Tahun Duda Menurut Islam, Bolehkah Menikah?

Tahun dudo menurut Islam hukumnya bagaimana? Bolehkah menikah? Kapan berakhirnya tahun duda? Tahun 2017, saya rencana mau menikah, tapi dilarang orangtua karena masuk tahun dudo. Apakah tahun 2018, 2019, 2020, dst masuk tahun dudo? Mohon pencerahan untuk masalah saya. Salam. -- Anwar, Banyuwangi.

Tahun Duda Menurut Islam Bolehkah Menikah

Jawab
Sebelumnya, redaksi islamcendekia.com mengucapkan terima kasih kepada Anwar atas pertanyaannya terkait hukum mempercayai, meyakini atau mengimani tahun dudo menurut Islam, serta beberapa pertanyaan bolehkah menikah pada tahun tersebut?

Tahun duda adalah kepercayaan masyarakat Jawa yang melarang orang untuk menikah, karena diyakini akan cerai atau tidak bertahan lama. Jika pantangan itu dilanggar, maka hubungan pernikahan keduanya tidak akan bertahan lama karena suatu sebab tertentu.

Secara teknis menurut perhitungan Jawa, tahun duda jatuh pada tanggal 1 Suro dalam sewindu (dari tahun alif sampai jim-2), tidak memiliki pasangan pasaran dengan tahun lain. Karena tidak punya pasangan, menurut perhitungan Jawa, orang tidak diperbolehkan menikah di tahun dudo karena dikhawatirkan hubungannya tidak bertahan lama.

Kepercayaan ini berlangsung sangat lama sejak dulu. Sejumlah kalangan menilai, perhitungan tahun duda adalah warisan leluhur kepada anak-cucunya berupa pengetahuan agar selalu berhati-hati, karena yang sudah-sudah dan yang pernah terjadi tidak boleh terulangi kembali.

Beberapa budayawan juga menganggap perhitungan tahun dudo sebagai kebijakan lokal (local wisdom) yang tidak boleh disalahkan, tetapi disikapi dengan bijaksana. Bagaimanapun, orang tua tidak ingin anak-cucunya menderita. Perhitungan itu lahir dan ada agar generasinya selamat dan bahagia selamanya.

Tahun dudo menurut Islam
Dalam Islam, sepanjang sejarah, istilah hari buruk, nas, termasuk tahun duda tidak dikenal. Rasulullah Muhammad Saw sendiri menganggap semua hari adalah baik.

Kalangan kiai dan ulama juga tidak mempersoalkan tahun dudo. Selama kedua orang laki-laki dan perempuan siap menikah sesuai syarat Islam, diperbolehkan tanpa melihat hari buruk, termasuk tahun duda.

Buktinya, banyak orang Jawa yang menikah pada tahun 2017, meski tahun 2017 adalah tahun dudo. Namun, semua kembali kepada Anda apakah yakin atau tidak menikah di tahun yang menurut Jawa adalah tahun duda.

Nabi Muhammad Saw dalam hadits Qudsi pernah mengatakan, Allah adalah menurut apa yang disangkakan hamba-Nya. Bila seorang hamba suudzan atau berprasangka negatif kepada Allah, niscaya akan terjadi. Begitu sebaliknya, jika manusia berpikir positif kepada Allah, maka itu juga akan terjadi.

Itu sebabnya, husnudzan atau positif thinking sangat penting dalam kehidupan kita. Allah akan selalu memberikan jalan terbaik kepada hamba-Nya. Ingat, jalan terbaik, bukan jalan yang sekehendak manusia.

Sebagai umat Muslim, tentu sebaiknya kita mengikuti apa yang diajarkan Nabi Muhammad Saw. Buktinya, Rasulullah Saw tidak pernah menyinggung masalah hari baik, hari buruk, atau tahun dudo.

Tahun duda dalam pandangan Muktamar NU
Kumpulan hasil keputusan muktamar Nahdlatul Ulama (NU) yang terangkum dalam kitab Ahkamu Al Fuqoha yang berisi masalah-masalah keagamaan, menjelaskan bahwa percaya pada hari naas tidak diperbolehkan.

Hal itu dikhawatirkan akan membawa umat Muslim kepada perbuatan menyekutukan Allah. Padahal, musyrik adalah dosa paling besar dalam Islam.

Mu'tamar NU memilih untuk tidak percaya dengan hari buruk, hari baik atau tahun duda, sesuai dengan Kitab Fatawi Haditsiyah yang isinya adalah sebagai berikut:

"Siapa saja yang bertanya tentang hari sial dan sesudahnya untuk mendatangkan kehormatan dan memilih apa yang harus dikerjakan, serta menjelaskan keburukannya, semua itu adalah kebiasaan orang Yahudi, bukan petunjuk orang Islam yang tawakkal kepada Pencipta-Nya, yang tidak pernah menghitung terhadap Tuhannya, serta bertawakal. Dan, apa yang dinukil tentang hari-hari nestapa dari Sahabat Ali merupakan batil dan dusta, serta tidak ada dasarnya sama sekali. Maka, hati-hatilah dari semua itu."

Patuh pada orangtua
Seandainya orang tua benar-benar yakin dan berpedoman kepada larangan menikah di hari dudo, serta tidak bisa dirubahnya lagi, maka kita semestinya mengambil tindakan yang bijaksana.

Berilah pemahaman kepada orangtua sebaik mungkin, jika masih tidak percaya kepada kita, ikut saja kepada orangtua tidak masalah, asalkan niat kita patuh kepada orang tua, bukan yakin pada kepercayaan hari duda. Sebab, tidak ada orang tua yang ingin mencelakakan anaknya. Semoga bermanfaat.

0 Response to "Tahun Duda Menurut Islam, Bolehkah Menikah?"

Post a Comment