Empat Macam Bentuk Kerjasama Ekonomi dalam Islam, Ini Jawabannya!

Bentuk Kerjasama Ekonomi dalam Islam

Kemukakan empat macam bentuk kerjasama ekonomi dalam Islam! Begitu pertanyaan yang sering keluar dalam ujian di perguruan tinggi Islam maupun pendidikan agama Islam.

Dalam Islam, kerjasama ekonomi disebut dengan syirkah. Tujuannya adalah untuk memperoleh keuntungan bersama yang diridhai Allah.

Artinya, kerjasama tersebut sama-sama saling menguntungkan antara satu sama lain. Hukum syirkah adalah mubah atau diperbolehkan.

Lantas, apa hukumnya jika syirkah dilakukan dengan orang non-muslim? Misalnya saja dengan etnis China-Tionghoa yang memeluk agama Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, Yahudi dan lain sebagainya.

Hukumnya adalah mubah atau boleh. Dengan catatan, barang yang dikerjasamakan halal dan tidak haram.

Apa contohnya barang haram? Misalnya saja babi, karena dalam Islam jelas diharamkan atau minuman keras yang jelas diharamkan dalam Islam.

Empat macam kerjasama ekonomi dalam Islam
1. Syirkah kerja
Adalah kerjasama antara dua orang atau lebih di mana hasilnya dibagi menjadi dua sesuai dengan perjanjian. Contoh syirkah kerja adalah mudarabah, musaqah, muzaro'ah dan mukhabarah.

2. Syirkah harta (Inan)
Adalah kerjasama dengan pembagian keuntungan sesuai besar-kecilnya modal. Modal yang dimaksud adalah uang.

3. Syirkah kerja (Abdan)
Adalah kerjasama dalam bentuk pemberian kerja, bukan modal. Contohnya adalah berupa tenaga/fisik atau kerja pikiran.

4. Syirkah mufawwadah
Adalah kerjasama yang menggabungkan semua jenis syirkah.

Itulah jawaban dari pertanyaan: Kemukakan empat macam bentuk kerjasama ekonomi dalam Islam yang kerap muncul di berbagai ujian. Semoga bermanfaat untuk sivitas akademika. (*)

0 Response to "Empat Macam Bentuk Kerjasama Ekonomi dalam Islam, Ini Jawabannya!"

Post a Comment