Syarat Nikah Siri menurut Islam bagi Pria Beristri dan Wanita

Syarat Nikah Siri menurut Islam bagi Pria Beristri dan Wanita

Syarat nikah siri menurut Islam sudah diatur dalam agama, meski keberadaannya sebetulnya tidak diakui oleh negara.

Wacana ini kembali mencuat ke publik, setelah situs nikahsirri.com dibuat untuk menjembatani warga yang ingin melakukan nikah siri.

Namun, pemilik situs tersebut, Aris Wahyudi akhirnya ditangkap polisi karena melanggar UU ITE dan memuat konten tidak pantas dalam situs itu.

Hebohnya, situs Nikah Sirri itu menyediakan jasa lelang perawan dengan ribuan klien yang terdaftar. Wow, heboh sekali bukan?

Mungkin ada yang bertanya, sebetulnya bagaimana sih syarat untuk melangsungkan perkawinan siri? Yuk cek saja di bawah ini.

Syarat nikah siri menurut Islam
Pria
1. Bagi pria beristri, tidak boleh saat sudah memiliki empat orang istri
2. Beragama Islam
3. Jelas prianya (bukan banci, bencong, dan sejenisnya)
4. Tidak dalam keadaan dipaksa
5. Calon istrinya bukan mahram
6. Tidak punya istri yang haram dimadu dengan bakal istri
7. Mengetahui kondisi calon istri tidak haram dinikahi
8. Tidak sedang umrah atau dalam ihram

Bagi wanita
1. Agamanya Islam
2. Jelas kewanitaannya (bukan transgender)
3. Mendapatkan izin dan restu dari wali
4. Tidak bersuami, kalau bersuami nikah siri tidak boleh
5. Bukan muhrim calon suami
6. Tidak dalam masa iddah
7. Belum pernah di-li'an (sumpah li'an) oleh calon suami
8. Tidak sedang umrah atau ihram haji

Kesimpulan umum
Bagi pria beristri, hanya boleh menikahi siri perempuan jika istrinya belum mencapai 4 orang. Ini sesuai dengan ketentuan fikih (hukum Islam) yang disepakati jumhur ulama.

Bagi wanita, harus single, lajang atau janda. Kalau masih punya suami sah, tidak boleh menikah siri.

Pada dasarnya, cara melakukan nikah siri dengan nikah di KUA sama saja. Hanya, nikah siri melandaskan pada syarat-syarat agama Islam saja dan tidak dicatat KUA sebagai lembaga resmi negara.

Namun, redaksi Islamcendekia.com menyarankan, nikah resmi melalui KUA akan jauh lebih maslahat, karena calon istri akan mendapatkan perlindungan secara hukum.

Banyak penelitian membuktikan, nikah siri yang tidak terikat hukum negara sebagian besar merugikan pihak perempuan. Sebab, dia tidak mendapatkan jaminan hukum atas pernikahannya tersebut.

Akibatnya, jika terjadi percekcokan rumah tangga dan suami mentalak atau menceraikannya sesuai ajaran Islam, maka si wanita bukan lagi menjadi istrinya. Dan, si perempuan tidak berhak mendapatkan hak-haknya. (*)

0 Response to "Syarat Nikah Siri menurut Islam bagi Pria Beristri dan Wanita"

Post a Comment