Mahasiswa Islam Tak Boleh Gaptek Kurikulum


Mahasiswa Islam Tak Boleh Gaptek Kurikulum
SEMARANG, Islamcendekia.com – Mahasiswa Islam tak boleh gaptek kurikulum. Demikian yang disampaikan Hamidulloh Ibda, Direktur Utama Forum Muda Cendekia (Formaci) Jawa Tengah saat memberi materi diskusi di taman Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Walisongo Semarang, Selasa (28/10/2014).

Diskusi ini dihadiri juga Dian Marta Wijayanti, Guru Pendamping Kurikulum 2013 Dinas Pendidikan Kota Semarang sebagai pemateri kedua.

Menurut Ibda, substansi K13 belum ada yang baru. “Sebagai mahasiswa Tarbiyah, teman-teman harus kritis mengkaji sejarah, landasan filosofis, yuridis dan psikologis mengapa K13 diterapkan. Intinya, mahasiswa Islam tak boleh gaptek kurikulum,” papar Ibda.

Mahasiswa Islam, kata Ibda, tugasnya adalah belajar, mengritisi, menganalisis kurikulum. “Karena Anda belum memiliki kekuatan mengubah kurikulum, maka hal utama yang harus dilakukan adalah mengritisi kekurangan dan menambah poin penting agar menjadi bahan perubahan kurikulum 2013. Apalagi sekarang kementerian dibredel menjadi dua, besar dan kecil tentu berdampak pada guru,” ujar lulusan IAIN Walisongo Semarang itu.

Sebagai guru pendamping, Dian juga menjelaskan keluhan guru di lapangan. “Pada kurikulum 2013 ini, guru lebih disibukkan dengan masalah administrasi. Bagi guru tua dan yang sudah berkeluarga, tentu sangat repot dengan tugas di sekolah,” terang Dian.

Menurut guru SD Negeri 1 Sampangan Kota Semarang itu, inti perbaikan pendidikan ada di tangan guru. “Guru itu kader perubahan. Anda harus bersiap-siap untuk menjadi guru revolusioner. Karena inti dari perubahan pendidikan ada di tangan guru,” pungkasnya. (ic/nm)

Jika ingin mengetahui kurikulum 2013 beserta kekurangan dan kelebihannya, baca juga Kekacauan Kurikulum 2013.

0 Response to "Mahasiswa Islam Tak Boleh Gaptek Kurikulum"

Post a Comment