Pengembangan Bisnis Bahan Bakar Nabati (BBN) Diminta Dipermudah

JAKARTA, Islamcendekia.com - Pengembangan bisnis bahan bakar nabati (BBN) diminta untuk dipermudah. Hal itu disampaikan sejumlah pengusaha yang tergabung dalam Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIMPI).

Dalam forum dialog HIPMI sesi ke-39 bertajuk "Peluang Bisnis Hilir BBM: Polemik Pengembangan Bahan Bakar Nabati (BBN)", Wakil Bendahara Umum BPP HIPMI Gafur Masud mengatakan, pemerintah mesti memberi subsidi kepada penguasa skala kecil dan menengah untuk menunjang produk BBN.

"Subsidi yang diberikan pemerintah bisa berupa insentif pajak dan penetapan kewajiban minimal wajib sektor komersial, industri dan transportasi," ujar Gafur Masud dalam siaran pers yang diterima Islamcendekia.com, Kamis (12/5).

Kenapa harus ada insentif? CEO Petro Perkasa Indonesia itu menilai, adanya intensif diharapkan bisa menekan suplai bahan baku bahan bakar nabati (BBN) yang disuplai ke luar negeri.

Seminar Pengembangan Bisnis Bahan Bakar Nabati (BBN)

Selain itu, akses perbankan harus dibuka lebar sehingga pelaku UMKM bisa mendapatkan modal dengan mudah. Bila akses perbankan dipermudah, langkah selanjutnya yang harus dilakukan pemerintah, antara lain penelitian (reseach) dan pengembangan (development) bahan bakar nabati (BBN).

"Pengembangan dan riset bahan bakar nabati di Indonesia masih rendah, sehingga penggunaannya masih rendah. Itu perlu diperhatikan pemerintah," ungkapnya.

Senada dengan itu, Ketua BPP HIPMI Bidang Energi Sumber Daya Mineral dan Lingkungan Hidup Andhika Anindyaguna menjelaskan, bahan bakar nabati bisa menjadi terobosan mutakhir untuk menjadi pengganti bahan bakar fosil.

"Nah, supaya bahan bakar nabati itu bisa berkembang di Indonesia, pemerintah perlu menerapkan kebijakan atau insentif baru, terutama untuk pengusaha. Dengan demikian, pengusaha tertarik untuk menanam investasi di bidang BBN," tukasnya. (*)

0 Response to "Pengembangan Bisnis Bahan Bakar Nabati (BBN) Diminta Dipermudah"

Post a Comment