Ajaran Pokok Sedulur Sikep Samin, Ateis atau Islami?

"Samin berasal dari kata sami. Sami adalah bahasa Jawa yang artinya sama. Suka-duka sama, siang-malam sama. Ejaan yang benar adalah Sikep Samin." -- dikutip Islamcendekia.com dari Mbah Poso, sesepuh sedulur sikep samin Desa Klopoduwur, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Ajaran Pokok Sedulur Sikep Samin Ateis atau Islami

SEMARANG, Islamcendekia.com - Ajaran pokok sedulur sikep Samin adalah paseduluran atau persaudaraan, kemanusiaan. Persaudaraan bagi orang Samin jauh di atas segalanya, termasuk uang.

Karena itu, Wong Samin menganggap, kaya bukan karena uang, tetapi paseduluran, persaudaraan. Itu sebabnya, orang Samin selalu memanggil nama atau menyebut seseorang dengan awalan "sedulur" yang artinya "saudara".

Jika dalam agama Islam, kata sapaan untuk orang lain atau sesama Muslim adalah assalamualaikum, orang Samin biasa bertegur sapa dengan kalimat: "Seger Kuwarasan". Dua kata itu diambil dari kata "segar" dan "waras".

Artinya adalah sehat jasmaninya dan sehat rohani atau jiwanya. Itu bagian dari doa orang Samin kepada sesama atau orang lain yang diberikan salam seger kuwarasan supaya senantiasa diberikan kesehatan lahir dan batin, segar raganya, sehat jiwanya.

Dalam menjalani perilaku kehidupan sehari-hari, suku Samin yang tersebar di tiga kabupaten di Jawa Tengah (Pati, Blora dan Kudus) ini memegang teguh ajaran leluhur mereka yang disebut Agama Adam. Kejujuran adalah salah satu ajaran pokok orang Samin.

Agama Adam mengajarkan manusia untuk tidak iri hati dengan sesama, tidak bertengkar, tidak mengutamakan keduniawian, tidak menggangu orang lain, tidak mengambil hak atau milik orang lain, tidak sombong, sabar, pasrah kepada dzat yang Maha Esa, jujur, dan saling menghormati.

Ateis atau Islami?
Dalam sebuah sarasehan budaya yang digelar di Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) di Semarang, Kamis (15/12), Pengasuh Pondok Pesantren Az-Zuhri, Tembalang, Semarang, Gus Lukman Hakim (putra Kiai Saiful) menyebut, tingkat kepasrahan sedulur sikep samin sudah sangat tinggi.

"Kepasrahan orang Samin sangat tinggi. Beda dengan kita, mikir duit melulu. Justru itu, orang Samin sudah mencapai tingkat makrifatullah. Ajaran dan perilakunya sangat Islami. Maka, orang yang mengatakan orang Samin itu ateis, jelas keliru," ungkap Gus Lukman.

Menurut salah satu cicit Kyai Sholeh Darat ini, Rasulullah Nabi Muhammad Saw juga pernah melakukan tirakat "pati geni" sebelum menerima wahyu dengan berdiam diri di Gua Hira. Ajaran itu juga ada dalam tradisi suku Samin.

"Ajaran samin itu potret makrifatullah, nilai-nilai ajaran Islam sangat kental dalam ajaran Samin. Lebih ke tasawuf. Samin juga mengenal puasa, tidak makan sudah menjadi hal biasa. Pati geni, nganyep (mutih), Islam juga ada. Nabi juga kenal pati geni dengan berdiam diri di Gua Hira. Samin itu kejawen putih," tutur Gus Lukman.

Selama ini, orang-orang Samin juga tidak terpengaruh dengan euforia dan hingar-bingar dunia. Menurut islamcendekia.com, ini seperti syiir tanpo waton yang dilantunkan Gus Dur, ora gampang kabujuk nafsu angkara ing pepaese gebyaring donya (tidak terbujuk nafsu angkara dalam kehidupan dunia yang serba hingar-bingar).

Meski menganut agama Adam, ajaran warisan leluhur dan bukan ajaran Islam secara formal, tetapi perilaku orang Samin mencerminkan nilai-nilai dan muatan substansi ajarannya sangat kental dengan nuansa Islami. Karena itu, keliru bila suku Samin disebut sebagai penganut ateisme. (*)

0 Response to "Ajaran Pokok Sedulur Sikep Samin, Ateis atau Islami?"

Post a Comment