Arti Gelar Syekh dan Habib, Bagaimana Cara Mendapatkannya

Apa arti gelar syekh dan habib, maksud, makna dan pengertiannya? Bagaimana cara mendapatkan gelar tersebut, seperti Syekh Abdul Qodir Jaelani, Maulana Ja'far Shadiq, Syeh Siti Jenar, dll. Mengingat, saat ini beberapa orang ada yang mengaku sebagai syeikh dan habib. Jawaban dari redaksi Islamcendekia.com akan kami tunggu. -- Ridwan, Solo.

Syekh muhammad fadhil al-jailani
Terima kasih atas pertanyaan yang dikirimkan kepada redaksi kami. Dari hasil kajian dan penelusuran di berbagai literasi, termasuk sumber-sumber, berikut jawaban yang dapat kami berikan. Semoga bermanfaat.

Arti, maksud dan makna Syekh
Gelar syekh di Indonesia biasanya merujuk pada seorang ulama dengan keilmuan agama Islam yang tinggi, mulai dari perilaku, perbuatan, dan sikapnya. Ahli agama Islam, ulama besar, baik yang ahli fikih, ahli hadits atau ahli tawasuf, tarekat atau sufi.

Dalam tradisi tarekat Sufi, syekh adalah gelar kehormatan kepada seorang kiai, ulama yang sudah mendapatkan izin dari pimpinan tarekat untuk mengajar atau mengangkat murid tarekat.

Ada nama-nama tokoh besar atau yang terkenal, populer di Indonesia yang memperoleh gelar syekh. Salah satunya, Syeh Siti Jenar, Habib Syech Abdul Qodir Assegaf, Syekh Jangkung, Syeh Ahmad Mutamakkin, Hadratussyekh KH Muhammad Hasyim Asyari, Syekh Abdul Qodir Jailani, Syekh Maulana Ja'far Shadiq, dan masih banyak lagi lainnya.

Kata syekh bisa ditulis, Syekh, Syeh, Shaikh, Sheik, Shaykh, Sheikh dan sejenisnya. Secara bahasa, harfiah, arti Syekh adalah pemimpin, tetua, kepala suku atau ahli agama Islam.

Di Timur Tengah, istilah syekh merujuk pada orang yang sudah lanjut usianya. Namun, saat ini berkembang menjadi gelar untuk pemimpin, bangsawan atau para tetua. Hal yang sama terjadi dalam tradisi di Teluk Persia, istilah ini merujuk pada pemimpin, baik pejabat tinggi, manajer, pemimpin lokal maupun perusahaan.

Agak berbeda di Afrika, gelar ini biasanya digunakan untuk penguasa yang beragama Islam di keluarga kerajaan Ethiopia, para bangsawan muslim di suku-suku di Afrika seperti Tigray, Wollo dan Eritrea, termasuk para penguasa Bela Shangul.

Secara definisi, gelar syekh mirip dengan sebutan kyai atau ustadz. Guru-guru di Arab atau Mesir biasa menyebut dirinya dengan syeikh. Rektor Universitas Al-Azhar, misalnya yang mendapatkan gelar Syekh Al Azhar.

Bagaimana cara mendapatkan gelar Syekh? Di luar negeri, terutama Timur Tengah dan Arab, syekh merupakan gelar yang merujuk pada akademik, sehingga dosen atau guru besar yang tingkat keilmuan agama Islamnya tinggi di sana, biasa mendapatkan predikat syekh.

Di Indonesia, gelar syekh tidak merujuk pada akademik seperti profesor. Namun, lebih kepada seorang ulama besar yang memiliki kedalaman ilmu agama Islam, baik dari segi fikih, tawasuf maupun spiritualnya, menguasai syariat, tarekat, hakikat dan makrifat. Dalam lintasan sejarahnya, lebih merujuk pada kewalian dan mistisme Islam.

Di luar jalur pemberian dari manusia atau masyarakat luas, gelar syekh bisa berasal langsung dari Allah melalui kasyaf atau mimpi. Mirip dengan wahyu bila itu merujuk pada Nabi atau Rasul. Orang-orang yang mendapatkan gelar syekh melalui jalur mimpi atau petunjuk dari Allah biasanya tidak mau menceritakannya.

