Hukum Tadarus Alquran di Bulan Ramadhan bagi Umat Islam

Apakah hukum tadarus Alquran di bulan Ramadhan bagi umat Islam? Sebab di bulan suci itu, banyak umat Muslim yang membaca Al Quran menggunakan pengeras suara, baik sesudah subuh, menjelang buka puasa, hingga sesudah tarawih.

Di satu sisi, tadarus menggunakan pengeras suara baik untuk menyemarakkan bulan suci yang penuh dengan berkah dan ampunan. Di sisi lain, pengeras suara yang terlalu keras mungkin sebagian orang dianggap mengganggu.

Mohon redaksi islamcendekia.com untuk memberikan pencerahan terkait hal tersebut, agar puasa dan segala aktivitasnya bisa memberikan berkah dan manfaat. Yusra, Yogyakarta.

Hukum Tadarus Alquran di Bulan Ramadhan bagi Umat Islam

Jawab
Dalam Islam, istilah hukum merujuk pada dua sumber teks otoritatif, yaitu Al-Qur'an dan Hadits. Bicara hukum dalam persoalan ibadah mahdhah, kita mengenal wajib, sunah, mubah, makruh dan haram.

Apakah hukum tadarus Alquran di bulan Ramadhan bagi umat Islam? Tidak ada satu teks dari dua sumber hukum Islam yang menyatakan baca Al-Quran di bulan suci Ramadan adalah wajib.

Dalam rukun Islam yang diwajibkan adalah dua kalimat syahadat, sholat lima waktu, puasa di bulan Ramadhan, zakat fitrah dan haji (bagi yang mampu).

Yang diwajibkan adalah puasanya, bukan tadarusnya. Meski demikian, tadarus banyak dilakukan umat Islam karena di bulan suci Ramadan, pahala dilipatgandakan.

Nabi Muhammad SAW pernah bersabda dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Bukhari (1879). "Barangsiapa yang menyemarakkan Ramadhan dengan ibadah penuh keimanan dan keikhlasan, akan diampuni segala dosa yang lalu."

Al-Shan'ani dalam kitabnya, Subul al-Salam memberikan tafsir, yang dimaksud qiyam Ramadhan adalah mengisi kemeriahan dengan shalat atau membaca Alquran.

Jadi, tadarus Alquran di bulan Ramadhan hukumnya adalah sunah, yaitu sesuatu yang dikerjakan akan mendapatkan pahala, tetapi jika tidak dikerjakan tidak akan mendapatkan dosa.

Agar lebih bermanfaat, redaksi islamcendekia.com menyarankan supaya tadarusnya bukan berniat karena mendapatkan pahala, melainkan membaca dan memahami isinya, serta mencari berkah dari Allah.

Jika kita niat mencari ridha dan berkah Allah, serta mencoba memahami isi Al-Quran untuk diamalkan, dilakukan atau dikerjakan, pahala otomatis akan didapatkan tanpa harus diniati dapat pahala.

Bukankah Al Quran sebagai petunjuk umat manusia? Bagaimana bisa menjadi petunjuk bila substansi dan pesan dari Alquran tidak dipahami?

Soal tadarus menggunakan pengeras suara, kita memang sebaiknya mengambil sikap bijak. Jangan terlalu kencang dan jangan berniat riya' atau pamer.

Niatlah tadarus Alquran dengan syiar apabila menggunakan pengeras suara, bukan niat riya'. Jangan lupa, masyarakat Indonesia memiliki tradisi musyawarah.

Hal itu bisa dimusyawarahkan untuk mencapai kesepakatan bersama agar tidak ada pihak yang merasa terganggu saat tadarus dilakukan dengan pengeras suara, terutama di daerah yang beragam agama sebagai bentuk toleransi. Semoga bermanfaat.

0 Response to "Hukum Tadarus Alquran di Bulan Ramadhan bagi Umat Islam"

Post a Comment