Tafsir Sofwatut Tafasir

Tafsir Sofwatut Tafasir
Dalam kajian tafsir agama Islam yang berkembang, salah satu tafsir yang menjadi rujukan akademis adalah Tafsir sofwatut tafasir. Melalui kitab Shofwat  at- Tafasir, pengarangnya yang bernama Muhammad Ali bin Jamil Ash Shabuni menyusun kitab ini selama kurang 5 (lima) tahun yang tentu isinya tidak lepas dari pengaruh dinamika sosial-politik dan budaya yang melingkupi pengarang pada waktu itu.

Dalam kitab Shofwat  at- Tafasir yang kemudian dikenal oleh para cendekiawan Islam dengan sebutan Tafsir Sofwatut Tafasir, Muhammad Ali bin Jamil Ashobuni menjelaskan dan menafsirkan kandungan surat dalam Al Quran dengan metode ijmali disertai dengan penjelasan tentang maksud-maksud yang mendasar dari sebuah ayat dalam Al Quran.

Oleh karena itu, penting kiranya untuk menuliskan tentang data lengkap mengenai kitab Shofwah at-Tafasir yang menjadi khasanah pengetahuan dalam perkembangan ilmu tafsir, termasuk di Indonesia. Berikut ini adalah data Tafsir Sofwatut Tafasir.
Nama yang dikenal: Shofwat  at- Tafasir (tafsir sofwatut tafasir)
Nama pengarang : Muhammad Ali bin Jamil Ashobuni
Kelahiran pengarang: Beliau Lahir pada tahun 1347 H./ 1928 M
Madzhab pengarang : Suni (Ahlus Sunah) al-Asy’ari
Bahasa tulisan: Bahasa Arab
Tanggal/tahun pembuatan : 1400 Hijriah
Jumlah jilid : 3 Jilid
Percetakan : Bairut, Darul Qalam, Jedah, Maktabah Jedah
Biografi Muhammad Ali bin Jamil Ash Shabuni
Beliau Ustadz Syaikh Muhammad Ali bin Jamil Ash Shabuni adalah dosen di fakultas Syari’ah di perguruan tinggi islam di Makah al mukaromah. Syekh Muhammad Ali al-Shabuni begitu mendunia. Beliau merupakan seorang ulama dan ahli tafsir yang terkenal dengan keluasan dan kedalaman ilmu serta sifat wara-nya.

Nama lengkap beliau adalah Muhammad Ali Ibn Ali Ibn Jamil al-Shabuni. Beliau lahir di kota Helb Syiria pada tahun 1928 Masehi. Setelah lama berkecimpung dalam dunia pendidikan di Syiria, beliau melanjutkan pendidikannya di Mesir, serta merampungkan program magisternya di Universitas Al-Azhar mengambil tesis khusus tentang Perundang-Undangan dalam Islam pada tahun 1954 Masehi.

Karya-Karya Muhammad Ali Ash Shabuni
Adapun karya-karya Muhammad Ali bin Jamil Ash Shabuni sangat banyak yang sebagian besar konsen pada bidang tafsir. Berikut ini adalah karya-karya Muhammad Ali Ash Shabuni:
  1. Shofwah at-Tafasir
  2. Mukhtasar Tafsir Ibn Katsir
  3. Mukhtashar Tafsir al-Thabari
  4. Jammi al-Bayan
  5. al-Tibyan fi Ulum al-Qur’an
  6. al-Mawarits fi al-Syari’ah al-Islamiyah ‘ala Dhau al-Kitab
  7. Tanwir al-Adhan min Tafsir Ruh al-bayan
  8. Qibsu mi Nur al-Qur’an

Sekilas Tafsir Shofwatu Tafasir
Sebuah karya, apapun jenisnya termasuk kitab tafsir dalam masa pembuatannya, pasti tidak dapat lepas dari aspek kultur-sosial yang ada pada waktu itu. Termasuk karya shofwatu tafasir yang lahir pada tahun 1930 di mana dilahirkan dari tangan seorang ilmuwan kelahiran Syiria yang menambah deretan khazanah keilmuan Islam. Shafwah Al Tafasir yang disusun selama kurang lebih lima tahun memberikan kesan bagi para sebagian kalangan ulama dan para pemerhati tafsir.

Terlepas dari kelebihan dan kekurangan karya yang dilahirkan Al Shabuni ini memiliki latar yang memberikan warna terhadap alur pikirannya dalam menafsirkan Al-Quran sebagai kitab induk, kitab utama, dan kitab suci umat Islam. Dari data yang didapatkan tentang latar belakang penyusunan kitab Shafwah Al Tafasir, beliau mengatakan:
  1. Menjunjung kalimatullah untuk memberi pemahaman terhadap kebutuhan umat dalam memahami agama
  2. Keberadaban Al-Quran itu sendiri yang kekal dengan penuh keajaiban-keajaiban, penuh dengan mutiara-mutiara kehidupan, senantiasa memicu akal untuk mengkajinya
  3. Kenyataan semua ilmu akan hilang dimakan jaman, kecuali ilmu Al-Quran
  4. Kewajiban ulama tetap mesti menjadi jembatan bagi pemahaman umat terhadap Al-Quran dengan memberikan kemudahan dalam mengkajinya

Dari pemaparan Al Shabuni diatas, tampaknya kita bisa melihat bagaimana kondis sosial-kemasyarakatan yang ada ketika beliau menciptakan kitab tafsir Shafwah Al Tafasir. Jelas siapa yang menjadi sasaran atau objek, serta bagaimana respon tafsirnya terhadap kultur dan kebutuhan lingkungan masyarakat di mana Al Shabuni tinggal.

Metodologi Tafsir Sofwatut Tafasir
Dalam menafsirkan ayat-ayat Al Quran, Al Shabuni tidak lepas dari metode-metode yang digunakan sebagai kerangka berpikir dan landasan dalam menafsirkan Al Quran. Termasuk saat menafsirkan ayat Al Quran melalui kitab Tafsir Sofwatut Tafasir, Al Shabuni memiliki metode, yaitu sebagai berikut:
  1. Menyusun kategori ayat-ayat untuk menjelaskan pada setiap permasalahan dalam surat dan ayat Al Quran
  2. Menafsirkan kandungan surat Al Quran dengan metode ijmali beserta dengan penjelasan maksud-maksud dari tiap-tiap ayat yang mendasar
  3. Membahas munasabah antara ayat satu dengan ayat yang lain sebelum dan sesudahnya
  4. Menjelaskan aspek kebahasaan secara etimologi, serta menjelaskan perbandingan aspek kebahasaan dengan pendapat ahli bahasa Arab
  5. Menjelaskan bagaimana sebab-sebab turunnya Al Quran yang dikenal dengan Asbabun Nuzul
  6. Menjelaskan dari segi gaya bahasa Al Quran yang dikenal dengan istilah balaghah
  7. Menjelaskan manfaat, faedah, pesan serta hikmah-hikmah dalam surat dan ayat Al Quran
  8. Memberikan istinbath hukum

Demikian sekilas Tafsir Sofwatut Tafasir yang diharapkan dapat membantu pelajar, mahasiswa, termasuk para ulama yang sedang belajar dan menggali informasi seputar kitab Shofwat  at- Tafasir beserta dengan pengarangnya yang bernama Muhammad Ali bin Jamil Ash Shabuni. (Teologi Islam/Islamcendekia.com)

0 Response to "Tafsir Sofwatut Tafasir"

Post a Comment