Hukum Orang Islam-Muslim Ucapkan Natal: Boleh atau Haram?

Hukum Orang Islam-Muslim Ucapkan Natal: Boleh atau Haram?
Islamcendekia.com, Semarang - Hukum orang Islam-muslim ucapkan natal, boleh atau haram? Pertanyaan ini masih menjadi perdebatan publik, bahkan di kalangan ulama sekalipun. Ini menunjukkan bahwa filsafat Islam selalu memiliki tafsir yang beragam, kompleks, dan dinamis.

Hal ini yang melatari tim penelitian dan pengembangan (Litbang) IslamCendekia.Com menyelenggarakan diskusi terbatas untuk menjawab banyaknya pertanyaan yang masuk ke email redaksi kami. Pertanyaan tersebut, salah satunya menyangkut: Bagaimana hukum Islam mengucapkan hari raya Natal dan tahun baru? Cara Islam mengucapkan Natal?

Saat ini, ada dua ulama Indonesia yang berpendapat tentang boleh tidaknya mengucapkan selamat hari raya natal kepada umat Kristiani. Pertama, Majelis Ulama Indonesia (MUI) melalui fatwa haramnya melarang umat muslim ucapkan selamat natal. Sementara itu, PB Nahdlatul Ulama (NU) melalui pernyataan umum KH Said Aqil Siradj mengatakan bahwa ucapan natal dari seorang muslim itu boleh asal dengan syarat-syarat tertentu, yaitu mengakui kelahiran Nabi Isa as sebagai utusan Allah, bukan anak Allah sebagaimana keyakinan umat Kristen-Katolik.

Hukum orang Islam ucapkan natal
Berikut pernyataan resmi redaksi IslamCendekia.Com atas pertanyaan: bagaimana hukum orang Islam mengucapkan selamat hari natal kepada umat kristiani?

"Itu tidak apa-apa. Ucapan selamat natal dari orang muslim kepada umat Kristiani itu bukan peristiwa agama, tetapi peristiwa budaya, toleransi, dan kemanusiaan," Ujar Hamidulloh Ibda selaku pemimpin redaksi.

"Mengucapkan itu boleh, tapi kalau ikut merayakan dengan haliluya itu lho yang tidak boleh. Kalau sekadar mengucapkan saja tidak boleh, justru kita akan mendistorsi makna Islam sebagai agama rahmatan lil alamin," lanjut Ibda.

"Setiap keputusan hukum Islam berupa fatwa itu pasti ada dalil, alasan, dan tujuannya. MUI mengharamkan ucapan natal dari seorang muslim karena takut masyarakat yang tidak paham akan bercampur akidah dan keyakinannya sehingga nilai tauhid bisa saja luntur," kata Lismanto, Ketua Pusat Penelitian dan Pengembangan Studi Islam, IslamCendekia.Com.

Nah, tambahnya, bagi umat muslim yang berwawasan luas pasti tahu mana batasan dan larangan dari peristiwa ucapan natal untuk umat muslim. "Letak dari tauhid atau keyakinan itu di dalam hati. Kalau sekadar mengucapkan selamat natal dalam rangka menjaga tali silahturahim, persaudaraan, kemanusiaan sejati, itu bukan hanya boleh, tetapi juga dianjurkan selama ada batasannya, yaitu tidak menyebabkan akidah dan keyakinan kita menjadi keruh dan bercampur," tuturnya.

"Kalau kita ditanya: apa hukum orang Islam mengucapkan selamat natal? Jawabannya tentu tidak apa-apa. Bicara soal hukum Islam, otomatis membincang fiqh jinayah yang menghukum umatnya ke dalam beberapa kriteria, salah satunya orang murtad. Pertanyaannya kemudian, apakah orang muslim yang mengucapkan selamat natal kepada umat Kristen-Katolik itu otomatis murtad? Tidak," imbuh Lismanto. (ic/devi)

Baca selanjutnya: Cara Seorang Muslim Mengucapkan Natal yang Benar

0 Response to "Hukum Orang Islam-Muslim Ucapkan Natal: Boleh atau Haram?"

Post a Comment