Peta Kekuatan Politik Agus-Slyvia, Ahok-Djarot, Anies-Sandiaga DKI Jakarta

JAKARTA, Islamcendekia.com - Pilkada DKI Jakarta semakin memanas dengan tiga calon gubernur dan wakil gubernur yang masing-masing memiliki kekuatan politik untuk saling menumbangkan dan merebut hati rakyat Jakarta.

Tiga pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta pada Pilkada 2017 adalah Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylvia Murni, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dan Djarot, serta Anies Baswedan dan Sandiaga Uno.

Lantas, bagaimana peta kekuatan politik atau partai pengusung yang berada di balik Agus-Slyvia, Ahok-Djarot, dan Anies-sandiaga? Berapa besar perolehan kursi di DPRD yang mendukung ketiga pasangan calon tersebut?

Peta Kekuatan Politik Agus-Slyvia, Ahok-Djarot, Anies-Sandiaga DKI Jakarta

Dikutip dari Tempo.co, partai politik (parpol) pengusung Agus-Sylvia adalah Partai Demokrat, PPP, PAN, dan PKB. Formasi politik ini dikenal sebagai Poros Cikeas. Koalisi ini memiliki 28 kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).

Parpol pengusung Ahok-Djarot adalah PDI-Perjuangan, Golkar, Nasdem, dan Nasdem. Koalisi ini punya 52 kursi di DPRD.

Parpol yang mengusung Anies-Sandiaga Uno adalah Partai Gerindra dan PKS dengan 26 kursi yang ada di DPRD. Berikut daftarnya untuk memudahkan pembaca.

Agus-Sylvia
1. Partai Demokrat
2. PPP
3. PAN
4. PKB
TOTAL KURSI : 28

Ahok-Djarot
1. PDI-P
2. Golkar
3. Nasdem
4. Hanura
TOTAL KURSI : 52

Anies-Sandiaga Uno
1. Gerindra
2. PKS
TOTAL KURSI : 26

Sepintas, pasangan Ahok-Djarot memiliki kekuatan politik yang tidak terkalahkan, karena mesin partai besar yang menaunginya memiliki 52 kursi di DPRD. Namun, kekuatan politik kedua pasangan Agus-Sylvia dan Anies-Sandiaga patut diperhitungkan.

Terlebih, elektabilitas Agus-Sylvia tidak kalah dengan Ahok-Djarot yang notabene ditopang kekuatan politik yang besar.

Ada yang mengatakan, Pilkada DKI Jakarta 2017 adalah perang bintang antara penguasa rezim, oposisi, dan satu kekuatan besar yang memilih netral. Agus-Sylvia ada Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Ahok-Djarot ada Megawati, dan Anies-Sandiaga ada Prabowo Subianto.

Namun, isu perang bintang tersebut hanya sebatas opini di warung kopi. Benar tidaknya, kembali kepada masyarakat yang memberikan opini.

Berita perkembangan Pilkada DKI Jakarta terkini menunjukkan, Founder Lembaga Survei KedaiKOPI Hendri Satrio seperti dikutip dan Kompas.com, Rabu (02/11) mengatakan, elektabilitas Ahok-Djarot menurun.

Terkait dengan survei peluang pasangan lain dalam mengalahkan Ahok-Djarot, hasil survei yang dilakukan KedaiKOPI adalah pasangan Agus-Sylvia 40,1 persen berpeluang mengalahkan Ahok-Djarot dan 40,6 persen dari Anis-Sandiaga berpeluang mengalahkan Ahok-Djarot.

Sementara itu, responden yang menyatakan kedua pasangan itu tidak bisa mengalahkan Ahok-Djarot hanya 0,1 persen. Artinya, sesuai dengan survei yang dilakukan KedaiKOPI, masyarakat DKI Jakarta yakin bahwa Ahok-Djarot yang ditopang kekuatan politik yang besar sekalipun berpendapat bisa dikalahkan Agus-Sylvia atau Anies-Sandiaga Uno.

0 Response to "Peta Kekuatan Politik Agus-Slyvia, Ahok-Djarot, Anies-Sandiaga DKI Jakarta"

Post a Comment