Ponpes Miftahul Ulum Jogoloyo Demak Perkuat Kebhinnekaan Lewat Ngaji Jurnalistik

DEMAK, Islamcendekia.com - Pondok Pesantren (Ponpes) Miftahul Ulum Jogoloyo, Kabupaten Demak, Jawa Tengah mengadakan Bandongan Jurnalistik pada Senin (12/6). Tujuannya untuk memperkuat persatuan, kesatuan dan kebhinekaan NKRI.

Acara tersebut mengusung tema "Gerakan Literasi untuk Memperkuat Persatuan dan Kebhinekaan" yang menghadirkan narasumber Hamidulloh Ibda penulis buku sekaligus Pemimpin Umum Formaci Press dan Junaedi Abdul Munif Direktur el-Wahid Centre dan pengurus bidang penerbitan LTN Nahdlatul Ulama (NU) Kota Semarang.

Bandongan jurnalistik diikuti santriwan-santriwati Ponpes Miftahul Ulum Demak dan membuka lebar untuk masyarakat umum yang ikut. "Kegiatan ini untuk umum dan gratis, nanti dirangkai dengan buka bersama di akhir acara," ujar Ketua Panitia, M Chaezam.

Ponpes Miftahul Ulum Jogoloyo Demak

Kegiatan tersebut, kata dia, dilaksanakan di Ponpes Miftahul Ulum di alamat Jalan Panglima Diponegoro Nomor 17 Jogoloyo, Demak, Jawa Tengah yang dirangkai dengan acara perpisahan santriwan dan santriwati.

"Ini merupakan kegiatan yang terlaksana atas kerjasama antara Ponpes Miftahul Ulum dan penerbit Formaci Press serta Harian Jateng Network," ucap mantan aktivis LPM Edukasi UIN Walisongo itu.

Dengan kegiatan itu, pihaknya berharap bisa menggeliatkan semangat literasi di kalangan santri. Menurutnya, era milenial akan menyeret santri ke lembah digital dan banjir informasi. Bila tidak diperkuat dengan bekal literasi, maka akan mudah terpecah belah, diadu domba dan terprovokasi. Apalagi sekarang musimnya hoax.

Selain itu, ngaji jurnalistik menjadi gerakan kecil untuk menguatkan persatuan dan kebhinnekaan yang dimulai dari kalangan santri. Salah satu jalannya melalui kegiatan literasi.

Bagi yang ingin berpartisipasi dalam kegiatan "Bandongan Jurnalistik" dapat menghubungi panitia di nomor 085259708002.

Sementara itu, Direktur Formaci Press Dian Marta Wijayanti mengungkapkan, kemampuan literasi tidak hanya dibutuhkan mahasiswa, tetapi juga santri. Justru santri sekarang disebut melek teknologi informasi (IT) semua. Mereka sudah tidak asing dengan internet, gadget, WhatsApp, Facebook dan lainnya.

Karenanya, bila tidak dibekali dengan kompetensi literasi, menurut dia akan menjadi penikmat IT yang tidak produktif. Hal itu yang membuat Ngaji Jurnalistik diakui sangat penting sebagai upaya untuk membentengi santri dari serangan berita hoax, fake dan juga membekali santri agar melek media dan dunia jurnalistik.

Dia juga membuka lebar bagi siapa saja yang ingin menggelar kegiatan seperti latihan kepenulisan, workshop, training, seminar maupun lokakarya jurnalistik bagi pelajar sekolah, mahasiswa di perguruan tinggi, organisasi, juga guru dan masyarakat umum.

"Sudah banyak kegiatan kami laksanakan dengan sistem kerjasama. Intinya cuma satu, kita harus serius membangun peradaban literasi," tandas Dian. []

0 Response to "Ponpes Miftahul Ulum Jogoloyo Demak Perkuat Kebhinnekaan Lewat Ngaji Jurnalistik"

Post a Comment