Cara menjadi Wali Allah, Tanda & Ciri-ciri yang Tersembunyi

Cara menjadi Wali Allah Tanda Ciri-ciri yang Tersembunyi

Cara menjadi wali Allah SWT gimana? Tanda dan ciri-ciri wali tersembunyi itu bagaimana? Apakah ada yang masih hidup? Mohon jawabannya. -- Khoirul Wijaya, Pasuruan, Jawa Timur.

Jawaban
Terima kasih pertanyaan yang dikirimkan ke redaksi kami. Ini pertanyaan yang cukup mengejutkan bagi kami.

Kami terpaksa menjawab dengan satu artikel yang mirip semacam "tutorial" tapi bukan sembarang tutorial, karena tanggung jawabnya kepada Tuhan.

Ini bukan jawaban terbaik, tetapi kami redaksi islamcendekia.com mencoba menjawab semampu yang kami bisa, sesuai pengalaman dan sumber literasi yang didapatkan.

Cara menjadi Wali Allah
Menjadi waliyullah bukan tujuan utama, karena yang utama adalah bagaimana kita bertanggung jawab atas tugas-tugas yang diamanahkan Allah tanpa mengharap pahala.

Apa saja tugas dan tanggung jawab itu? Dalam Al Quran dijelaskan bahwa manusia adalah khalifah fil ardhi, khalifah di muka bumi.

Maka, sebagai khalifah, manusia harus menebar kebaikan, kebajikan, keadilan dan kebenaran kepada semua makhluk, baik kepada manusia maupun hewan, tumbuhan dan semesta alam.

Sungguh, Allah berjanji kepada manusia yang berbuat baik akan mendapatkan pahala dan surga. Namun, keduanya bukanlah yang utama.

Apa yang utama? Adalah Allah sendiri. Maka, berbuat atas nama Allah tanpa mengharapkan imbalan akan mendapatkan pahala dan surga secara otomatis plus mendapatkan ruang di dalam diri Allah.

Karena sesungguhnya manusia itu berasal dari Allah dan akan kembali kepada-Nya. Itulah tujuan hidup yang sejati.

Sayangnya, tidak semua bisa kembali kepada-Nya. Kenapa? Karena selama di dunia, manusia tidak mengenalnya.

Dia lebih dibutakan dengan gemerlapnya dunia, seperti harta, perempuan, tahta, jabatan, dan hal-hal fisik material yang bersifat sementara hingga melupakan Tuhannya.

Harta, tahta dan wanita sangat diperbolehkan dalam Islam. Dengan catatan, harta, tahta dan wanita itu diperolehnya melalui cara-cara yang disarankan dalam Al Quran dan digunakan sesuai petunjuk dalam agama Islam.

Contoh, harta adalah bagian dari gemerlap materi dunia. Namun, jika disedekahkan, maka ia akan memberikan kemanfaatan.

Memberikan makan dan harta kepada orang yang membutuhkan adalah contoh perilaku wali Allah, yakni wakilnya Allah di bumi.

Tanda wali Allah SWT, ciri-cirinya memiliki sifat welas asih kepada semua makhluk dan mengerti akan hakikat kehidupan ini bahwa manusia bukan hanya perangkat yang terdiri dari kulit, daging, organ, otak, dll.

Manusia juga terdiri dari jiwa, ruh dan Tuhan itu sendiri. Allah pernah berfirman bahwa Dia lebih dekat dari urat nadi manusia.

Al Quran juga menyebutkan, penciptaan manusia juga ditiupkan cahaya keilahian dari Allah. Maka jika orang bisa mengetahui siapa jati dirinya, dia akan mengenal Allah dan akan menjadi waliyullah.

Dalam Alquran Surat Yunus ayat 62-63 disebutkan, "Ingatlah wali-wali Allah itu, tidak ada rasa takut pada mereka, dan mereka tidak bersedih hati. (Mereka adalah) orang-orang yang beriman dan bertakwa."

