Misteri Soekarno dan Penemuan Makam Imam Al Bukhori

JAKARTA, Islamcendekia.com - Banyak yang bertanya-tanya, siapa penemu makam Imam Al Bukhari? Apakah ada kaitannya penemuan makam Imam Bukhori dengan Presiden pertama RI Soekarno?

Penemuan makam ahli hadits yang terkenal dan termasyhur Imam Al Bukhori memang menjadi misteri tersendiri. Pasalnya, sejarah mencatat, ratusan tahun silam sejak tahun 870 Masehi, makam perawi hadits yang dipercaya ulama sedunia tersebut tidak diketahui keberadaannya.

Suatu ketika, pada tahun 1961, Bung Karno mendapatkan undangan dari pemimpin Rusia Nikita Sergeyevich Khrushchev yang saat itu masih bernama Uni Soviet untuk datang ke Moscow. Padahal, saat itu sedang terjadi perang dingin antara blok barat (kubu Amerika Serikat dan sekutunya) dan blok timur (kubu Uni Soviet dan sekutunya).

Bila Soekarno memenuhi undangan Nikita Sergeyevich Khrushchev untuk datang ke Moscow, otomatis mengandung kecurigaan bagi Amerika Serikat. Padahal, Indonesia saat itu ikut non blok atau tidak ikut blok barat atau timur.

makam imam al bukhori di samarkand uzbekistan setelah dipugar setelah dikunjungi Soekarno
Makam perawi hadits Imam Al Bukhari di Samarkand, Uzbekistan. (Wikipedia)

Tiba-tiba saja, Bung Karno memberikan syarat kepada Nikita Sergeyevich Khrushchev untuk mencari makam Imam Al Bukhari. Jika berhasil, Soekarno berjanji akan datang ke Rusia yang saat itu masih bernama Uni Soviet.

"Tuan Khrushchev, saya bersedia datang ke Moscow dengan syarat, temukan makam Imam Al Bukhori, perawi hadits terkenal. Beliau dimakamkan di Samarkand, Uzbekistan," ujar Soekarno seperti dikutip Islamcendekia.com dalam buku Dunia Batin 2 Macan Asia (2014).

Pemimpin Uni Soviet itu sempat menolak permintaan Bung Karno. Namun, presiden yang mendapatkan julukan Sang Putra Fajar itu tetap pada pendiriannya. Akhirnya, makam ahli hadits Imam Bukhori dicari tetapi tidak kunjung ketemu.

Setelah lama dicari, kuburan Imam Bukhari akhirnya ditemukan. Penemuan makam tersebut disambut gembira. Sayangnya, kondisinya benar-benar memprihatinkan, tidak terawat.

Ironis memang. Sosok seorang ulama besar yang menjadi rujukan ulama sedunia makamnya tidak terawat dan memprihatinkan. Setelah ditemukan, Soekarno akhirnya memenuhi undangan Uni Soviet untuk datang ke Moscow.

Makam Imam Al Bukhari dipugar besar-besaran dan menjadi situs budaya yang dikagumi umat Muslim, setelah kunjungan Bung Karno untuk berziarah di sana. Kondisi kuburan yang semula memprihatinkan direnovasi hingga bagus dan megah.

Yang masih menyisakan misteri, apa alasan Soekarno memberikan syarat kepada pimpinan Uni Soviet untuk menemukan makam Imam Al Bukhori? Kenapa tidak syarat yang lain?

Kenapa pula Bung Karno mengetahui makam Imam Al Bukhari di kawasan Samarkand, Uzbekistan? Padahal, para pemimpin Uni Soviet saja justru tidak mengetahuinya bila tidak dilakukan pencarian dengan kerja keras. Sejarah ini akan membawa pada suatu pertanyaan, ada apa dengan Soekarno? (*)

0 Response to "Misteri Soekarno dan Penemuan Makam Imam Al Bukhori"

Post a Comment