Cara Islam Mengucapkan Natal yang Baik dan Benar

Cara Islam Mengucapkan Natal yang Baik dan Benar
Bagaimana cara Islam mengucapkan natal yang baik dan benar? Pertanyaan ini muncul dari salah seorang pembaca setia IslamCendekia.Com melalui surat yang ditujukan kepada email kami. Untuk menjawab ini, kami akan bertanya kepada Lismanto, Ketua Pusat Penelitian dan Pengembangan Studi Islam IslamCendekia.Com.

Cara Islam mengucapkan Natal, bagaimana?
Sebelum Anda bertanya soal itu? Apa tujuan dan landasan Anda ingin mengucapkan selamat Natal? Jika Anda ingin mendedikasikan diri sebagai umat Muslim yang toleran sebagaimana diajarkan oleh Rasulullah Muhammad Saw dengan tidak mencampuradukkan akidah dan keyakinan, maka ucapan natal itu boleh dan malah dianjurkan.

Sebaliknya, apabila Anda hanya ikut-ikutan tanpa punya landasan dan tujuan apapun yang pada akhirnya membawa Anda mendekati murtad, saya kira ini tidak boleh. Sebagaimana dalam QS Al Kafirun: "Lakum dinukum waliyadin: untukmu, agamamu dan untukku, agamaku."

Nah, kalau kita sudah tahu arti dan makna Surat Al Kafirun sejati dengan akidah yang kuat bahwa Allah adalah Tuhan yang maha esa, Muhammad Rasul-Nya, dan Nabi Isa as juga merupakan rasul-Nya, maka mengucapkan selamat hari natal itu sah sah saja, malah dianjurkan. "Selamat natal ya, saudaraku. Selamat natal, kawan." Demikian kata-kata singkat untuk mengucapkan Natal yang baik dan benar disertai hati, keyakinan, dan akidah yang kuat sesuai dengan kepercayaan dalam Islam.

Islam merayakan natal, boleh atau tidak?
"Bagi umat Muslim, silakan merayakan Natal sesuai dengan QS Al Kafirun: untukmu agamamu, untukku agamaku. Jadi, merayakan Natal itu bagi umat Islam boleh-boleh saja asal sesuai dengan akidah Islam, yaitu merayakan kelahiran nabi Isa as yang dilahirkan dari Ibu Maryam," ujar Lismanto.

"Kalau Anda Muslim dan benar-benar ingin merayakan Natal, ya jangan berlebihan. Sebagaimana kita tahu, sesuatu yang berlebihan itu tidak baik dan teman setan. Toh, ngapain mau merayakan Natal karena perayaan umat Islam itu sangat banyak dalam setahun, mulai dari Idul Fitri, Idul Adha, hingga tahun baru Hijriah. Kita punya identitas sendiri. Dalam Islam selalu ada pertimbangan rasional dan konteksnya. Tidak bisa dihajar secara kaku dengan dua kata: boleh atau haram?" imbuhnya. (ic/devi)

Baca juga: KH Said Aqil Siradj: Islam Boleh Ucapkan Selamat Hari Natal

0 Response to "Cara Islam Mengucapkan Natal yang Baik dan Benar"

Post a Comment