Ciri-ciri wali tersembunyi dan tandanya
Siapa yang memilih orang menjadi wali? Jelas, tidak ada yang lain kecuali Allah sendiri.

Bukan kiai, bukan habib, juga bukan ulama. Seorang wali ditunjuk dari Allah sendiri, karena itu hak prerogatif Tuhan.

Maka, jangan sekali-kali Anda meremehkan orang yang sepertinya tidak pernah ngaji, terlihat lugu dan sederhana, tidak berjubah, tiba-tiba menjadi wali.

Berbuatlah baik kepada semua orang, jangan sombong, takabur dan mudah meremehkan orang lain. Siapa tahu, orang yang Anda remehkan ternyata seorang wali.

Sebab, wali Allah SWT memang tersembunyi dan tidak akan pernah mau menunjukkan identitasnya. Orang Jawa menyebut, bersikap kurang ajar pada wali tersembunyi bisa kualat.

Keturunan Nabi Muhammad SAW atau habib juga banyak yang tersembunyi dan tidak mau menunjukkan identitasnya. Yang hanya dalam pikirannya adalah Allah saja dan tugas-tugasnya menjadi wali di dunia.

Kisah seorang wali Allah
Syekh Jangkung, wali legendaris dari kota seribu paranormal Kabupaten Pati sangat terkenal kisahnya.

Tanda-tanda kewaliannya sudah ada, sebelum belajar di pondok pesantren milik Sunan Kudus. Dia sempat diremehkan oleh para santri Sunan Kudus.

Padahal, pemuda lugu benama Saridin itu sebetulnya wali yang lebih tahu apa itu hakikat hidup dan Allah. Beberapa santri yang baru bisa baca kitab kuning sudah merasa ilmunya tinggi hingga meremehkan orang yang tidak bisa membaca bahasa Arab.

Ingat! tujuan belajar agama seperti kitab adalah untuk mengenal Allah dan hakikat hidup, bukan untuk sombong dan merasa ilmu agamanya benar ketimbang orang yang tidak bisa baca bahasa Arab.

Singkat cerita, setiap perkataan dan ucapan Saridin menjadi kenyataan. Seperti setiap ada air pasti ada ikan.

Benar saja, di dalam kendi, kelapa, dan semua air yang disebutkan Sunan Kudus, terdapat ikan setelah dibuka Saridin.

Bukannya menerima tanda-tanda kewalian, Sunan Kudus justru geram dan merasa Saridin sedang pamer ilmu sehingga diusir dari Kudus.

Bahkan, saat Sunan Kudus bertanya Saridin apa itu syahadat. Saridin malah memanjat pohon kelapa yang sangat tinggi dan menjatuhkan dirinya ke tanah.

Dia tidak mati lalu menjawab, "Syahadat adalah bentuk penyerahan diri kita sepenuhnya kepada Allah."

Lagi-lagi, Sunan Kudus justru semakin berang. Saridin yang kemudian berguru kepada Kanjeng Sunan Kalijaga dan mengembara ke berbagai belahan Nusantara akhirnya mendapatkan gelar Syekh Jangkung.

Meski bukan sebagai kisah sejarah, tetapi cerita Saridin populer dan menjadi keyakinan masyarakat.

Kisah pada zaman dulu itu justru menjadi kritik bagi orang-orang yang hidup di zaman sekarang. Orang selalu melihat dari penampilan dan ukuran-ukuran fisik lainnya.

Padahal, di mata Allah, kekasih-Nya adalah orang-orang yang selalu ada Allah di dalam dirinya. Dan itu tidak terlihat oleh kasat mata manusia.

1 Response to "Cara menjadi Wali Allah, Tanda & Ciri-ciri yang Tersembunyi"

  1. masha allah yaallah leburkanlah diriku dengan dirimu yaallah...

    ReplyDelete