Selingkuh Menurut Pandangan Islam

Selingkuh Menurut Pandangan Islam
Islamcendekia.com – Islam sangat menganjurkan kesetiaan, terutama bagi pasangan suami istri. Dalam sejarah Islam, Nabi Muhammad Saw sudah mencontohkan kesetiaannya terhadap istrinya. Meskipun di AlQuran secara jelas memperbolehkan menikah sebanyak 4 kali, namun kuncinya adalah jika itu semua berbuat adil. Intinya, satu lebih baik jika setia, dan empat sangat tidak terpuji jika tidak bisa berbuat adil. Lantas, bagaimana selingkuh menurut pandangan Islam?

Menurut Nailul Mukorobin, staf pengajar Psikologi Agama Universitas Negeri Semarang, selingkuh itu disebabkan karena adanya peluang dan niat. "Banyak orang tidak niat selingkuh, tapi karena ada peluang, ia akhirnya selingkuh," ujarnya. Maka, lanjut Iluk, orang yang selingkuh itu harus diobati secara psikis. "Itu bisa jadi karena bawaan, atau karena faktor luar. Jadi, solusinya ia harus mempertebal agamanya," jelas Dia.

Apa makna selingkuh yang sebenarnya?
Selingkuh, secara bahasa Indonesia diartikan sebagai perbuatan suka menyembunyikan sesuatu untuk kepentingan sendiri; tidak berterus terang; tidak jujur; curang; serong; suka menggelapkan uang; bahkan diartikan korup. “Selingkuh itu ibarat menyembuyikan sesuatu yang pasti itu tidak baik dalam kehidupan rumah tangga. Biasanya, faktornya karena broken home, ketidakpuasan salah satu pihak, baik dalam konteks jasmani dan rohani, serta adanya pengganggu atau orang ketiga dalam suatu rumah tangga,” tutur Hamidulloh Ibda, Penulis Buku Stop Pacaran, Ayo Nikah kepada Islamcendekia.com, tak lama ini.

Tidak perlu pakai dalil Islam, lanjut Ibda, sebenarnya secara manusiawi, siapa saja di dunia ini asal dia manusia pasti tidak mau dikhianati. “Apalagi khianat dalam rumah tangga, hal itu sangat menyakitkan dan Tuhan pasti membenci tipe orang seperti itu,” jelasnya. Di dalam Islam, perselingkuhan sering dikaitkan dengan perzinaan. Pasalnya, selingkuh pasti ujung-ujungnya adalah zina.

Belum menikah sudah selingkuh?
Di kalangan pemuda, ada pameo “belum menikah sudah selingkuh?” Sebenarnya itu adalah sindrom ketidakpuasan, bisa juga gaya hidup, atau pemuda yang kehilangan orientasi. “Cinta itu suci, yang tidak suci itu pelakunya. Jadi, selingkuh atas nama cinta itu omong kosong. Hanya alasan ideologis untuk menjawab dan memenangkan orang yang selingkuh saja,” tutur Ibda.

Cinta itu ibarat pedang, ia hanya alat yang bisa digunakan untuk kebaikan dan keburukan. “Jadi, masalahnya bukan pada cinta, tapi pada pelakunya,” papar Ibda yang meneliti perilaku menyimpang pada remaja.

Sudah menjadi naluri, banyak orang ingin memiliki istri sebanyaknya, begitu pula dengan perempuan ingin memiliki suami sebanyaknya. “Namun, di antara mereka yang paling baik adalah yang setia,” ujar Dia.

Uniknya, pemuda kita saat ini kehilangan orientasi. Belum menikah, lanjut Ibda, sudah selingkuh. “Itu lebih baik, karena kalau sudah menikah tapi malah selingkuh, itu berbahaya. Tapi, yang paling baik adalah tidak udah selingkuh, langsung menikah tanpa pacaran dan setia selamanya. Tuhan menjamin dan memberikan tempat yang indah bagi pasangan suami-istri yang setia besuk di akhirat,” jelas Ibda.

Cara menghindari perselingkuhan menurut Islam
Di dalam surat Al-isra’ sudah dijelaskan yang artinya; “Dan janganlah kamu mendekati zina; Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk.”
Ayat tersebut memberi pesan kepada semua muslim agar tidak dekat-dekat dengan perselingkuhan dan zina. “Kan sudah jelas, selingkuh itu harus diputus mata rantainya. Caranya adalah dengan menyukuri nikmat Allah, setia pada istri, mempertebal iman-takwa dan tidak khianat pada istri,” papar Ibda.

Menurut Muhammad Ainun Nadjib alias Cak Nun, suami itu pasti setia, kalau tidak setia, maka tidak pantas disebut suami, begitu pula dengan istri. “Jadi, embel-embel setia itu tidak penting, yang penting menjalankan tugas, peran dan fungsi serta membahagiakan di antara keduanya,” jelas Ibda.

Godaan nafsu di era digital seperti ini memang luar biasa. “Resep untuk mencegah selingkuh sebenarnya, suami istri harus saling menerima kekurangan dan kelebihan. Sebab, akar perselingkuhan itu biasanya diawali dari ketidakpuasan di antara keduanya.

Jadi, selingkuh menurut pandangan Islam sudah jelas dilarang. Sebab, perselingkuhan pasti menjurus perzinaan. Semua orang Islam pasti tahu hukum zina adalah terlarang. Jangankan zina, mendekati saja sudah dilarang dalam Alquran.

Perselingkuhan juga terjadi karena komunikasi salah satu pihak dengan orang lain. Misalnya, lewat BB, ponsel, media sosial seperti twitter dan facebook. “Ada penelitian yang menyatakan facebook rata-rata menjadi alat perselingkuhan. Maka bagi suami istri juga harus saling menjaga agar tidak selingkuh,” ujar mahasiswa Pascasarjana Unnes itu.

Bagi yang memiliki teman, sahabat atau kolega juga harus hati-hati. “Biasanya orang yang terlalu dekat juga berpotensi menjadi teman selingkuh. Banyak contoh yang sudah terjadi. Maka sebagai suami-istri harus menjaga, baik secara jasmani dan rohani agar rumah tangga menjadi damai, bahagia dan sejahtera,” pungkas Ibda.

Menurut Ibda, Tuhan memberi peluang kepada semua orang untuk selingkuh dan setia. "Tinggal milih, kita mau setia apa khianat. Tapi, semua ada tanggung jawabnya. Jadi, silahkan mau pilih yang mana," tuturnya. Demikian selingkuh menurut pandangan Islam. Pertanyaannya kemudian, kalau ciuman menurut Islam bagaimana? Baca selanjutnya: Apa Hukum Ciuman Menurut Islam?

Reporter: Ahmad Hasyim

1 Response to "Selingkuh Menurut Pandangan Islam"