Penghina Jokowi Ditangkap, Pertanda Bangkitnya Orde Baru Kedua?

Penghina Jokowi Ditangkap, Pertanda Bangkitnya Orde Baru Kedua?
JAKARTA, Islamcendekia.com - Baru-baru ini, dunia maya kembali dihebohkan dengan penangkapan MA (23) oleh Mabes Polri, pemilik sebuah akun di facebook yang dianggap melakukan penghinaan (bullying) terhadap Joko Widodo atau Jokowi sebagai presiden terpilih.

Sontak, penangkapan pelaku bullying Jokowi menjadi kontroversi. Bahkan, sejumlah kalangan menganggap penangkapan pelaku penghinaan terhadap Jokowi merupakan over-action, berlebihan dan lebay.

Tak hanya itu, ada sejumlah kalangan yang mengatakan penangkapan Jokowi merupakan sikap Polri yang tebang pilih dan cari muka terhadap pemerintahan Jokowi. Dikatakan tebang pilih, karena Polri hanya menangkap pelaku penghina Jokowi dari kalangan wong cilik. Sementara itu, bullying Jokowi yang dilakukan media Tabloid Obor Rakyat samasekali tidak tersentuh oleh Polri.

Dikatakan cari muka, karena tindakan penangkapan terhadap MA dianggap berlebihan dan lebay. "Saya kira, Polri jangan terlalu over reaktif. Teman-teman dari kepolisian juga jangan (ikut-ikutan) over reaktif. Soal (penangkapan pelaku bullying Jokowi) itu sebaiknya dilihat secara benar," ujar Menteri Hukum dan HAM Yasonna Hamonangan Laoly, Rabu (29/10).

Di lain pihak, Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (Kontras) Haris Azhar mengatakan, proses hukum terhadap pelaku penghina Jokowi ada kejanggalan, yaitu molornya proses hukum sampai Pemilihan Presiden 2014 selesai.

Penghina Jokowi Ditangkap, Pertanda Bangkitnya Orde Baru?
Penangkapan terhadap penghina Jokowi mencuat ke permukaan sesaat setelah Jokowi dilantik menjadi presiden dan menetapkan para menteri dalam kabinet kerja.

Hal ini seolah menjadi pertanda atau simbol bangkitnya masa Orde Baru (Orba) kedua yang otoriter. Sementara itu, 10 (sepuluh) tahun Susilo Bambang Yudhoyono menjadi presiden, tidak ada satu pelaku penghina SBY pun yang ditangkap.

"(red: Ini baru beberapa hari), bagaimana kalau sudah satu bulan, satu tahun, hingga lima tahun mendatang. Jangan-jangan Indonesia (mengalami masa yang) lebih kelam dari zaman Orde Baru (Orba)," ujar politikus Demokrat Andi Nurpati.

Senada dengan Andi, Ketua Pengurus Harian Partai Demokrat Syarief Hasan juga mengatakan bahwa seorang pemimpin harus sabar dalam menerima masukan, kritik atau hujatan, serta tidak menegakkan hukum sebagaimana zaman orde baru (Orba).

"Itu (red: bullying terhadap Jokowi) adalah bagian dari saran masyarakat. Kalau Bapak SBY menanggapi kasus itu secara prosedural, misalnya harus dilaporkan ke Polda, itu pun tidak ada penangkapan. Enak jamanku, to?"tutur Syarif.

"Dulu, zaman Soeharto, pelawak senior ditangkap karena menghina Pak Soeharto. Sekarang, seorang pemuda melalui akun facebook ditangkap karena menghina Jokowi. Aroma orde baru (orba) seperti tercium kembali," kata Riski Ahmad, warga asal Pati. (IC/Prabu Jayanegara)

0 Response to "Penghina Jokowi Ditangkap, Pertanda Bangkitnya Orde Baru Kedua?"

Post a Comment