pensiun menjadi motivasi mendaftar CPNS. Presiden SBY pada 21 Mei 2014 lalu telah menandatangani Peraturan Pemerintah No. 34 Tahun 2014. PP baru tersebut mengatur peraturan gaji PNS. Dalam lampiran PP itu disebutkan, gaji PNS terendah (golongan Ia masa kerja 0 tahun) adalah Rp 1.402.400,00 (sebelumnya Rp 1.323.000,00).

Sementara gaji PNS tertinggi (golongan IVe masa kerja 32 tahun) adalah Rp 5.302.100,00 (sebelumnya Rp 5.002.000,00). Untuk PNS golongan IIa masa kerja 0 tahun, kini gajinya menjadi Rp 1.816.900,00 (sebelumnya Rp 1.714.100,00), gaji tertinggi PNS golongan IIa adalah Rp 3.031.100,00 (sebelumnya Rp 2.859.500,00).

Gaji terendah PNS golongan IVd kini Rp 3.097.300,00 (sebelumnya Rp 2.922.000,00), tertinggi Rp 5.086.900,00 (sebelumnya Rp 4.799.000,00). Gaji terendah PNS golongan IVe kini Rp 3.228.300,00 (sebelumnya Rp 3.045.600,00), tertinggi Rp 5.302.100,00 (sebelumnya Rp 5.002.000,00). Peraturan ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan (Koran Tempo, 22/5/2014). Jumlah gaji itu belum termasuk tunjangan berupa tambahan penghasilan pegawai (TPP), kesejahteraan pegawai (Kespeg), sertifikasi bagi guru, jaminan pensiun dan sebagainya. Maka tak heran jika PNS menjadi primadona semua kalangan. Namun apakah orientasi PNS hanya sekadar “recehan” belaka? Tentu tidak.

Asa Berebut
Sesuai jadwal Kemenpan RB, Agustus 2014 adalah pengumuman formasi lowongan, pendaftaran dan seleksi berkas CPNS. Pelaksanaan ujian dan tes CPNS pada September 2014 sampai selesai. Pengumuman peserta yang lulus CPNS pada November-Desember 2014 dan penyerahan SK CPNS pada Desember 2014-Februari 2015.

Tahun ini, ada beberapa tes yang dilaksanakan. Pertama; tes kompetensi dasar (TKD) yang terdiri dari tes wawasan kebangsaan (TWK), tes intelegensi umum (TIU), tes karakteristik pribadi (TKP). Kedua; tes kompetensi bidang (TKB) untuk formasi tertentu. Ketiga; tes wawancara untuk formasi tertentu. Rangkaian tes itu sangat sulit jika para peserta tidak siap bekal. Padahal mereka harus bersaing/berebut dengan peserta lain yang jumlahnya ribuan. Menjadi CPNS memang susah ibarat mencari jarum di tumpukan jerami. Meskipun susah, tiap tahun pasti ribuan bahkan jutaan orang tetap melamar CPNS.

Ada pameo yang diyakini masyarakat berbunyi “wong pinter kalah karo wong bejo”. Artinya orang pintar kalah dengan orang beruntung, begitu pula dalam seleksi CPNS. Pameo itu bisa benar dan bisa salah. Mengapa? Pasalnya seleksi CPNS jalur umum tidak bergantung pada “keberuntungan”. Namun lebih pada kecerdasan, ketelitian, kredibelitas perguruan tinggi, akreditasi jurusan/fakultas, legalitas ijazah dan nilai IPK.

Cara mudah lolos tes CPNS dari kejujuran
Seleksi CPNS jalur umum tahun kemarin masih berbasis lembar jawab komputer (LJK). Sedangkan tahun ini berbasis computer assisted test (CAT). Ada beberapa positif dan negatifnya. Positifnya, makin kecil peluang kecurangan. Pasalnya, selama ini proses seleksi CPNS sering dimanfaatkan onkum jahat yang menjanjikan kelulusan tes seorang untuk diterima sebagai PNS. Modus yang paling utama menjanjikan dan meyakinkan masyarakat bisa masuk menjadi CPNS serta memungut sejumlah uang.

Melalui CAT, seleksi CPNS dapat berlangsung transparan, objektif, adil, bebas dari KKN dan tidak dipungut bayaran. Namun, CAT akan menjadi bumerang jika pengelola sistem itu dipegang orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Lewat sistem online, akan makin sedikit peluang publik untuk mengetahui transparansi seleksi CPNS dan rawan “diretas”. Apalagi saat ini kemajuan teknologi makin canggih. Sistem online memang memudahkan, namun sangat berbahaya jika pengendali sistem dipegang oknum jahat.

Ada beberapa hal yang perlu dilakukan. Pertama; pemerintah, Kemenpan RB dan BKD harus memilih orang kredibel sebagai pengelolan sistem seleksi CPNS, baik di pusat maupun daerah. Pemerintah harus menjamin situs itu “antiretas” dan aman. Kedua; masyarakat harus percaya diri dan tak  memercayai calo/oknum yang mengatasnamakan pemerintah dan menjanjikan kelulusan seleksi.

Ketiga; semua harus bersinergi, baik pemerintah, Kemenpan RB,  Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dan pelamar. Bagi pelamar jika menemukan modus penipuan dalam bentuk apa pun, mereka harus segera lapor ke BKD atau melalui hotline Panselnas.

Keempat; agar tidak ada kecurangan, peserta harus maksimal dalam belajar untuk lolos seleksi. Pemerintah juga harus menambah agenda simulasi CAT di berbagai tempat, khususnya di daerah-daerah. Pasalnya, rata-rata pelamar di daerah masih “buta” dengan sistem CAT. Untuk menjembatani itu, masyarakat bisa mencoba simulasi CAT online gratis di laman sc.menpan.go.id, simulasicat.menpan.go.id  atau www.bkn.go.id.

Semua kalangan berharap seleksi CPNS tahun ini bersih, jujur, adil bebas pungli dan penipuan. Kejujuran dalam seleksi CPNS menjadi awal untuk melahirkan abdi negara yang jujur, amanah dan berjuang memajukan bangsa. Semua itu berawal dari kejujuran!

Oleh Dian Marta Wijayanti, S.Pd
Lulusan Terbaik PGSD Unnes 2013, CPNS Kota Semarang 2013

0 Response to "Cara Mudah Lolos Tes CPNS"

Post a Comment