Penerbit Buku Formaci Press Dorong Budaya Literasi

SEMARANG, Islamcendekia.com - Forum Muda Cendekia (Formaci) menggelar diskusi untuk memperingati Hari Buku Sedunia dan launching lima buku di Taman Sampangan, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang, Jawa Tengah, Kamis (27/4).

Diskusi menghadirkan Direktur Utama Formaci, Hamidulloh Ibda dan Direktur Formaci Press Dian Marta Wijayanti, penulis buku, Ahmad Ali Zainul Sofan, dan sejumlah mahasiswa UDINUS, UNNES, serta UIN Walisongo Semarang.

Agenda tersebut merupakan launching Penerbit Formaci Press sekaligus launching lima buku. Kelima buku tersebut adalah “Media Kartu Sekolah Dasar”, “Pembelajaran MTK SD Menyenangkan”, “Potret Pendidikan Indonesia”,  “Makna Hati dalam Pendekatan Tafsir Sufi” serta “Nasihat Begawan Tuban”. Kelima buku tersebut diterbitkan Formaci Press.

Penerbit Buku Formaci Press Dorong Budaya Literasi
Wakil Direktur Formaci Press (kanan) menunjukkan buku yang dilanching baru baru ini.

“Alhamdulillah, Formaci sudah lolos jadi penerbit oleh Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI. Ini sudah terbit lima buku,” ujar Ibda.

Dorong budaya literasi
Ibda menjelaskan, Formaci berdiri sejak 2012 silam, sudah melakukan berbagai kegiatan sosial. Pada 2014, Formaci sudah menggelar Lomba Baca Puisi tingkat Nasional.

Tahun ini, lantaran prihatin dengan budaya baca di Indonesia, Formaci fokus untuk menerbitkan buku dengan mendirikan Formaci Press.

Menurutnya, era digital telah menggiring masyarakat lebih intens menonton televisi, bermain game, dan media sosial (medsos). "Pengguna Facebook di Indonesia, dari data yang saya dapatkan mencapai 82 juta orang pada tahun 2015, sampai Oktober 2016 mencapai 88 juta pengguna. Sementara pengguna WhatsApp sebanyak 1 miliar pengguna, Messenger sebanyak 1 miliar dan Instagram sebanyak 500 juta pengguna,” ucap dosen STAINU Temanggung itu.

Data tersebut menunjukkan Indonesia dalam peradaban digital. Ironisnya, budaya membaca di Indonesia diakui sangat rendah. Hasil survei Central Connecticut State University, menempatkan Indonesia di peringkat 60 dari 61 negara terkait minat baca.

Sebagai pendidik, Ibda menyoroti budaya baca anak-anak masih rendah karena kalah dengan budaya menonton televisi.

Disebutkan, USAID Prioritas merillis sebuah data mengejutkan pada Maret 2016, rata-rata orang Indonesia melihat televisi per hari selama 300 menit. padahal di negara maju hanya 60 menit.

Hasil penelitian Programme for International Student Assessment (PISA) tahun 2015 tentang kemampuan membaca siswa pun menyebutkan, kemampuan membaca siswa di Indonesia berada di urutan ke-69 dari 76 negara yang disurvei.

Hal itu diakui sangat memprihatikan, sehingga butuh Indonesia darurat budaya literasi. Penerbit buku Formaci Press yang baru berdiri akan memperjuangkan budaya literasi itu.

Target 50 buku setahun
Melihat kondisi itu, dia berharap dengan hadirnya penerbit buku Formaci Press bisa menambah wahana bagi penulis, dosen, guru dan budayawan untuk menggerakkan budaya literasi.

“Bagi saya, literasi pokoknya ya membaca, meskipun secara catur tunggal bahasa ada keterampilan lain, yaitu menulis, menyimak dan berbicara,” tuturnya.

Dian Marta Wijayanti menambahkan, Formaci Press menargetkan bisa menerbitkan buku sebanyak 50 dalam kurun waktu setahun.

Tahun ini, sedikitnya 50 buku akan diterbitkan, baik itu dari guru, dosen, peneliti, budayawan bahkan mahasiswa.

Mantan Asesor EGRA USAID Prioritas itu menegaskan, banyak tema yang dapat dikaji dan diteliti untuk dijadikan buku. “Kita fokus tidak hanya tema pendidikan, tapi juga budaya dan sastra. Karenanya, semua syarat administratif di Perpusnas RI dipenuhi,” ujar wisudawan terbaik PGSD Unnes tersebut.

Guru SDN Sampangan 01 Kota Semarang ini juga mengatakan, saat ini RUU Sistem Perbukuan masih digodok, yang nanti bila sudah final dapat mendorong literasi masyarakat Indonesia melalui gerakan cinta buku.

Sementara itu, Ahmad Ali Zainul Sofan, penulis buku Nasihat Begawan Tuban, menuturkan, buku yang diterbikan Formaci Press mencerikan sejumlah begawan, tokoh, guru sosial di Tuban yang dapat menginspirasi dunia, baik dari aspek sosial, pendidikan, musik dan Budaya.

“Koes Plus dari Tuban juga saya singgung dalam buku. Jadi, buku ini menyimpan berbagai nasihat untuk kita sebagai bangsa yang besar,” tandasnya. (*)

0 Response to "Penerbit Buku Formaci Press Dorong Budaya Literasi"

Post a Comment