Makna Hari Kartini menurut Agama Islam

Hari Kartini memiliki arti dan makna yang luas untuk bangsa Indonesia. Putri asal Kabupaten Jepara, Jawa Tengah ini dikenal sebagai peletak dasar emansipasi wanita di Nusantara. Lantas, bagaimana menurut agama Islam?

Di mata Islam, Hari Kartini menyimpan makna yang selaras dalam Islam, baik dalam Al Quran maupun hadits, karena sebagai hari emansipasi wanita. Umat menyerukan peranan penting dan bagaimana menghargai perempuan.

Khofifah Indar Parawansa, Menteri Sosial RI yang pernah menjadi Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan mengungkapkan, wanita benar-benar dihargai dalam Islam. Dia menceritakan kisah Siti Hajar, seorang perempuan tangguh, istri Nabi Ibrahim AS, yang dikenal ikhlas, tabah dan tegar dalam menjalani sulitnya kehidupan.

Kamar Pingitan RA Kartini di Jepara Jawa Tengah
Bupati Jepara menunjukkan foto Raden Ayu Kartini di kamar ia dipingit dulu.

Pada zaman itu, Siti Hajar menyusui putranya, Ismail. Mereka hidup di kawasan lembah yang sangat tandus. Suatu ketika, bekal habis dan Ismail mengalami kehausan serta kelaparan.

Dengan ketegarannya sebagai seorang ibu, Siti Hajar mencari sumber mata air, berlari dari Safa ke Marwah. Hal itu dilakukan demi anaknya, Ismail.

Hingga perjuangan Siti Hajar tidak sia-sia, karena menemukan sumber mata air yang berkhasiat, jernih dan bersih. Air itu bernama zamzam. Kisah perjuangan seorang perempuan, sekaligus ibu Ismail itu diabadikan dalam Islam, dikenang dalam ibadah umroh dan haji, yaitu sa'i, berlari-lari dari Safa ke Marwah.

Menurut Khofifah, kisah Siti Hajar menjadi satu di antara banyak bukti bahwa Islam sangat menghargai wanita dan peran besar dalam peradaban umat manusia.

Apa yang diperjuangkan Kartini, pahlawan perempuan Indonesia yang diperingati pada tanggal 21 April, selaras dengan apa yang diajarkan dalam agama Islam.

Perempuan menurut pandangan Islam
Dikutip Islamcendekia.com dari berbagai sumber, ada sejumlah keistimewaan seorang perempuan dalam agama Islam. Antara lain sebagai berikut:
1. Wanita salehah adalah tiang negara
2. Surga terletak di bawah kaki ibu
3. Kata "ibu" disebut Rasulullah Muhammad Saw sebanyak tiga kali, setelah itu ayah.
4. Perempuan sholihah lebih baik dari 70 wali
5. Wanita solehah lebih baik dari 1.000 laki-laki yang tidak soleh

Keutamaan perempuan tersebut bisa dilihat di dalam Al Quran maupun As-Sunnah. Maka, sangat salah jika ada anggapan Islam tidak mengakomodasi hak-hak perempuan hanya gara-gara persoalan pembagian warisan 2:1 dengan laki-laki atau wanita tidak boleh menjadi imam sholat.

Dalam Islam, selalu ada alasan rasional dan mendasar terhadap setiap perkara. Sebelum Islam datang, zaman Jahiliyah, anak perempuan di kawasan Arab dikubur hidup-hidup karena kehadirannya tidak diinginkan.

Setelah Nabi Muhammad membawa risalah bernama Islam, hak-hak perempuan mendapatkan porsi yang seimbang dengan laki-laki, sesuai dengan kodratnya. Bahkan, dalam beberapa konteks, perempuan diutamakan.

Jadi, bisa disimpulkan, makna Hari Kartini menurut agama Islam adalah bagaimana umat Muslim menyerukan hak-hak perempuan yang setara dan seimbang dengan laki-laki sesuai dengan kodratnya yang tercantum dalam Al Quran maupun hadits. Selamat Hari Kartini.

0 Response to "Makna Hari Kartini menurut Agama Islam"

Post a Comment