Iri Tidak Selalu Dosa, Asal Bisa Mengubahnya Menjadi Positif

Pernah nggak sih, kalian itu merasa lelah dengan kehidupan ini? Atau yang paling sering terjadi adalah merasa kehidupan orang lain lebih indah. Memang benar apa kata pepatah, “Rumput tetangga memang lebih hijau.” Walau hanya pepatah, tapi memang kakak akui itu benar? Apakah itu termasuk iri? Iri itu dosa kan,  kak?

Oleh: Ratna Lukita *

Ratna Lukita Sidoarjo
Pengertian iri menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah merasa kurang senang melihat kelebihan orang lain. Dosa nggak kak? Kalau menurut kakak itu bisa dosa, juga bisa buat motivasi. Loh kok bisa jadi motivasi? Tergolong kalian bagaimana menyikapinya?

Jika kalian menginginkan rumput tetangga dan kalian menjadi bersemangat, lalu melakukan tiga hal, Berusaha, Berdoa, dan Belajar (3B), maka itu tidak menjadi masalah.

Berusaha menggapai impian dan cita-cita, ingat ya dengan cara halal lo ya. Lalu, Berdoa meminta kepada “Sang Pencipta Alam” karena usaha tanpa doa itu sombong dan yang terakhir, Belajar dari kesalahan masa lalu yang membuat usaha menjadi gagal.

Jika kalian menginginkan rumput tetangga dan kalian menyikapinya dengan cara menggunjing orang tersebut, serta mengatakan hal buruk tentangnya di belakang. Nah.. Nah…. Nah… itu yang akhirnya menjadi dosa.

Belum tentu benar informasi itu, karena kalian sudah termakan emosi akan kecemburuan kalian atas orang itu, sehingga otak tidak dapat mencerna dengan benar kalian menyebarkannya.

Itulah kenapa kakak tadi bilang iri bisa menjadi motivasi dan bisa menjadi dosa, yaitu tergantung bagaimana orang tersebut menyikapinya. Tapi janganlah kalian menyerah, karena Allah SWT berfirman dalam Al Quran Surat Asy-syarh ayat 5 dan 6 yang artinya dalam terjemahan Bahasa Indonesia:

“Maka, sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan, sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.”

Barangkali saja kalian belum mendapatkan kebahagian seperti orang lain. Lantaran akan diganti dengan yang lebih indah. Yakinlah, lakukan 3B dan berpikirlah positif.

Ada juga kata motivasi yang mengatakan “kerja keras tidak akan mengkhianati”.
Jika kalian tidak mendapatkan hal yang diinginkan pada saat ini, mungkin saja nanti pada suatu hari kalian akan merasakannya.

Roda itu berputar, setelah ujian atau ulangan sekolah saja ada liburan, dan setelah Puasa Ramadhan saja ada Idul Fitri. Lha masa kehidupan itu enggak ada. Pokoknya kuncinya adalah “Jangan Pernah Mengeluh.”

Orang yang jarang sekali mengeluh akan membuat orang lain merasa iri. Loh, kok bisa ? Contoh sedikit cerita. Ima adalah orang yang sangat pintar di dalam suatu sekolah international.

Dengan kemampuan yang luar biasa, banyak orang yang menginginkan memiliki kemampuan sepertinya. Bahkan, sabahat dekatnya sendiri pun merasa cemburu dengan prestasi yang milikinya.

Lalu, apakah orang-orang tahu apa yang Ima lakukan, di tengah malam hari dimana banyak orang terlelap dengan tidurnya Ima bangun sholat tahajud, lalu memanjatkan doa dengan belajar, hingga tiba waktunya persiapan untuk sekolah.

Lalu ketika sahabatnya mengajak jalan-jalan layaknya anak sekolahan pada umumnya, Ima pulang bermain pun belajar, sedangkan sahabatnya akan terlelap karena lelah. Begitu sibuk kehidupan Ima.

Lalu bagaimana jika dia mengeluh kepada orang lain? 85 persen orang akan merasa kasihan. Memang kalian mau dikasihani orang lain? 15 persen orang akan takjub. Tidak dapat semua orang melakukannya. Terlihat seperti pamer.

Yang paling baik, diam sajalah toh orang kan punya mata dapat melihat karena hujan lah yang menyebabkan tanaman menjadi hidup, bukanlah petir.

*) Ratna Lukitapelajar sekolah menengah atas (SMA) Unggala Sidoarjo, warga Bluru Permai CH-01, Kelurahan Bluru Kidul, Kecamatan Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur

0 Response to "Iri Tidak Selalu Dosa, Asal Bisa Mengubahnya Menjadi Positif"

Post a Comment