Mahasiswa Islam Seluruh Indonesia Tolak Kenaikan BBM ala Jokowi

Mahasiswa Islam Seluruh Indonesia Tolak Kenaikan BBM ala Jokowi
JAKARTA, IslamCendekia.Com - Mahasiswa Islam seluruh Indonesia tolak kenaikan BBM ala Jokowi. Hal ini terlihat dari sejumlah aksi demonstrasi yang dilakukan hampir sebagian besar mahasiswa Islam di berbagai daerah di seluruh Indonesia.

Mulai dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), hingga Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM).

Salah satu demo menolak kenaikan BBM ala Presiden Joko Widodo, antara lain di Semarang, Makassar, hingga di depan Istana Negara di Jalan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (21/11/2014). "Jokowi bego, Jokowi begok, Jokowi bego," teriak ratusan mahasiswa di depan istana negara yang menyebabkan kemacetan sebagaimana dilansir Republika.co.id.

"Tegakkan kedaulatan ekonomi Republik Indonesia untuk kesejahteraan rakyat. Tolak kenaikan BBM dan tarif dasar listrik," demikian tulisan tuntutan yang mengatasnamakan kaum pekerja Indonesia yang berafiliasi melakukan demo dengan Pengurus Besar (PB) PMII.

"Petisi kaum pekerja Indonesia. Tolak kenaikan BBM dan segera laksanakan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011 tentang BPJS," tambahnya.

"Kenaikan BBM ala Jokowi ini sungguh ironis sekaligus rekor bagi Jokowi. Soalnya, Jokowi menaikkan harga BBM premium di saat harga minyak dunia sedang turun. Ini ironis, tetapi juga rekor karena kebijakan ini langka dalam sepanjang sejarah kenaikan BBM. Rekor yang memprihatinkan," ujar Saifulloh mewakili Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) UIN Walisongo Semarang.

Sayangnya, sejumlah media seperti Metro TV dan Harian Kompas yang notabene mendukung pemerintahan Jokowi, tidak independen dan tidak berimbang lagi saat memberitakan demo kenaikan BBM oleh mahasiswa yang kemudian dibelokkan dengan berita permusuhan antara masyarakat dengan mahasiswa saat demo. Sayang sekali. (ic/prabu jayanegara)

0 Response to "Mahasiswa Islam Seluruh Indonesia Tolak Kenaikan BBM ala Jokowi"

Post a Comment