Awas, Sopir Taksi Blue Bird Jakarta Sering Curang, Nakal dan Tidak Profesional

Awas, Sopir Taksi Blue Bird Jakarta Sering Curang, Nakal dan Tidak Profesional
JAKARTA, Islamcendekia.com - Awas, sopir taksi blue bird yang beroperasi di Jakarta seringkali berbuat curang, nakal dan tidak profesional. Hal ini memprihatinkan dan mencoreng nama baik perusahaan taksi Blue Bird Group.

Salah seorang wartawan Islamcendekia.com berangkat dari Hotel Amaris Pasar Baru menuju stasiun kereta api Pasar Senin, Jakarta Pusat, Jumat (28/11/2014). Wartawan kami yang notabene berbicara logat Jawa-Semarang dianggap sopir Blue Bird tidak tahu area Jakarta.

Karena itu, sopir Blue Bird yang memiliki nama lengkap "Suparto" atau "Suprapto" berkumis tebal dengan kode taksi GXT 180 ini memilih jalur yang panjang dan berbelok-belok sehingga menambah nilai agro pada taksi. "Lho, pak? Lurus ke depan beberapa meter kan sudah sampai Stasiun Senin?" tanya wartawan kami.

"Oh, anu. lewat sini bisa buat jalan," begitu jawab sopir taksi Blue Bird yang menjawab pertanyaan wartawan kami selang berdiam tak bisa jawab. Sontak saja, taksi yang seharusnya tinggal beberapa meter sampai di stasiun Senin dibelokkan ke arah kiri, lalu kanan hingga menaikkan nilai agro sehingga wartawan kami harus membayar taksi lebih mahal.

Untungnya, wartawan kami berbaik hati dan menambahkan uang saku tambahan sebesar Rp 10.000 kepada sopir taksi. "Dia berbuat curang, nakal dan tidak profesional, mungkin saja gajinya sedikit untuk hidup di Jakarta dan menghidupi keluarganya sehingga kejar setoran. Meski begitu, cara ini tidak dibenarkan karena para sopir itu mencari nafkah dengan cara yang haram sehingga anak istrinya juga makan dengan barang haram. Semoga para sopir Blue Bird bisa bertaubat dan jujur," ujar wartawan kami kepada redaksi.

Peristiwa ini bukan kali pertamanya. Pernah, beberapa orang yang kami hubungi yang notabene orang Jawa-tidak tahu area Jakarta yang menggunakan taksi Blue Bird pernah suatu ketika sopir berhenti dan bertanya-tanya kepada orang di sekitar dengan waktu yang sangat lama, sementara nilai agro terus naik.

"Saya pernah ke Tebet dan berkunjung dua kali. Dikira saya tidak tahu area Tebet dan sopir memutar-mutarkan jalan yang seharusnya dekat dan mudah dijangkau dengan mobil," ujar Pujianto, seorang guru di salah satu madrasah aliyah di Jepara yang menceritakan kecurangan sopir taksi Blue Bird waktu ia masih menjadi mahasiswa.

Kalau kecurangan para sopir taksi Blue Bird terus dibiarkan perusahaan dan tidak ada didikan khusus untuk jujur dan melayani penumpang secara profesional, taksi Blue Bird bisa jadi kehilangan kepercayaan dari para pelanggan. Dalam taraf yang lebih tinggi, bisa jadi taksi Blue Bird akan gulung tikar jika terus berbuat curang dan tidak profesional.

Ini bisa menjadi pembelajaran bagi penumpang yang berasal dari daerah yang berkunjung ke Jakarta, sebaiknya berhati-hati menggunakan jasa taksi Blue Bird atau taksi lain yang curang dan tidak profesional. Sebagai tips, gunakan metromini atau bertanya terlebih dahulu dengan orang di sekitar jalur menuju tempat atau lokasi yang Anda kunjungi sebelum menggunakan jasa taksi.

0 Response to "Awas, Sopir Taksi Blue Bird Jakarta Sering Curang, Nakal dan Tidak Profesional"

Post a Comment