Ini Jawaban Apakah Peringatan Maulid Bid'ah atau Sunah

Islamcendekia.com - Banyak pembaca yang bertanya: Apakah peringatan maulid nabi Muhammad saw itu bid'ah atau sunah? Apakah bid'ah atau tidak? Atau malah bid'ah hasanah?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, redaksi Islamcendekia.com mencoba untuk mengumpulkan argumen dari berbagai perspektif untuk menyajikan satu pendapat yang utuh, komprehensif, dan obyektif.

Sebagai catatan, artikel ini bukan sebagai klaim yang paling benar, hanya menyuguhkan satu perspektif. Ya, lagi-lagi hanya perspektif, karena kebenaran hanya milik Allah semata.

Rasulullah Muhammad Saw sudah meramalkan bahwa umat Islam nantinya terpecah dalam 73 golongan. Dari zaman nabi sampai era modern yang melintasi beragam peradaban, ramalan itu benar adanya. Umat Islam sudah terpecah menjadi beragam mazhab, golongan, pandangan dan pikiran.

Atas dasar inilah redaksi Islamcendekia.com tidak berani melakukan klaim apakah artikel ini paling benar atau tidak. Hanya saja, mencoba melakukan satu kajian yang logis dan mencoba menyuguhkan kepada pembaca.

foto ilustrasi maulid nabi muhammad saw
Tulisan Muhammad dalam bahasa Arab bertahta emas. Foto: Wikipedia

Maulid nabi itu bid'ah
Umat Muslim yang menganggap maulid nabi itu bid'ah beranggapan bahwa perayaan maulid tidak ada dalilnya, tidak ada pada zaman rasul, sahabat dan tabi'in, bahkan imam 4 mazhab sekalipun.

Jadi, mereka berpandangan bahwa selama nabi Muhammad saw tidak mengajarkan, maka hal itu dikatakan sebagai bid'ah.

Hal ini mendasarkan pada sebuah hadis dari Abu Dawud dan Tirmidzi yang meminta kepada umat Muslim untuk waspada dan hati-hati kepada perkara-perkara baru dalam agama, karena sesungguhnya semua bid'ah adalah sesat.

Dilihat dari perspektif ini, ketika Anda bertanya: Apakah peringatan maulid nabi itu bid'ah atau sunah? Jelas jawabannya bid'ah. Karena tradisi maulid nabi dalam perjalanan sejarahnya baru ada setelah abad 7 Hijriah.

Pada zaman nabi, sahabat, tabi'in, dan imam empat mazhab tidak ada tradisi maulid nabi. Dengan dasar itu, jelaslah bahwa maulid nabi itu bid'ah. Bagaimana dengan pendapat atau perspektif lain?

Maulid adalah sunah dan bid'ah hasanah
Bagi umat Islam yang berpandangan maulid nabi Muhammad saw adalah sunnah atau bid'ah hasanah, biasanya lebih luas dalam memandang suatu hal, tidak normatif dan kontekstual.

Dalam perjalanan sejarahnya, maulid nabi awalnya diadakan untuk menggugah kembali semangat umat Islam saat mengalami kelesuan dalam menghadapi serangan-serangan dalam Perang Salib dari tentara Eropa, yaitu Inggris, Jerman dan Prancis.

Pada tahun 1099 Masehi, tentara Salib berhasil merebut Yerussalem dan menjadikan masjidil Aqsa sebagai gereja. Saat itu, banyak sekali umat Muslim yang sudah terpecah-belah.

Hingga suatu ketika, sebuah acara maulid untuk merayakan kelahiran Nabi Muhammad dicanangkan untuk menggugah semangat umat Islam kembali. Terbukti, agenda itu berhasil membakar semangat umat Islam hingga akhirnya berhasil merebut kembali Masjidil Aqsa menjadi masjid lagi sampai sekarang ini.

Kenapa tidak dianggap bid'ah? Karena maulid bukanlah ritual yang posisinya setara dengan sholat, tetapi hanya menyemarakkan syiar agama. Ya, maulid bukanlah perayaan yang bersifat ritual sebagaimana Idul Fitri dan Idul Adha, tetapi sebuah upaya untuk menyemarakkan syiar agama Islam.

Nah dalam perjalanannya di Nusantara, maulid dimanfaatkan oleh para penyebar agama Islam seperti walisongo seabgai sarana atau media dakwah dengan dipadukan, dikolaborasikan dengan beragam tradisi atau adat setempat. Semangatnya satu, yaitu menggugah kembali kesadaran umat Muslim akan kebesaran, keagungan dan akhlak mulia Nabi Muhammad sebagai rasul Allah.

Pada zaman Mataram, ada istilah gerebeg mulud. Di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, tepatnya daerah Kecamatan Sukolilo sampai sekarang ada tradisi meron yang juga dilakukan untuk merayakan maulid nabi.

Semua tradisi berbalut Jawa-Nusantara tersebut pada dasarnya untuk menyemarakkan kelahiran baginda Nabi Muhammad Saw dengan semangat meneladani, meniru dan mencontoh akhlak mulianya yang bersinar.

Nah, umat Muslim Nahdlatul Ulama (NU) memandang tradisi ini sebagai sebuah bid'ah hasanah, yakni bid'ah yang baik di mana diperbolehkan dalam Islam.

Bagi umat NU, sejumlah kegiatan atau tradisi yang dianggap sebagai bid'ah hasanah, antara lain barzanji, yasinan, diba'an, tahlil, hingga muludan (maulid nabi).

Di dalam Madarirushu’ud Syarhul Barzanji diceritakan bahwa Rasulullah Muhammad saw bersabda: "Siapa yang menghormati hari lahirku, aku akan berikan syafa'at pada Hari Kiamat."

Sementara itu, Sahabat Umar bin Khattab juga dikisahkan pernah mengatakan: "Siapa yang menghormati hari lahir Rasulullah, sama halnya menghidupkan Islam."

KH Mustofa Bisri "Gus Mus" dalam sindirannya mengatakan, "Untuk menghormati dirimu, kamu tidak butuh dalil. Untuk merayakan hari kelahiranmu, kamu tidak tanya dalil. Giliran untuk menghormati dan merayakan hari kelahiran pemimpin agungmu Rasulullah Saw, kamu dengan gaya orang alim menanyakan hadits shahihnya."

Demikian artikel islami yang menjawab dari sebuah pertanyaan: Apakah Peringatan Maulid Bid'ah atau Sunah? Atau malah bid'ah hasanah? Semoga bermanfaat dan tidak menjadi ajang untuk saling menyalahkan. Salam damai. (*)

1 Response to "Ini Jawaban Apakah Peringatan Maulid Bid'ah atau Sunah"

  1. Memang lebih enak memahaminya dengan menelusuri sejarahnya maulid nabi pertama kali di adakan, thanks infonya

    ReplyDelete