Filosofi Lebah Tawon Menurut Gus Nuril

IslamCendekia.Com - Filosofi lebah tawon menurut Gus Nuril atau KH Nuril Arifin Hesein adalah sistem koloni yang sedemikian sesak dan hiruk pikuk, tetapi tidak lantas membuat lebah tersebut saling menyerang satu sama yang lain.

Lebah-lebah tersebut justru saling bersinergi membentuk populasi atau koloni yang kuat untuk menghalau kekuatan lawan. Kehidupan yang sedemikian sesaknya (dalam komunitas tawon) justru menjadi kekuatan yang tangguh dan hebat untuk menggalang kekuatan demi persatuan dan kesatuan.

Koloni tawon tersebut tidak membuat mereka pecah dan tercerai berai. Mereka rukun, bersatu, saling bekerja sama, saling membantu, bahu-membahu menjadi satu, dan bekerja dalam satu front komunitas.

Filofosi Lebah Tawon Menurut Gus Nuril
Karena itu, manusia seharusnya meniru filosofi tawon. Terlebih bangsa Indonesia ini yang tengah dilanda perpecahan politik dan kepentingan-kepentingan individu yang mencerai berai koloni dalam satu front bernama Indonesia.

Manusia harus belajar bagaimana tawon itu saling membantu satu sama yang lain, rukun, tidak saling menyerang. Terlebih, mereka bekerja dalam satu komando, yaitu satu raja atau ratu lebah (pimpinan).

BACA JUGA: Ini Rahasia Ir Soekarno Cinta Mati dengan Nahdlatul Ulama (NU)

Menurut Gus Nuril, karakter tawon dengan koloni yang jumlahnya hingga ribuan tidak saling tabrak, tidak saling jegal, dan tidak saling merugikan satu sama lain. Padahal, mereka juga dalam urusan yang sama, yaitu perut, makan, dan minum.

Lebah dan pluralisme
Dalam memproduksi madu, tawon tidak pernah melarang manusia untuk mengambil madunya (honey). Lebah juga tak pernah menyoal siapa yang membutuhkan madunya itu, tidak mempersoalkan suku, ras, agama, dan identitas-identitas yang mengkotak-kotakkan manusia.

Filsafat tawon ini disampaikan Gus Nuril saat ceramah dalam acara Halal Bihalal di Kampung Dosoman, Kelurahan Pati Wetan, Kecamatan Pati Kota, Sabtu, 8 Agustus 2015 malam. Hasil ceramah kemudian dirangkum redaksi IslamCendekia.Com untuk menjadi pembelajaran bersama.

Gus Nuril sendiri adalah seorang Muslim dan ulama yang gencar mendakwahkan soal pentingnya nilai-nilai pluralisme, perdamaian, dan kerukunan antarumat beragama. Kiai ini juga getol membela Pancasila sebagai nilai dasar negara yang dianggap final. Ia juga dikenal sebagai kiai dan pengasuh Pondok Pesantren Soko Tunggal.

SIMAK BERITA: Pemerintah Akan Meluncurkan BPJS Kesehatan Syariah, Apa Bedanya?

Demikian sekelumit arti, makna, dan filsafat tawon lebah menurut Gus Nuril yang patut dicontoh untuk keteladanan kehidupan manusia. Semoga bermanfaat.

0 Response to "Filosofi Lebah Tawon Menurut Gus Nuril"

Post a Comment