Pengertian Mustasyar, Syuriah, Rais Aam, A'wan, Tanfidziyah dalam NU

JAKARTA, Islamcendekia.com - Apa arti, maksud, makna atau pengertian mustasyar, syuriah, rais aam, a'wan, atau tanfidziyah dalam struktur kepengurusan organisasi Nahdlatul Ulama (NU)?

Dari tingkat pengurus besar, wilayah, hingga cabang, biasanya terdiri dari kepengurusan yang disebutkan di atas. Banyak orang yang kemudian bertanya-tanya: Apa sih maksudnya? Tugas, fungsi dan perannya apa saja?

Berikut ulasan seputar tugas, peran dan fungsi masing-masing struktur kepengurusan ormas Islam terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU) yang dirangkum Islamcendekia.com untuk pembaca sekalian. Semoga bermanfaat.

Pengertian Mustasyar Syuriah Rais Aam A'wan Tanfidziyah dalam NU
Mustasyar adalah jajaran dewan penasehat syuriah. Biasanya, terdiri dari para ulama sepuh NU yang tidak hanya dituakan dalam konteks usia, tetapi juga kedalaman ilmu pengetahuan, agama, dan spiritualnya.

Sesepuh NU yang masuk jajaran Mustasyar, misalnya saja KH Maimoen Zubair, KH Mustofa Bisri (Gus Mus), KH Nawawi Abdul Jalil, KH Zaenuddin Djazuli, KH Habib Lutfi bin Yahya, KH Sya'roni Ahmadi, KH Hasyim Wahid, dan lain sebagainya.

Syuriah adalah badan musyawarah yang mengambil keputusan tertinggi dalam struktur kepengurusan NU. Dalam konteks kenegaraan, syuriah bisa dikatakan sebagai dewan legislatif. Asal-usul kata Syuriah diambil dari kata syawara, artinya adalah bermusyawarah.

Rais Am adalah adalah pemimpin dewan Syuriah. Jadi, syuriah dipimpin oleh seorang Rais 'am. Pada kepengurusan 2015-2020, Rais Aam dijabat oleh KH Ma'ruf Amin, didampingi Wakil Rais Aam KH Miftahul Akhyar. Di bawah Rais Aam, ada jajaran rais-rais lainnya.

A'wan adalah bagian dari syuriah. Tugas A'wan adalah membantu tugas rais. Biasanya terdiri dari sejumlah ulama terpandang. Kata a'wan diambil dari kata 'awn, secara bahasa artinya bantuan.

Tanfidziyah adalah badan pelaksana harian organisasi NU. Tidak seperti pada syuriah, pemimpin tertinggi tanfidziah disebut ketua umum, bukan rais aam. Asal mula kata tanfidziyah diambil dari kata naffadza, berarti melaksanakan.

Pada masa kepengurusan NU periode 2015-2022, struktur kepengurusan harian tanfidziyah dijabat oleh Prof Dr KH Said Aqil Siroj sebagai ketua umum dengan didampingi wakilnya, yaitu H Slamet Effendy Yusuf.

0 Response to "Pengertian Mustasyar, Syuriah, Rais Aam, A'wan, Tanfidziyah dalam NU"

Post a Comment