Makna & Keutamaan Kalimat Laa Ilaha Illallah dan Artinya

Laa Ilaha Illallah artinya adalah tidak ada tuhan selain Allah. Membaca dan dzikir kalimat ini memberikan makna dan keutamaan yang luar biasa dalam kehidupan manusia.

Sebagian orang yang tahu, amalan kalimah Laa Ilaha Illallah mengandung rahasia kelebihan dan khasiat yang menjadi jembatan menuju kebahagiaan dunia dan akhirat. Berikut ulasannya.

Kalimat Laa Ilaha Illallah (dalam bahasa Arab: لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ ) disebut juga dengan kalimat tauhid atau tahlil. Kenapa disebut demikian? Sebab, kalimah ini menjadi substansi utama dalam ajaran Islam, yaitu tauhid yang mengajarkan manusia di bumi untuk menyembah kepada satu Tuhan, yaitu Allah.

Arti Makna Keutamaan la ilaha illallah muhammadur rasulullah

Secara umum, arti kalimat Laa Ilaha Illallah adalah tidak ada tuhan selain Allah. Namun, para ulama menafsirkan lebih rinci yang memiliki makna: Tidak ada ilah (baca: sesembahan atau Tuhan) yang wajib dan berhak disembah, kecuali Allah.

Kalangan sufi banyak yang mengatakan bahwa tujuan hidup manusia adalah kembali kepada-Nya. Itu adalah hakikat kehidupan yang sesungguhnya. Dari cahaya menuju cahaya, perjalanan dari Tuhan menuju Tuhan.

Dengan demikian, hidup manusia di dunia tidak lain hanyalah mengabdi kepada Allah dengan berbekal pada kalimah Laa Ilaha Illallah. Bagaimana cara mengabdinya? Berbuat kebaikan kepada semua makhluk Allah, baik manusia, hewan, tumbuhan, dan semua yang ada di alam semesta.

Tentu, berbekal dengan Al Quran dan Hadits sebagai sumber utama penuntut umat Muslim. Kalimat Laa Ilaha Illallah inilah yang diperjuangkan Nabi Muhammad Saw bertahun-tahun lamanya hingga melawan dan berperang melawan kaum golongan kafir.

Allah adalah dzat agung yang menciptakan, memelihara dan menghancurkan segalanya. Tidak ada kekuatan atau daya upaya yang bisa berbuat segala sesuatu, kecuali atas izin Allah. Maka, Allah-lah yang patut disembah, karena tidak ada sesembahan yang berhak disembah, kecuali Allah: Laa Ilaha Illallah.

Keutamaan Laa Ilaha Illallah
Asal usul munculnya Islam berawal dari kalimat Laa Ilaha Illallah. Agama-agama sebelumnya, Yahudi dan Nasrani (Kristen) sebetulnya juga mengajarkan keesaan Tuhan, monoteisme.

Maka, kalimat Laa Ilaha Illallah adalah rukun Islam yang pertama. Syarat paling utama menjadi seorang Muslim adalah Laa Ilaha Illallah.

Dalam Hadits Riwayat Ahmad dijelaskan, Rasulullah Saw bersabda: "Siapa saja yang ucapan terakhirnya adalah kalimah Laa Ilaha Illallah, dia akan masuk surga."

Surga adalah tempat yang didambakan setiap manusia. Dengan mengucapkan kalimat tauhid / tahlil menjelang ajalnya, dia akan khusnul khotimah dan masuk surga. Namun, ada yang jauh lebih penting daripada surga, yaitu kalimat Laa Ilaha Illallah itu sendiri, hingga manusia bisa bertemu dan menyatu kembali kepada Sang Pencipta.

Maka, orang yang meninggal selalu didoakan: innalillahi wainnailaihi rojiun, diharapkan kembali kepada Tuhannya, Allah. Sebab, kembali kepada Allah adalah puncak dari segala puncak keindahan perjalanan hidup seorang manusia atau hamba.

Hadits Riwayat Al Bukhari dan Muslim juga menyebutkan: "Allah mengharamkan neraka bagi siapa saja yang mengucapkakan La ilaha illallah dan dia berharap wajah Allah dari ucapannya itu."

Maka, keutamaan membaca kalimat dzikir Laa ilaha illallah bisa menghindarkan manusia dari siksaan api neraka. Sungguh luar biasa kelebihan dan khasiat amalan dzikir La ilaha illallah.

Namun, sebaiknya mengucapkan kalimah La ilaha illallah tidak hanya di lisan saja, tetapi juga diresapi dalam hati yang paling dalam dan diwujudkan dalam perbuatan, yaitu mencintai setiap makhluk Allah.

Jika kita mengakui tidak ada sesembahan selain Allah, maka konsekuensinya kita harus taat kepada Allah. Bagaimana caranya? Mematuhi perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya? Semuanya tertulis dalam kitab suci Al Quran. Inilah yang disebut dengan tidak hanya mengucapkan atau membaca di lisan, tetapi juga di lubuk hati yang paling dalam dan perbuatan.

Seseorang yang enggan disebut namanya saat diwawancara islamcendekia.com mengatakan, tidak ada orang sakti di dunia ini. Yang ada adalah orang yang mendapatkan perlindungan atas izin dan kehendak Allah.

Maka, seseorang yang pasrah dan bergantung sepenuhnya secara ikhlas kepada Allah, dia akan menjadi kekasih dan dilindungi oleh Allah dari segala marabahaya, baik di dunia maupun akhirat. Bila dilindungi Allah, segala teluh, santet, tenung, guna-guna, jin, setan atau iblis tidak akan mampu menyentuhnya.

Di situlah keutamaan membaca kalimat dzikir La ilaha illallah. Tidak ada yang disembah, kecuali Allah. Tidak ada yang ditakuti, tidak ada kekuatan apapun yang bisa melukai diri kita, kecuali Allah. Maka, menegakkan tauhid menjadi substansi utama dari ajaran agama Islam yang dibawa Kanjeng Baginda Nabi Rasulullah Muhammad Saw.

0 Response to "Makna & Keutamaan Kalimat Laa Ilaha Illallah dan Artinya"

Post a Comment