Perempuan Bahu Laweyan menurut Islam dan Cara Menghilangkannya

Gambar Perempuan Bahu Laweyan Seksi Hot

Perempuan Bahu Laweyan menurut Islam dan Cara Menghilangkannya

Assalamualaikum Wr. Wb Ustadz, belakangan ini film Perempuan Bahu Laweyan beredar yang diadaptasi dari kisah dan cerita nyata dari masyarakat Indonesia, terutama Jawa.

Kabarnya, laki-laki yang menikahi wanita bahu laweyan dipastikan akan meninggal dunia tanpa sebab. Kabarnya juga, peristiwa itu sudah terjadi di berbagai daerah.

Saya juga pernah dengar jika penangkal bahu laweyan dan cara menghilangkannya sangat susah, karena ada makhluk halus sebangsa jin yang hinggap di tubuh si perempuan.

Bagaimana Islam memandang fenomena bahu laweyan yang konon tidak hanya hinggap pada wanita, tetapi juga laki-laki juga. Terima kasih jawabannya ustadz. -- Rio Mualim, Kota Yogyakarta.

Jawaban
Arti Bahu Laweyan dalam tradisi Jawa adalah seseorang yang mendapatkan sial di mana pasangan yang dinikahi dipastikan akan meninggal dunia tanpa sebab yang jelas.

Ciri-ciri fisik perempuan Bahu Laweyan bisa dilihat dari tanda lahir, tompel, toh atau tahi lalat yang cukup besar pada bagian bahu kiri atau bawah pusar, tepat di atas "itunya" perempuan.

Ciri-ciri yang lain, di antaranya bahu melengkung seperti busur panah ataupun lubang berbentuk lesung pipi wanita, terletak di bagian punggung.

Konon, banyak orang yang membuktikan, laki-laki yang menikahi perempuan Bahu Laweyan meninggal dunia. Bahkan sudah tiga kali menikah sekalipun.

Bahu Laweyan itu seperti apa? Dalam Serat Witaradya karya Raden Ng Ronggowarsito dijelaskan bahwa fenomena itu benar adanya, tapi jumlahnya sangat sedikit, terbatas dan bisa dihitung dengan jari.

Kondisi itu cacat lahir, bawaan sejak lahir, yang konon berasal dari makhluk halus sebangsa jin seperti Gandarwa. Orang Jawa biasa menyebutnya genderuwo.

Makhluk gaib itu kemudian bersemayam dalam diri manusia. Wajar jika ada orang yang menikahinya, maka dibunuhnya.

Bahu Laweyan menurut Islam
Fenomena gaib semacam ini tidak ada dalam literasi teks keagamaan Islam. Namun, menurut Islamcendekia.com, peristiwa serupa pernah diceritakan dalam Al Quran maupun hadits.

Dalam Alquran Surat Al Maidah ayat 91 dijelaskan: "Sesungguhnya setan bermaksud menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu (manusia)."

QS. Al Israa ayat 53 juga disebutkan: "Sesungguhnya syaitan menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya setan adalah musuh nyata bagi manusia."

Namun, sebagai Muslim, Anda harus ingat bahwa kematian seseorang hanya Allah yang berwenang. Tidak ada satu pun makhluk yang bisa mencabut nyawa seseorang kecuali atas izin, kehendak dan takdir Allah.

Kalaupun seseorang benar-benar meninggal setelah menikah dengan perempuan Bahu Laweyan, itu hanya menjadi jalan, sarana, atau "jalaran" dari takdir Allah SWT.

Al-Qur'an Surat Al Baqarah ayat 102 menerangkan bahwa mereka tidak akan bisa mencelakakan seseorang dengan sihirnya kecuali atas izin Allah SWT. Artinya, segala sesuatu di dunia ini adalah dengan izin Allah.

Jika sudah demikian, maka satu-satunya jalan adalah berlindung kepada-Nya. Menurut Islam, sial disebabkan banyak faktor.

Salah satunya adalah akibat banyak berbuat dosa, durkaha kepada orang tua, senang mendzalimi orang, suka makan harta kekayaan haram (mencuri, korupsi, bukan haknya, dll), tidak mau berzakat dan sedekah, akibat gangguan jin, serta akibat rumah, kendaraan dan istri yang buruk.

Dalam hadits yang diriwayatkan Muslim dari Sahal bin Saad ra, Nabi Muhammad SAW pernah berkata: "Bila memang kesialan itu ada, maka (kesialan) itu ada pada perempuan, kuda (kendaraan) dan tempat tinggal (rumah)."

Sebagian ulama ada yang menolak hadits tersebut karena dimansukh (dibatalkan) dengan hadits-hadits larangan thiyarah (merasa sial). Istri Rasulullah SAW, Aisyah ra menyebut hanya orang-orang Jahiliyah yang merasa sial dengan hal itu.

Namun, beberapa ulama menafsirkan, perempuan buruk yang dimaksud karena sifat dan perangainya sehingga membuat seorang laki-laki yang baik lagi soleh terkena imbas dari sifat buruk yang ada pada seorang wanita tersebut.

Cara menghilangkan Bahu Laweyan
Penangkal paling ampuh di dunia adalah tawakal. Dalam QS Ath Thalaq ayat 3 dijelaskan, siapa saja yang bertawakal kepada Allah, maka Allah akan mencukupkan (keperluan)-nya."

Rasulullah Muhammad SAW memberikan saran, tips dan kiat kepada umatnya untuk berdoa agar tidak ditimpa musibah, kemalangan dan nasib sial. Contoh doanya seperti ini.

"Ya Allah, tidak ada kebaikan kecuali kebaikanMu, tidak ada kesialan kecuali dariMu, tidak ada yang berhak diibadahi selain diri-Mu." (HR Ahmad).

Nabi juga mengajarkan umatnya untuk berpikir positif (positive thinking). Kalau Anda terbayang-bayang akan kesialan bahu laweyan, ucapkan dengan penuh kesungguhan, madhep mantep kepada Gusti:

"Ya Allah, tidak ada yang bisa mendatangkan kebaikan, kecuali Engkau. Tiada yang bisa menolak bahaya, kecuali Engkau. Tiada daya dan upaya melainkan denganMu."

Selain itu, Anda harus terus mendekatkan diri kepada-Nya, jangan suka berbuat dosa dan keburukan, jangan suka menzhalimi seseorang, jangan durhaka pada orang tua, perbanyak sedekah, jangan lupa zakat, serta jangan suka makan harta haram.

0 Response to "Perempuan Bahu Laweyan menurut Islam dan Cara Menghilangkannya"

Post a Comment