Dampak Euforia Pokemon GO Jadi "Candu" Masyarakat Internasional

Game online Pokemon Go yang dikembangkan oleh Niantic baru saja dirilis tanggal 6 Juli 2016 dan telah menjadi trend yang dimainkan oleh ratusan ribu pengguna smartphone di dunia.

Untuk memainkan Pokemon Go, pemain harus berjalan-jalan demi menemukan dan menangkap monster-monster Pokemon yang tersebar di berbagai lokasi seperti di jalan, di taman, di gedung-gedung, sungai, danau, pegunungan, perkantoran, bahkan hingga tempat-tempat ibadah seperti masjid, gereja, dan lain sebagainya.

Game ini menggunakan teknologi Augmented Reality dan Virtual Reality, sehingga pemain game merasakan sensasi menangkap Pokemon di dunia nyata. Permainan ini telah menjadi "candu" bukan hanya masyarakat Indonesia, tetapi juga warga dunia-internasional seperti Amerika, Arab Saudi, Eropa, hingga Asia.

Gambar Permainan Pokemon GO

Dampaknya, pemain yang kecanduan game ini akan lalai terhadap waktu untuk beribadah, belajar, dan bekerja. Terlalu serius dan hanyut dalam memainkan game juga dapat merusak pola pikir sehingga dapat menimbulkan perilaku di luar akal sehat, seperti tindakan-tindakan kriminal.

Bahkan, kecelakaan fisik dapat menimpa gamer ketika mereka keasyikan memainkan Pokemon Go di jalan-jalan. Sementara efek negatif ini terus terjadi dalam masyarakat, perusahaan industri digital terus dibanjiri berkah dari euforia Pokemon Go.

Tentu wajar saja, karena perusahaan industri hanya berorientasi pada keuntungan besar yang bisa didapatkan dari penggunaan game ini, walaupun dibalik itu masyarakat mendapatkan dampak negatif yang sangat besar.

Sudah saatnya masyarakat memiliki kesadaran akan memanfaatkan waktu untuk melakukan hal-hal yang dianjurkan dalam Islam dan tidak menggunakannya untuk perbuatan yang sia-sia, apalagi sampai menimbulkan kerugian.

Masyarakat yang memiliki pemikiran dengan orientasi pada kebaikan yang mendatangkan pahala akan lebih selektif dalam melakukan segala aktivitasnya. Pemikiran semacam ini hanya akan terwujud jika kehidupan yang Islami kembali tegak di tengah-tengah masyarakat.

Baca: Inilah Hukum Permainan Pokemon GO dalam Pandangan Islam yang Sebenarnya

Perjuangan menuju ke sanalah yang seharusnya menyibukkan pikiran dan aktivitas kita, terutama generasi muda yang energik. Dengan demikian, waktu tidak terbuang sia-sia untuk menyiapkan masa depan yang lebih baik. (*)

Ari Sofiyanti, Mahasiswa Biologi Universitas Airlangga, Surabaya

0 Response to "Dampak Euforia Pokemon GO Jadi "Candu" Masyarakat Internasional"

Post a Comment