Workshop Technopreneurship Digelar Ponpes Sirojul Hanan Kudus

Islamcendekia.com - Pondok Pesantren (Ponpes) Sirojul Hanan, Jekulo, Kudus bekerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri dan Lembaga Pemberdayaan Studi Budaya Masyarakat (LPSM) Kudus menggelar workshop technopreneurship "wirausaha kreatif berbasis Information Technology (IT)" di Madrasah Aliyah Nahdlatul Ulama Wahid Hasyim Salafiyah, Minggu (10/4/2016).

Workshop teknopreneurship tersebut menghadirkan tiga narasumber dari Komunitas Pati Bumi Blogger, yaitu Faqih Hilal, Rohmat Saiful Arifin, dan Lismanto. Hilal bicara soal pengantar blogger, Arifin membahas masalah trik pemasaran atau marketing online, dan Lismanto memaparkan tentang teknik menulis kreatif.

Sekitar 100 peserta tampak antusias dalam mengikuti workshop. Mereka diajarkan bagaimana menjadi pengusaha dengan memanfaatkan teknologi informasi yang saat ini berkembang pesat.

"Zaman semakin canggih dan modern. Teknologi informasi berkembang begitu pesatnya. Kalau kita tidak mengikuti perkembangan itu, maka akan ketinggalan. Saat ini populer dengan istilah teknopreneurship atau berwirausaha dengan memanfaatkan teknologi. Santri dan pelajar madrasah juga harus bisa memanfaatkan momen itu," ujar Hilal saat diwawancara Islamcendekia.com.

workshop teknopreneurship wirausaha berbasis teknologi informasi

Sementara itu, Arifin mengatakan, Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) sudah masuk di Indonesia. Diakui atau tidak, keberadaan MEA harus dijadikan momen untuk berkompetisi dengan memanfaatkan teknologi informasi yang ada. "Itu sebabnya marketing online diperlukan di sini untuk mendukung aktivitas technopreneurship," kata Arifin.

Lismanto menambahkan, semua itu harus didukung dengan ilmu kepenulisan kreatif untuk "menyihir" pembaca supaya produk yang kita pasarkan menarik. Dan, itu butuh kreativitas dalam menulis. "Saya pernah menjadi penulis iklan freelance di sebuah media nasional. Butuh krativitas menulis untuk membuat produk yang dipasarkan dikagumi konsumen," ungkapnya.

Usai mendapatkan ilmu secara teori, santri-santri tersebut diminta untuk praktik membuat email dan blog di laboratorium komputer. Keduanya dinilai menjadi basis utama untuk menjadi teknopreneur atau wirausahawan berbasis teknologi. (*)

0 Response to "Workshop Technopreneurship Digelar Ponpes Sirojul Hanan Kudus"

Post a Comment