Memaknai Hari Valentine menurut Pandangan Islam

Islamcendekia.com - Hari Valentine menurut pandangan agama Islam bagaimana sih? Arti dan makna sebenarnya Hari Kasih Sayang itu apa dalam ajaran Islam?

Pertanyaan itu banyak bermunculan menjelang tanggal 14 Februari yang dikenal sebagai "Hari Valentine" atau "Hari Kasih Sayang". Untuk itu, redaksi Islamcendekia.com mencoba untuk membedah arti dan makna kasih sayang dalam Islam serta relevansinya dengan valentine day.

Sejarah Valentine Day sampai sekarang masih simpang siur dan belum ada buku sejarah yang baku menyuguhkan satu fakta sejarah yang pasti mengenai historisitas hari valentine.

Sejarah hari valentine sebagian besar terinspirasi dari tiga sosok tokoh suci yang berprofesi sebagai pastor di Roma, seorang uskup dari Interamna atau sekarang Terni dan orang suci dari Romawi, Afrika.

Jika merujuk pada kisah Santo Valentinus sebagai uskup, ia dipenjara dari penguasa karena menikahkan tentara yang dilarang menikah. Di dalam penjara, dia jatuh cinta dengan seorang gadis dari orang yang memenjarakannya.

foto sosok tokoh valentine asli nyata
Sebelum dieksekusi mati, ia sempat menuliskan surat cinta untuk pujaan hati dengan kalimat penutup: "From your Valentine."

Ada juga cerita dan kisah tentang tokoh valentine bahwa peristiwa 14 februari merupakan momen di mana burung-burung banyak yang mencari pasangan untuk kawin.

Pandangan dalam Islam
Semua sejarah valentine tidak ada hubungannya dengan Islam. Umat Muslim tidak mengenal dengan tradisi dan budaya valentine yang memang lahir dari latar belakang dan tokoh sejarah Katolik.

Namun begitu, fenomena perayaan valentine menjamur di berbagai belahan dunia sebagai hari kasih sayang hingga sekarang. Bagaimana menurut hukum Islam?

Kalau kita tanya hukum, maka lepas dari sejarah. Kita lupakan sejarah tentang sosok valentine yang serba Katolik.

Coba kita maknai artinya, yaitu hari kasih sayang. Jika memang valentine day menjadi momen untuk menebar kasih sayang, agama Islam justru mengajarkan "kasih sayang" setiap detik dan setiap nafas kita, bukan hanya kepada manusia tetapi juga binatang, tumbuhan dan alam semesta.

Cinta menjadi ajaran paling dasar dari semua agama, termasuk Islam. Dengan cinta, perdamaian akan tercipta. Dengan cinta, manusia bisa menghapus setiap permusuhan. Itulah yang diajarkan Nabi Muhammad Saw.

Ingat, valentine day ada yang menyebut sebagai upaya komersialisasi dan industrialisasi perayaan cinta. Dengan adanya hari valentine, industri cokelat, bunga, kartu ucapan, cupid dan beragam produk yang identik dengan cinta-cintaan bisa semakin laku keras.

Dengan begitu, kita harus belajar dari setiap fenomena. Perayaan cinta dalam Islam tidak semestinya dirayakan secara khusus pada 14 Februari, tetapi mesti dilakukan setiap hari. Saling mengasihi dan menyayangi setiap makhluk Allah.

Catat! cinta tidak sama dengan zina. Salah besar jika cinta kemudian menjadi dasar bagi dua kekasih untuk melakukan zina. Justru ini yang dilarang keras dalam hukum Islam.

Hukuman bagi pelaku zina mendapatkan porsi yang besar dalam hukum Islam, yaitu hukuman cambuk seratus kali bagi yang masih lajang (belum bersuami istri secara resmi) dan hukum rajam atau dipendam dan kepala dilempari batu hingga meninggal jika sudah bersuami istri.

Begitu kerasnya Islam melarang zina, karena perbuatan itu bisa merusak keluarga. Kita tahu, keluarga menjadi pilar peradaban manusia. Dalam jangka panjang, zina bisa menghancurkan peradaban manusia.

Valentine halal atau haram
Semua bergantung pada niat dan perbuatan. Kalau niatnya sebatas untuk ikut bergembira dan memberikan manfaat bagi orang lain, itu sah-sah saja dan halal.

Tapi, seseorang yang merayakan valentine day dengan "pacaran" yang melebihi batas hingga mendekatkan diri pada zina, itu jelas menjadi haram.

Jadi, haram atau halal hari kasih sayang "valentine" tergantung dari seseorang yang menjalaninya. Hukum Islam begitu fleksibel, luwes dan kontekstual dalam menghukumi sesuatu.

Pesan dari redaksi Islamcendekia.com untuk Anda, jadikan setiap napas dan hidupmu untuk menebar cinta kepada semua makhluk Tuhan tanpa mengenal waktu. Bisa dengan sesama manusia, hewan atau binatang, tumbuhan atau tanaman dan seluruh alam semesta.

Kasih sayang bukan hanya 14 Februari saja, tetapi selama hidup kita harus memberikan kasih sayang kepada semuanya. Selamat menjalani hidup dengan hari kasih sayang setiap hari! (*)

0 Response to "Memaknai Hari Valentine menurut Pandangan Islam"

Post a Comment