Ini Perbedaan BPJS Kesehatan Syariah dan Konvensional

BPJS Kesehatan Syariah akan segera dibentuk untuk mengakomodasi kepentingan masyarakat Indonesia yang menginginkan layanan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan berbasis syariat Islam. Langkah ini diambil setelah Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa haram BPJS kesehatan.

Kita mungkin bertanya-tanya: Apa perbedaan BPJS syariah dan konvensional? Berikut ini informasi yang berhasil dihimpun IslamCendekia.Com.

Direktur BPJS Fahmi Idris mengatakan, ada perbedaan yang mendasar antara BPJS kesehatan syariah dan konvensional. Perbedaan tersebut pada pengelolaan berbasis syariat Islam dan satunya lagi berbasis konvensional seperti BPJS yang selama ini dilakukan.

"Program BPJS Kesehatan Syariah dibuat agar masyarakat bisa memilih dari dua program yang ditawarkan. Untuk program syariah, kita akan kelola sesuai dengan syariat Islam dan menyimpan dananya di Bank Syariah," ujar Fahmi saat menggelar konferensi pers di Kantor OJK Jakarta, Selasa, 4 Agustus 2015.

BACA Berita terkait: Inilah 3 Alasan MUI Mengeluarkan Fatwa Haram BPJS Kesehatan

Ini Perbedaan BPJS Kesehatan Syariah dan Konvensional
Perbedaan
Secara garis besar, Pertama: Penyimpanan dana BPJS Kesehatan Syariah di Bank Syariah. Kedua, pengelolaan dana sesuai dengan ketentuan syariat Islam.

Ketiga, fasilitas kesehatan yang diberikan BPJS syariah sesuai dengan prinsip-prinsip syariat Islam.

Keempat, pelaksanaan secara global menghindari unsur-unsur gharar, maisir, dan riba.

Kelima, kepesertaan BPJS kesehatan syariah tidak membedakan latar belakang peserta.

Persamaan
BPJS klaim bahwa untuk urusan pelayanan tidak ada perbedaan antara program syariah maupun konvensional. Keduanya akan sama-sama dilayani sesuai dengan prosedur pelayanan dan tidak dibeda-bedakan.

Kendati begitu, Fahmi menegaskan bahwa program BPJS Syariah masih perlu penggondokan. Saat ini, konsep tersebut masih dibahas bersama dari Jajaran Direksi BPJS, MUI, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN), Kementerian Kesehatan, dan Kementerian Keuangan.

SIMAK Berita lainnya: Ini Alasan Bung Karno Mencintai Nahdlatul Ulama (NU)

0 Response to "Ini Perbedaan BPJS Kesehatan Syariah dan Konvensional"

Post a Comment