Burung Kedasih menurut Islam, Apakah Pertanda Kematian Seseorang?

Burung Kedasih Pritgantil Pertanda Kematian

Burung Kedasih (Pritgantil) menurut Islam, apakah menjadi pertanda kematian seseorang?

Jawab
Pertanyaan itu sempat mampir ke redaksi kami dan kami akan mencoba menjawabnya secara bijak dengan mengolaborasikan antara pengetahuan agama (Alquran dan Hadits) dan ilmu titen kebudayaan Jawa-Nusantara.

Burung Kedasih atau dikenal dengan "pritgantil", sirit uncuing, wiwik kelabu atau tit tuwit adalah jenis burung Cuculus merulinus yang suaranya saat ini mulai langka.

Diakui atau tidak, burung ini sarat akan mitos kematian. Suaranya memang terdengar mistis dan mengerikan.

Dari mitos yang berkembang di masyarakat, burung pritgantil menjadi pertanda kematian seseorang. Biasanya, burung ini hinggap dan berkicau di lahan milik orang yang akan meninggal dunia.

Untuk menelusuri mitos tersebut, redaksi islamcendekia.com mencoba bertanya kepada penduduk desa di kawasan Jawa Tengah. Sebagian besar mereka memang percaya.

Kenapa percaya? Sebab peristiwa kicau burung kedasih pernah menjadi kenyataan di mana menjadi pertanda orang meninggal dunia. Hal itu sudah terulang kali terjadi.

"Sudah berulang kali terjadi. Jika ada suara burung tit tuwit di kebun seseorang atau bahkan di atas rumah seseorang, saya hanya membatin dalam hati, siapa yang akan meninggal. Beberapa hari setelahnya benar," ucap Sukini (nama samaran).

Mitos burung kedasih dalam Islam
Dalam sebuah hadis Bukhari dan Muslim, Abu Hurairah meriwayatkan, Nabi Muhammad SAW bersabda:

"Tidak ada penularan penyakit, tidak ada burung penentu nasib dan buruk, tidak ada burung hantu pembawa sial, tidak ada bulan shafar pembawa sial atau keberuntungan."

Sementara dalam riwayat Imam Muslim, hadits tersebut terdapat tambahan:

"... dan tidak ada bintang penentu hujan, serta tidak ada hantu."

Maksud hantu di sini, bukan soal percaya yang gaib, tetapi artinya tidak ada hantu yang bisa menyesatkan atau mencelakakan seseorang, kecuali atas izin Allah.

Menurut Islam sudah jelas disebutkan bahwa burung tidak bisa menentukan nasib seseorang.

Artinya, mitos tentang burung kedasih menurut Islam tidaklah benar. Sebab, nasib termasuk jodoh dan kematian adalah Tuhan yang menentukan.

Hanya saja, seseorang yang bijak saat diwawancara islamcendekia.com mengatakan, burung kedasih memang tidak bisa menentukan kematian seseorang karena hanya Allah yang dapat menentukan kematian setiap makhluknya.

Namun, burung pritgantil hanya memiliki "kemampuan" untuk menjadi pertanda, perlambang akan meninggalnya seseorang.

Kenapa? Karena tanda-tanda kematian seseorang menurut Islam, 100 hari sebelumnya sudah ada. Tapi, manusia tidak menyadari tanda-tanda tersebut.

Sebagai salah satu makhluk Allah, burung pritgantil mungkin mengetahui gejala dan pertanda akan datangnya kematian seseorang yang memang sudah ditakdirkan untuknya.

Dari sana, orang Jawa lantas memiliki pengalaman kelabu tentang pertanda dari burung kedasih dan menjadikannya sebagai pengetahuan. Ini yang disebut dengan ilmu titen leluhur Jawa.

Kematian memang takdir Allah, tetapi tanda-tandanya pasti ada. Itu ada dalam hadits. Tanda-tanda itulah yang masuk dalam ingatan manusia, sehingga kicau burung kedasih yang suaranya terdengar mistis identik dengan kematian seseorang. (*)

0 Response to "Burung Kedasih menurut Islam, Apakah Pertanda Kematian Seseorang?"

Post a Comment