Hijrah Cinta: Sebuah Puisi Islami

hijrah cinta sebuah puisi islami

Hijrah Cinta

Karya Anisah Kurniawati

WAHAI dirimu, makhluk indah ciptaan-Nya
Dirimu yang pernah kusebut sempurna
Dirimu yang dulu selalu kurindu
Dirimu yang dulu selalu hadir dalam hati dan pikiranku
Dirimu yang dulu menjadi satu-satunya alasan di balik senyumku
Satu-satunya inspirasiku
Satu-satunya penyemangat hidupku
Seiring berjalannya waktu, aku merasa harus melepaskan dirimu
Meninggalkan segala tentang dirimu
Mencoba melupakanmu, namun bisakah aku?
Tak bisa kubayangkan bagaimana jadinya diri ini tanpa dirimu
Karena sudah selayaknya seorang pelukis dirimu bagiku
Yang pandai menorehkan jutaan warna di atas hari-hari kelabuku
Juga layaknya rumah kedua bagiku
Yang selalu memberi naungan atas segala sedih maupun bahagiaku

Tak kusangka, begitu cepat hidayah-Nya datang menghampiri
Dapat kuhilangkan dirimu dari dalam pikirku tanpa berat hati
Kemudian kusadar ada banyak hal lain yang layak dipikirkan melebihi dirimu
Dan kemudian aku merasakan suatu kebahagiaan baru
Kebahagiaan yang begitu damai, penuh syukur nan teramat syahdu

Wahai dirimu yang pernah berarti bagi hidupku
Walaupun terkadang hati kecil ini masih menginginkan kehadiranmu
Walaupun terkadang aku masih tak kuasa menahan tangis jika ada sesuatu dengan dirimu
Dan walaupun kemarin malam bayangan dirimu masih hadir di dalam mimpiku
Menghiasi lelapnya tidurku, dengan senyuman dan tatapan matamu yang dulu pernah meluluhkan hatiku
Walaupun begitu keadaannya, namun sesungguhnya kini dirimu tak lagi memenuhi hatiku
Dan aku tak lagi bergantung pada dirimu
Karena kini aku bergantung pada-Nya

Segalanya tentang dirimu dapat tergantikan oleh-Nya
Kini aku tak lagi mengharapkan apa-apa darimu
Karena aku hanya berharap kepada-Nya
Kini aku tak lagi teringat akan dirimu
Karena aku senantiasa mengingat-Nya
Kini aku tak lagi merindu pada dirimu
Karena rinduku hanya untuk-Nya
Kini aku tak lagi menaruh hatiku pada hatimu
Karena kini aku mencintai-Nya

Wahai dirimu yang akan kulupa
Biarkanlah diri ini sendiri untuk berbenah diri
Sungguh, akan begitu baik bila dirimu berbenah pula
Namun tidak ada hak bagiku untuk mencampuri urusanmu lagi
Maka sekarang mari jalani hidup masing-masing saja
Kemudian persilakan diriku untuk melantunkan ayat terakhir salah satu surah-Nya
“Lakum diinukum waliyya diin.
Untukmu agamamu, dan untukkulah agamaku”

0 Response to "Hijrah Cinta: Sebuah Puisi Islami"

Post a Comment