Cak Nun: Santri Akan Menyelamatkan Indonesia dari Kehancuran

REMBANG, Islamcendekia.com - Budayawan Emha Ainun Nadjib atau yang akrab disapa Cak Nun mengatakan, Indonesia akan mengalami kehancuran seandainya tidak ada santri. Bahkan, Cak Nun secara jelas menyebut, para santri yang nantinya akan menyelamatkan Indonesia dari kehancuran.

Hal itu dikatakan Cak Nun dalam pengajian akbar dalam rangka Hari Santri Nasional yang digelar di Alun-alun Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, Minggu (23/10). Diskusi kebangsaan tersebut juga dihadiri KH Musthofa Bisri (Gus Mus), Gus Ghofur, dalang wayang kulit kondang Rembang, Ki Sigit Ariyanto.

"Seluruh pendidikan di dunia nanti akan mengacu pada pesantren. Kalau tidak ada santri, Indonesia pasti hancur. Nanti yang menyelamatkan Indonesia adalah santri," kata Cak Nun.

Cak Nun Santri Akan Menyelamatkan Indonesia dari Kehancuran

Menurut Cak Nun, bangsa Indonesia sekarang ini sudah menjadi abangan. Mulai dari pemerintahan hingga wakil rakyat yang dalam hal ini adalah Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Abangan diambil dari kata aba'an yang artinya mengabaikan Allah, sedangkan santri maknanya orang yang taat kepada Allah. Karena itu, bila orang-orang abangan, mengabaikan Allah terus memimpin dan menentukan kebijakan negara, Indonesia akan mengalami kehancuran.

Dari santri, mereka tidak hanya menyelamatkan diri sendiri, tetapi juga penyelamat bangsa dari penjajahan yang bermacam-macam. Mungkin yang dimaksud penjajahan yang bermacam-macam dalam konteks sekarang adalah kapitalisme, penjajahan ekonomi, penjajahan politik dan kebijakan, dan ragam penjajahan dalam perang proxy.

Gus Abdul Ghofur Maimoen kemudian menambahkan, Indonesia rusak karena santri hanya memiliki ilmu. Cerdas secara ilmu pengetahuan, tetapi tidak punya spirit atau ruh yang akhirnya korupsi dan melakukan tindakan-tindakan yang merusak lainnya.

Jika sekolah membuat murid dari tidak tahu menjadi tahu, menurut Gus Ghofur, pesantren memiliki dimensi yang jauh lebih luas. Yaitu, santri yang dididik memiliki semangat, jiwa, spirit atau ruh yang dimiliki guru.

Itu yang menjadikan Islam menyebar begitu luasnya. Sebab, para sahabat dan orang-orang terdekat Kanjeng Nabi Muhammad Saw tidak hanya mendapatkan pengetahuan dari Rasulullah, tetapi juga spirit dan ruh dari beliau.

Maka, seorang santri sejati tidak hanya mendapatkan transfer ilmu pengetahuan dari kiai atau gurunya, tetapi juga semangat atau spirit gurunya. Dengan begitu, santri tidak hanya cerdas, pandai dalam hal intelektual maupuan keterampilannya, tetapi juga memiliki spirit untuk berjuang di jalan Allah.

0 Response to "Cak Nun: Santri Akan Menyelamatkan Indonesia dari Kehancuran"

Post a Comment