KH Anwar Zahid, Kiai Gaul dan Merakyat

SEMARANG, Islamcendekia.com –  Dalam Islam, berdakwah harus menyenangkan, lucu, mendidik dan tidak membosankan. Hal itu sudah dilakukan KH Anwar Zahid, kiai gaul dan merakyat ini digemari masyarakat Islam di sekitar Pantura, baik di Jawa Timur, Jawa Tengah maupun Jawa Barat.

Menurut informasi yang dihimpun Islamcendekia.com, K.H. Anwar Zahid ini dilahirkan di dukuh Patoman, desa Simorejo, kecamatan Kanor, kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Ia terkenal di daerah Pantura, dan banyak video ceramahnya yang diunggah di situs Youtube. Banyak pula rekaman ceramahnya yang tersebar di internet dengan format mp3.

Salah satu penyebab KH Anwar Zahid terkenal adalah gaya ceramah yang khas, unik dan merakyat. Dengan dialeg bahasa khas Bojonegoro menjadi “ciri khusus” yang tidak dimiliki kiai atau penceramah pada umumnya.

Jika dulu KH Zainudin MZ dikenal sebagai dai sejuta umat, maka KH Anwar Zahid dikenal dengan sebutan “Qulhu wae, Lek” yang melekat di pikiran masyarakat. Gaya kocak dan mengena dalam kehidupan masyarakat, tausiah kiai tersebut menjadi andalan di acara radio, televisi lokal dan sebagainya. Tak heran, jika kiai tersebut dewasa ini mendapat banyak panggilan untuk mengisi ceramah, terutama di pulau Jawa.

Abdillah Munir, lulusan IAIN Walisongo Semarang menuturkan bahwa cermaha KH Anwar Zahid sangat merakyat dan mengena terhadap problematika masyarakat. “Ini tipe kiai merakyat, saya sangat menggemarinya,” tutur Munir yang juga penggemar berat KH Anwar Zahid.

Munir juga menuturkan, tipe pendakwah yang ada di Indonesia harus luwes dan tidak kaku. “Dakwah itu harus menyenangkan, merakyat dan tidak elitis. Hal itu sudah dicontohkan kiai Anwar, semua penceramah perlu meniru dan mengembangkan pola dakwahnya,” ujarnya.

Senada dengan itu, Dermawan Setiabudi, pemerhati komunikasi Islam Semarang menyatakan gaya ceramah kiai asal Bojonegoro tersebut sangat khas. “Hal itu membuat kiai tersebut terkenal. Ia memiliki ciri yang tidak dimiliki penceramah pada umumnya,” ujar Dia pada Islamcendekia,com, Jumat (10/10/2014).

Semua penceramah, lanjut Dermawan, harus mengeluarkan ciri khas dan oase guyon mendidik. "Dalam hal guyon, kiai Anwar jagonya. Meskipun kocak sekali, namun tidak berlebihan dan jorok, itulah yang dimiliki KH Anwar Zahid, kiai gaul dan merakyat," pungkasnya.

Reporter dan Editor: Ibda. Foto: KHAZ

0 Response to "KH Anwar Zahid, Kiai Gaul dan Merakyat"

Post a Comment