IAIN Walisongo Jadi UIN Walisongo, Inilah Komentar Alumni IAIN Walisongo Semarang


Semarang, Islamcendekia.com – Perubahan IAIN Jadi UIN Walisongo Semarang disambut mesra beberapa dosen, warga kampus, dan beberapa alumni. IAIN Jadi UIN Walisongo, Inilah Komentar Alumni IAIN Walisongo Semarang yang berbeda pendapat dan menilai dari berbagai sudut pandang tentang perubahan status tersebut.

Abdillah Munir, alumnus Siyasah Jinayah Fakultas Syariah IAIN Walisongo angkatan 2003, mengatakan perubahan IAIN jadi UIN Walisongo harus berdampak pada semua aspek. “Jika IAIN jadi UIN, dipastikan biaya kuliah semakin mahal. Dulu saya kuliah tahun 2003, per semester hanya Rp 500 sampai 550 ribu saja,” ujarnya pada Islamcendekia.com, pada Jumat (14/11/2014). Jika dibandingkan sekarang, katanya, tentu lebih mahal apalagi menjadi universitas.

Menurut Muharom Alrosid, lulusan Tadris Bahasa Inggris angkatan 2007 menyatakan perubahan IAIN menjadi UIN Walisongo tentu bagus. “Namun perubahan nama, status, harus berubah pula kualitas lulusannya,” ujarnya.

Perubahan dari IAIN menjadi UIN memang membutuhkan proses panjang. Hal itu dinilai Hamidulloh Ibda, lulusan FITK IAIN Walisongo sebagai perubahan yang bisa menjadi baik. “IAIN Walisongo secara resmi berdiri pada hari Senin Wage tanggal 6 April 1970, sudah lama status IAIN dan sebentar lagi menjadi UIN Walisongo. Harapan kami sebagai alumnus, ke depan harus ada revolusi besar-besar di semua hal, mulai dari sistem pendidikan, kurikulum, integrasi keilmuan, peningkatan kualitas lulusan, SDM memadai dan sebagainya,” paparnya.

Namanya perubahan, kata Anik Sukaifah lulusan Tadris Biologi FITK IAIN Walisongo, adalah semua hal. “Perubahan itu tidak hanya nama dari istitut menjadi universitas, namun semua hal ya harus berubah. Artinya, tidak harus dengan ganti gedung, tapi yang penting adalah kualitas pembelajarannya. Jangan sampai ada UIN rasa IAIN, kan sama saja,” ujarnya.

Berbeda dengan hal itu, Ahwani, mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab (PBA) angkatan 2008 mengatakan UIN Walisongo belum berjalan, karena belum resmi dilaunching. “Jadi, kami masih menyimpan secercah harapan, yang katanya jika jadi UIN akan ada perubahan signifikan di berbagai bidang, termasuk integrasi ilmu dan harga jual lulusan,” ujarnya.

Lulusan jurusan KPI Fakdakom IAIN Walisongo, M Shofi Falikul Isbach mengatakan perubahan IAIN jadi UIN itu adalah mimpi lama yang kini sudah terwujud. “Semoga perubahan ini menjadi awal perbaikan. Sebagai alumni, kita mendoakan dan mendukung apa saja yang terjadi di kampus UIN asal memihak kepada kebenaran dan keadilan yang bermanfaat bagi masyarakat,” paparnya. (IC/NM/Foto:Islamcendekia.com).

0 Response to "IAIN Walisongo Jadi UIN Walisongo, Inilah Komentar Alumni IAIN Walisongo Semarang"

Post a Comment