10 Fakta tentang Jembatan Siratul Mustaqim Menurut Islam

Inilah 10 fakta tentang jembatan Siratul Mustaqim menurut Islam yang tidak kamu ketahui. Seperti apa jembatan sirotol mustaqim itu? Umat Islam menyakini bahwa jembatan ini harus dilewati setiap orang pada zaman dan kehidupan setelah dunia, yakni akhirat.

Umat muslim juga meyakini sepenuhnya bahwa sirotul mustakim adalah jembatan penghubung antara surga dan neraka. Pun, titian siratul mustaqim banyak digambarkan oleh banyak ulama bahwa besarnya lebih kecil sebanyak 7 kali dari sehelai rambut kita.

Terbayang bukan? Untuk menuju surga di kehidupan akhirat kelak, kita harus melewati jembatan yang besarnya tujuh kali lebih kecil dari rambut ini. Secara logika, sangat mustahil. Namun, itulah kebesaran dan pertolongan Allah untuk orang-orang yang beriman dan baik catatan amalnya selama hidup di dunia.

Fakta tentang Jembatan Siratul Mustaqim

Arti dan makna siratul mustaqim
Shirath al mustaqim sendiri diambil dari bahasa Arab yang banyak dijumpai kosakatanya dalam Al Quran. Bahkan, kata ini hampir setiap nafas diucapkan umat muslim saat membaca surat al fatihah yang tiba pada kata "ihdinas siratal mustaqim" yang apabila diterjemahkan dalam bahasa Indonesia berarti tunjukkanlah kami ke jalan yang lurus.

Jadi, secara harfiah siratul mustaqeem (ejaan bahasa Inggris) arti dan maknanya adalah jalan lurus atau juga bisa ditafsirkan jembatan lurus.

Dalam keyakinan umat muslim sebagaimana dijelaskan dalam sumber hukum Islam, jembatan siratul mustaqeem terbentang panjang di atas neraka di mana jalan akhir dari jembatan ini adalah surga. Tentu, deskripsi yang diambil dari Al Quran dan hadis menceritakan bahwa banyak orang terjatuh ke dalam api neraka dan tak sedikit yang bisa melewati hanya dalam kedipan mata atau secepat kilat. Semua itu, tidak lepas dari amal baik dan buruk yang diperbuat manusia selama hidupnya.

Lebih tajam dari pedang
Fakta titian sirotul mustakim digambarkan dengan sebuah garis yang lebih lembut dari rambut dan lebih tajam dari pedang. Terkait dengan keadaan neraka dan jembatan sirath al mustaqim, Al Quran sudah menjelaskan dalam surat Al Maryam ayat 71-72 yang setidaknya memiliki arti dan makna di bawah ini:

"Dan tak ada satu orang pun dari kalian semua, melainkan datang menuju neraka. Bagi Tuhanmu, hal itu merupakan kemestian yang telah ditetapkan. Lantas Kami akan menyelamatkan umat yang bertakwa dan membiarkan umat yang dzalim di neraka dengan keadaan berlutut."

Licin dan berduri
Jika ada yang bertanya titian siratul mustaqim di mana letaknya? Apa dan bagaimana penggambaran jembatan shirotol mustaqim? Untuk menjawab pertanyaan ini, ada satu hadis shahih dan diakui kebenarannya diriwayatkan oleh Al Bukhari yang artinya kurang lebih sebagaimana di bawah ini:

"Licin (serta bersifat) menggelincirkan. Di atas (jembatan siratul mustakim) dijumpai besi-besi pengait dan kawat yang berduri di mana ujungnya bentuknya bengkok. Jembatan itu bagai sebuah pohon yang memiliki duri di Nejd, dikenal pohon Sa'dan.. Serta dibentangkan jembatan jahanam. Aku adalah orang yang pertama melewatinya. Pada saat itu, para rasul berdoa: Ya Allah, selamatkanlah. Pada sirath itu juga ada pengait-pengait layaknya duri pohon Sa'dan. Hanya saja, tidak ada yang tahu ukuran besarnya, kecuali hanya Allah Swt. Oleh karena itu, ia mengaitkan manusia berdasarkan amalan mereka."

Demikian ulasan seputar titian siratul mustaqim yang bersumber dari Al Quran dan hadits yang bisa disimpulkan menjadi 10 fakta, yaitu:

  1. Terjadi di kehidupan akhirat
  2. Banyak yang jatuh dan juga yang selamat
  3. Jembatan menuju surga dengan neraka di bawahnya
  4. Licin dan menggelincirkan
  5. Setajam pedang
  6. Tujuh kali lebih kecil dari sehelai rambut manusia
  7. Berduri dengan ujungnya yang bengkok
  8. Ukuran pasti besar kecilnya jembatan hanya Allah yang tahu
  9. Jadi penentu manusia apakah ia masuk surga atau neraka berdasarkan dari perbuatannya di dunia
  10. Digambarkan durinya seperti pohon Sa'dan di dunia


IslamCendekia.Com/Teks dan foto: Lismanto

0 Response to "10 Fakta tentang Jembatan Siratul Mustaqim Menurut Islam"

Post a Comment