Sejarah Hubungan Keraton Jogja, Laut Kidul & Gunung Merapi

YOGYAKARTA, Islamcendekia.com - Ada yang berbeda ketika kita traveling atau berwisata ke Keraton Jogjakarta. Di sana, ada titik tegak lurus yang menghubungkan antara istana keraton, laut kidul, dan gunung merapi.

Di titik itu pula, wisatawan akan dibuat kagum dengan suara yang menggema ketika berbicara. Keluar sedikit dari garis titik lurus saja, suara tidak lagi menggema. Aneh bukan?

Di tempat itu, konon menjadi titik pertemuan antara pendiri Kerajaan Mataram Islam, Raden Danang Sutawijaya atau Panembahan Senopati. Ya, sejarah Jogja memang kental akan nuansa gaib yang diliputi dengan mistis nan penuh misteri.

Foto Penampakan Eyang Kyai Sapu Jagad penunggu Gunung Merapi
Foto penampakan Ki Sapu Jagad (dalam lingkaran merah), karya pelukis gaib Jalak Paningal

Namun, redaksi islamcendekia.com tidak akan mengulas dari aspek wisata. Kami ingin menyuguhkan satu artikel tentang sejarah dan asal-usul pendirian Kerajaan Mataram Islam oleh Panembahan Senopati yang diungkap Eyang Kyai Sapu Jagad, penunggu gaib Gunung Merapi dalam suatu tayangan Dua Dunia Trans 7 dengan host Neshia Sylvia dan co Host Arga.

Dalam mediumisasi tersebut, Ki Sapu Jagad bercerita tentang kisah sejarah dan asal-usul awal sebelum pendirian Kerajaan Mataram (cikal bakal lahirnya Kasultanan Yogyakarta dan Surakarta / Solo).

Pada saat itu, Kerajaan yang berkuasa adalah Pajang dengan Raja Joko Tingkir atau Sultan Hadiwijaya, setelah runtuhnya Kerajaan Demak Bintoro. Niat Panembahan Senopati mendirikan kerajaan sepertinya sangat susah, mengingat Joko Tingkir bukan hanya penguasa yang sakti, tetapi juga disegani.

Niat membuka kerajaan yang waktu itu masih berupa daerah kecil (mungkin setara dengan desa) bernama Mentaok dibutuhkan dukungan kekuatan, karena Kerajaan Pajang dipastikan tidak merestuinya. Ki Ageng Pemanahan sempat sowan ke Kadipaten Pati (saat ini Kabupaten Pati, Jawa Tengah) untuk meminta bantuan sekaligus musyawarah bagaimana baiknya.

Penguasa Kadipaten Pati sendiri waktu itu adalah Raden Sidiq atau Wasis Kusumo atau penduduk modern menyebutnya Wasis Joyokusumo, anak dari Ki Ageng Penjawi. Panembahan Senopati adalah menantu dari Ki Ageng Penjawi, karena menikah dengan Waskita Jawi, putri Ki Ageng Penjawi.

Jadi, Panembahan Senopati adalah kakak ipar Wasis Joyokusumo, penguasa Kadipaten Pati yang dikenal sangat tegas, pemberani, dan sikapnya yang islami karena meneladani Umar bin Khattab, sahabat Nabi Muhammad Saw.

Di saat Mentaok masih wilayah kecil, Panembahan Senopati membagi tugas. Dirinya bersemedi ke Batu Cempuri yang tepat menghadap pintu gerbang istana Laut Selatan yang dikuasai Ratu Nyai Roro Kidul.

Ki Juru Martani pergi ke Gunung Merapi untuk meminta bantuan penguasa gaib di sana dan bertemu dengan Mbah Kyai Sapu Jagad. Ki Ageng Pemanahan meminta bantuan dan musyawarah dengan pembesar Kadipaten Pati yang saat itu bebas pajak dari Kerajaan Pajang.

"Sejarah Mataram sangat panjang sekali. Itu dimulai ketika Sutowijoyo membulatkan tekad untuk memperoleh wahyu Lintang Johar. Ki Juru Martani memberikan petunjuk kepada Panembahan Senopati untuk mencari kekuatan," kata Eyang Sapu Jagat.

"Caranya dengan mencari bala bantuan supaya bisa mukti dan berjaya. Prosesnya bertapa. Panembahan Senopati bertapa di Batu Cempuri (kawasan pantai Parangkusumo Jogjakarta) untuk menghadap penguasa laut selatan Ratu Kidul dan Ki Juru Mertani pergi bertugas ke sini untuk bersemedi."

"Ki Juru Martani meminta bantuan eyang, keselamatan warga Mataram di selatan sana jangan sampai ada lahar merapi, batu, pasir yang lari ke arah selatan, agar ditutupi jalannya."

"Ratu Kidul menguasai air, di Gunung Merapi Ki Sapu Jagad menguasai tanah hingga Mataram pecah dan sampai tetap ada tradisi Labuhan."

"Ki Juru Mertani, saya beri minyak tala, telur, dan kelapa muda. Dipakai untuk perang sebagai perlindungan dan menolak bala."

Pertempuran antara pasukan Mataram dan Kerajaan Pajang pun meletus yang berakhir dengan kekalahan Pajang yang menandai berakhirnya kekuasaan Joko Tingkir atau Sultan Hadiwijaya. Peristiwa ini berlangsung, sebelum Kerajaan Mataram terlibat perang saudara dengan Kadipaten Pati.

Pelukis gaib, Jalak Paningal menggambarkan sosok Eyang Sapu Jagad salah satu penguasa gaib Gunung Merapi dengan penampakan wajahnya yang sangat tua hingga terdapat kerut-kerutan. Bibirnya melebar atau memanjang.

Itulah sekelumit artikel yang menguak asal-usul, asal mula sejarah hubungan keraton Ngayogjayakarta Hadiningrat, laut selatan dan gunung merapi yang diambil redaksi islamcendekia.com dari berbagai sumber, termasuk dari tayangan Dua Dunia Trans 7 yang menguak jejak dan petilasan Ki Juru Martani di Gunung Merapi.

0 Response to "Sejarah Hubungan Keraton Jogja, Laut Kidul & Gunung Merapi"

Post a Comment