Urgensi Wirausaha di Indonesia



Oleh: Pani Nurjannah

Penulis adalah Mahasiswi STEBANK Islam Mr. Sjafruddin Prawiranegara Jakarta


Sekretaris Jenderal ASEAN,  Le Luong Minh, mengatakan bahwa Mayarakat Ekonomi ASEAN(MEA) akan membawa banyak manfaat bagi Negara-negara yang terintegrasi dalam kawasan ASEAN, seperti; turunnya angka kemiskinan, meningkatnya pertumbuhan investasi, peningkatan produk domestic bruto, mengurangi pengangguran, dan peningkatan angka di dunia perdagangan. (Tempo.co, 6 Oktober 2014).

Benarkah manfaat adanya MEA tersebut akan terwujud? bagaimana di Indonesia? Positif atau negatif. Melihat Indonesia sekarang, tantangan terberat adanya MEA bagi Indonesia adalah di bidang pasar bebas tenaga kerja terampil (free flow of skilled labor). Dalam artian, tenaga kerja Indonesia harus bersaing dengan tenaga kerja negara-negara kawasan ASEAN lainnya, khususnya bekerja dalam negeri.

Sedangkan keadaaan Indonesia masalah tenaga kerja atau sumber daya manusia masih menjadi momok yang   menakutkan, dalam artian kompetensi dan produktivitas tenaga kerja masih rendah (di bawah rata-rata Negara-negara ASEAN lainnya, serta Tingkat Pengangguran relatif tinggi. 
Jumlah pengangguran di Indonesia semakin meningkat setiap tahunnya. Salah satu penyebabnya adalah rendahnya pendidikan dan ekonomi keluarga. Banyak pemuda lulusan SMP yang tidak bias melanjutkan studi kejenjang yang lebih tinggi sehingga memilih untuk bekerja. Padahal, tak sedikit perusahaan yang membutuhkan tenagakerja lulusan strata I (SI), sehingga mereka yang hanya lulusan SMP terpaksa menganggur. Namun tak jarang lulusan SI yang ditolak perusahaan sebab rendahnya keterampilan dan etos kerja yang kurang kompeten dan tidak sesuai dengan criteria perusahaan.

Hal Ini menjadi masalah besar bagi Indonesia dalam menghadapi tenaga-tenaga kerja terlatih dalam pasar bebas mendatang. Butuh strategi khusus untuk mengkafer hal itu. Salah satu caranya adalah dengan menanamkan jiwa wirausaha kepada setiap pemuda. Potensi berwirausaha harus digali dan di perkaya dengan cara membuka kelas-kelas kewirausahaan yang dapat membentuk mental pengusaha yang tangguh dan kreatif. Inilah salah satus ektor yang harus ditingkatkan dalam menghadapi pasar bebas ASEAN. Karena dengan berwirausaha akan lebih bermanfaat karena bias membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat umum.

Untuk menanamkan urgensi berwirausaha bagi masyarakat. Maka harus dilatih sejak dini, salah satu caranya dengan memberikan seminar dan penyuluhan mengenai pentingnya  masa depan, peluang, dan prioritas kewirausahaan pada berbagai sektor, terutama pada kancah pasar bebas tahun 2015 mendatang. Dengan begitu, masyarakat diharapkan menyadar ipentingnya berwirausaha.

Selain itu pula, peran formal juga harus ikut andi luntuk menanamakan jiwa pengusaha (entrepreneurship), bahkan dianggap penting untuk dijadikan kurikulum di setiap perguruan tinggi untuk lebih matang dan siap menjadi pengusaha sukses dengan mengadopsi teknik pemecahan masalah yang kreatif untuk menghadapi tantangan. Pemikiran kreatif dan inovatif yang demikian diperlukan di semua area. strategi – strategi yang jitu untuk menghadapi persaingan pasar yang semakin kompeten.

Dengan begitu, Indonesia sudah siap untuk bersaing di pasar bebas ASEAN dengan adanya pengusaha – pengusaha baru.

0 Response to "Urgensi Wirausaha di Indonesia"

Post a Comment