Mereka lebih suka diam dan untuk dirinya sendiri. Terkadang, gelar syekh yang diberikan secara langsung dari Allah itu diceritakan hanya kepada orang-orang tertentu untuk menghindari fitnah. Sebab, bila disebarluaskan, tidak jarang orang menyebutnya gila atau stres.

Ada yang berpendapat, Allah memberikan derajat dan kehormatan kepada manusia dengan gelar-gelar tertentu seperti syekh karena kejernihan hatinya memahami sifat Allah hingga akhirnya mengenal Allah. Dalam kasus tertentu, ada orang-orang awam yang ngajinya ambudarul, baca Al Qurannya tidak lancar, tidak bisa ngaji kitab kuning atau kitab gundul, tetapi memiliki kelembutan hati yang bisa mengantarkannya kepada jalan Allah.

Inilah yang disebut dengan tarekat. Meski secara syariat bisa dikatakan nol besar, tetapi ketika seseorang itu tahu jalan menuju Allah, maka Allah akan memberinya kemuliaan dan derajat atau gelar yang tinggi.

Maka, sebaiknya kita jangan remehkan siapapun. Siapa tahu, ada waliyullah, wali jadzab, atau syekh di sekitar kita, tetapi penampilannya biasa dan terlihat bodoh, tidak berjubah, tidak bersurban, dll. Hikmah Allah tidak ada yang tahu.

Terkadang, waliyullah atau para syekh yang ditunjuk langsung dari Allah, ada yang berpakaian normal seperti manusia biasa, fashion mengikuti trend dan terlihat sangat wajar. Ada pula yang memakai jubah putih dengan ikat kepala atau surban hijau tua, ada pula semuanya mengenakan sorban dan jubah putih, ada pula yang serba hitam, gelar syekh jubah biru, warna kuning keemasan, dan lain sebagainya.

Semua ada maknanya. Biasanya, hanya orang yang diberi gelar tersebut yang tahu. Kita bisa lihat foto-foto para walisongo, ada yang pakaian Jawa seperti Kanjeng Sunan Kalijaga, ada yang berjubah putih dengan sorban hijau, ada yang semuanya serba putih, dll. Semuanya pasti ada maksud, simbol, makna dan artinya.

Arti Gelar Habib
Gelar ini biasanya untuk orang-orang yang memiliki garis keturunan dengan Baginda Nabi Muhammad SAW. Dia memiliki silsilah, garis keturunan atau nasab yang jelas hingga Rasulullah SAW.

Di Indonesia, habib yang sangat populer dan terkenal adalah Habib Luthfi bin Yahya dari Pekalongan, Jawa Tengah. Beliau memiliki hidung mancung, tampan dan memiliki kedalaman ilmu agama Islam yang tinggi sehingga memiliki santri, basis massa, dan murid yang banyak dalam setiap ceramahnya.

Yang dimaksud keturunan Nabi adalah darah dagingnya. Namun, ada pula yang berpendapat, nur (cahaya) Muhammad ada yang melimpah kepada orang-orang tertentu yang membawa kebajikan untuk umat manusia di dunia.

Dalam konteks ini, ada tiga kategori. Pertama, orang yang secara garis keturunan, nasab atau silsilah memiliki hubungan darah daging secara fisik dengan Nabi Muhammad. Kedua, orang yang mendapatkan limpahan nur (cahaya) Rasulullah SAW. Ketiga, orang yang memiliki darah daging dengan Nabi Muhammad sekaligus mendapatkan limpahan nur (cahaya) Muhammad.

Demikian jawaban dari islamcendekia.com terkait pertanyaan Anda tentang arti, maksud, makna dan pengertian gelar syekh dan habib, serta bagaimana cara mendapatkan gelar tersebut yang diambil dari berbagai sumber dan pendapat. Semoga memberikan manfaat dan menambah keimanan, ketakwaan, serta ketaatan kita kepada Allah SWT. Amin.

2 Responses to "Arti Gelar Syekh dan Habib, Bagaimana Cara Mendapatkannya"

  1. Izin baca & copy, terimakasih

    ReplyDelete
  2. Alloh itu mengangkat drajat seorg hambanya dr segi ilmu agamax banyak ayat yg berbunyi seperti itu...bukan tanpa ilmu tiba2 jd wali alloh tpi gk bisa bca quran

    ReplyDelete