La haula wala quwwata illa billah dalam fisika

La haula wala quwwata illa billah artinya adalah tiada daya dan usaha kecuali dengan pertolongan Allah. Lantas, bagaimana makna dan kajiannya dalam ilmu pengetahuan alam, terutama ilmu fisika?

Oleh: Nasrullah Idris, Reformasi Sains Matematika Teknologi

ADA dua kata penting dalam kalimat tauhid itu, yaitu "daya" dan "usaha" yang merupakan kebutuhan manusia tiap detik, sejak baru lahir hingga masuk kubur. Tanpa daya atau usaha, manusia tidak dapat berbuat apa-apa.

Bahkan, yang dinamakan manusia juga tiada. Sebab secara biologi, manusia dapat berwujud bila ada usaha atau daya. Karena itu, kehadiran daya/usaha harus disyukuri setiap manusia dengan cara bertakwa kepada Tuhan Sang Maha Pencipta.

Dalam ilmu fisika, ada rumus "W = V x I" di mana W berarti daya listrik, V artinya tegangan listrik, dan I adalah arus listrik. Jadi, besar daya tergantung tegangan listrik dikalikan arus listrik. Makin tinggi tegangan listrik atau arus listrik, berarti daya listrik makin besar. Dari sini, kita bisa menyimpulkan dua hal, yaitu "Tiada tegangan listrik, kecuali dari Allah" dan "Tiada arus listrik, kecuali dari Allah."

gambar tulisan la hawla wala quwwata illa billah arab bahasa indonesia

Dalam pelajaran fisika ada rumus "F = m x a" di mana F = gaya, m = massa, dan a = percepatan. Sedangkan W = F x s" di mana W = daya, F = gaya, dan s = jarak. Karena percepatan dan massa berkaitan dengan gaya di mana gaya dan jarak berkaitan dengan daya, maka kita bisa menyimpulkan:
"Tiada gaya kecuali dari Allah"
"Tiada jarak kecuali dari Allah"
"Tiada massa kecuali dari Allah"
"Tiada percepatan kecuali dari Allah"

Ada juga teori Einstein, yaitu "E = M x C x C"  atau dikenal dengan E sama dengan M dikali C kuadrat di mana E = energi, M = massa, dan C = kecepatan cahaya. Karena "Tiada massa kecuali dari Allah", maka kita dapat menyimpulkan:
"Tiada kecepatan kecuali dari Allah"
"Tiada energi kecuali dari Allah".

Sementara itu, jenis energi sangat banyak, antara lain energi nuklir, energi panas bumi, energi gas, energi minyak, dan energi listrik. Tapi tetap dalam induk "energi", yaitu unsur yang dapat mengubah suatu keadaan jadi keadaan lain, seperti perpindahan tempat dalam waktu tertentu.

Karena pengertian energi sangat luas, termasuk semua macam (tanpa kecuali) energi yang ada di alam semesta. Singkatnya "Tiada energi tanpa datang dari Allah".

Ini yang harus ditanamkan pada haninurani kita supaya kita saat memanfaatkan energi, seperti bensin, solar, dan gas, selalu ingat terhadap Allah. Dengan demikian, kita tiap mulai menggunakan energi akan selalu mengucapkan "Basmalah".

Karena faktor-faktor dalam Fisika bertalian secara kompetitif, maka dapat disimpulkan "Tiada fisika kecuali dari Allah". Jika kita sudah memahami ini, maka dengan otomatis akan menyimpulkan bahwa "Tiada alam semesta kecuali dari Allah", sekaligus mengaitkan dengan kalimat Tauhid "Alhamdulillahirabbil'alamin" yang artinya "Segala puji bagi Allah seru sekalian alam".

Jika kita terus mendalami masalah Fisika serta dikaitkan dengan La hawla wala quwwata illa billah, maka kita akan dapat memahami "Walamyaqullahukufuan Ahad" yang berarti "Tiada satu juga yang dapat menyerupai Dia".

Karena itu, kita mempelajari Fisika juga untuk meningkatkan sikap Tauhid kita. Karena memang tujuan Fisika diciptakan di antaranya untuk mendekatkan kita terhadap Allah. Dengan demikian, akan menciptakan ketaqwaan terhadap Allah, yakni dengan melaksanakan perintahNya dan menjauhi laranganNya. (*/red)

0 Response to "La haula wala quwwata illa billah dalam fisika"

Post a Comment